• Home
  • Pelalawan
  • PH Manaek Siahaan,Minta Kliennya Dibebaskan Dari Segala Tuntutan
Jumat, 1 Mei 2020 | 03:29:41

PH Manaek Siahaan,Minta Kliennya Dibebaskan Dari Segala Tuntutan

Foto/Ist
Tim Penasehat Hukum Terdakwa Yusuf Siahaan saat membacakan pledoi pembelaan di Pengadilan Negeri Pelalawan.Kamis,30 April 2020.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PELALAWAN||| Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pelalawan, Rahmat Hidayat SH pada Selasa, 28 April 2020 sebelumnya telah mendakwa Yusuf Siahaan dengan tuntutan atas pasal 351 KUHP, dengan tuntutan hukuman 10 bulan penjara.

 

Kedua saudara Yusuf juga mengalami dakwaan dari jaksa penuntut umum, Jhon Piter Siahaan dan adiknya Daniel Siahaan masing-masing dengan dakwaan 1,2 tahun penjara dalam kasus penganiayaan pasal 170 KUHP yang didakwakan jaksa penuntut umum atas mereka.

 

Menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum tersebut,menurut Penasehat Hukum terdakwa suatu tindakan yang keliru,katanya.

 

Dalam pembacaan pledoinya, Kamis, 30 April 2020 dipengadilan negeri Pelalawan. Penasehat hukum terdakwa membacakan pledoi pembelaannya secara bergiliran. 

 

Penasehat hukum terdakwa  yang terdiri dari kantor  hukum dari berbagai tempat kantor hukum ini. Yakni, dari kantor hukum (RMB) Pekanbaru Riau, Rian M. Bondar SH, MH, Merson Siadari, SH, serta Poltak Silitonga dari kantor hukum, Poltak Silitonga, Yang berada di pematang Siantar (SUMUT) serta Kamaruddin simanjuntak SH MH dari kantor Hukum Victoria Jakarta.

 

Dalam pledoi nya para pengacara ini yang diawali pembacaan nya dibacakan oleh Poltak Silitonga, SH.  Dalam pembacaan pledoinya dihadapan majelis hakim, Poltak menyebutkan, bahwa klien mereka, Yusuf Siahaan berdasarkan fakta persidangan dari keterangan saksi-saksi dan alat bukti, bahwa klien mereka (Yusuf Siahaan),  sesungguhnya adalah korban dari tindakan penganiayaan dan intimidasi yang dilakukan oleh abangnya Pdt. Iwan Sarjono SH pada Sabtu 21 September 2019 lalu.

 

Namun karena adanya kekeliruan dan keberpihakan Penyidik Polres Pelalawan dan jaksa penuntut umum kepada saudara Iwan Sarjono SH, maka Yusuf Siahaan yang menjadi korban penganiayaan dan intimidasi malah ditetapkan tersangka oleh penyidik polres Pelalawan. Sehingga kliennya saat ini  menjadi terdakwa oleh jaksa penuntut umum dari kejaksaan negeri Pelalawan.

 

Keberpihakan Penyidik dan penuntut umum ini katanya, Penyidik tidak pernah memeriksa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian seperti saksi Lasmer Gultom dan keneknya yang melihat langsung kejadian penganiayaan tersebut.  juga saksi Kaleb Lumban Toruan yang berada ditempat kejadian perkara juga tidak pernah diperiksa oleh penyidik.

 

Saksi lainnya juga,yakni pekerja Yusuf Siahaan yang berada didalam mobil grand max yang dikemudikan oleh Yusuf tidak diperiksa oleh penyidik.

 

Penyidik juga tidak pernah meminta bukti kepemilikan kebun sawit Milik yang diakui oleh Iwan Sarjono SH yang merupakan pokok dari persoalan.

 

Bahkan,  Yusuf Siahaan yang sebenarnya diperintahkan oleh Ayahnya Manaek Siahaan untuk memanen buah sawit tersebut, namun ayah Yusuf Siahaan, Manaek Siahaan tidak pernah diperiksa oleh penyidik polres Pelalawan sebutnya.

 

Pada fakta persidangan dihadapan majelis hakim, telah nyata dan menyakinkan, bahwa kasus penganiyaan yang didakwa kan Jaksa penuntut umum adalah tidak benar, sebutnya.

 

Untuk itu dalam nota pembelaannya, Tim pengacara  Pasaribu  SH MH meminta kepada majelis hakim pengadilan negeri Pelalawan,  agar Yusuf Siahaan dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum serta untuk memulihkan nama baik terdakwa.

 

Alasan pembebasan ini juga disampaikan oleh Poltak Silitonga,SH dalam pembacaan pledoinya yang membacakannya secara bergantian. 

 

Poltak Silitonga, mengatakan dalam adagiumnya "adalah lebih baik melepaskan seribu orang bersalah, daripada menghukum satu orang yang tidak bersalah".

 

Dalam pembelaan pribadinya yang disampaikan Yusuf Siahaan secara langsung,  dengan berurai air mata,  Yusuf dihadapan Majelis hakim, Jaksa penuntut umum dan kuasa hukum nya, melalui sidang online, Yusuf memohonkan keadilan dengan membebaskan dirinya dari segala tuntutan jaksa penuntut umum.

 

Hal ini katanya, bahwa dirinya lah yang telah menjadi korban intimidasi dan penganiayaan.Yusuf menceritakan, bahwa dirinyalah yang pada hari itu, 21 September 2019,  mendapatkan empat kali intimidasi dari Abang nya Iwan Sarjono. Dan Abang nya, Iwan Sarjono yang membenturkan kepalanya kepada kepalanya, jelas Yusuf yang menyebutkan bahwa dirinya menyesalkan perbuatan abangnya, Iwan Sarjono.

 

Namun, Yusuf mengungkapkan betapa ianya menyayangi abangnya Iwan Sarjono. Dan berharap, semoga keluarga besarnya dapat baik kembali, imbuhnya.

 

Ditempat yang sama para penasehat hukum keluarga Manaek Siahaan ini juga meminta kepada majelis hakim agar juga di membebaskan klien mereka yang lain nya.

 

Sidang  yang dilaksanakan diruang sidang Cakra/1 Pengadilan negeri Pelalawan ini, meminta kepada majelis hakim untuk membebaskan kedua orang klien mereka , Jhon Piter Siahaan dan adiknya Daniel Siahaan, untuk dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum, karena berdasarkan fakta persidangan, keduanya juga tidak bersalah pungkas Siadari.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

 

Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top