• Home
  • Pelalawan
  • Poltak Silitonga,SH Pertanyakan Sikap Profesional Penyidik Polres Pelalawan
Minggu, 3 Mei 2020 | 13:51:38

Poltak Silitonga,SH Pertanyakan Sikap Profesional Penyidik Polres Pelalawan

aktualonline.com/Jalaluddin M Yusuf
Poltak Silitonga,SH dan Ruangan Unit Reskrim Polres Pelalawan kosong tidak ada anggota unit satu ditemui disana.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Merasa Penyidik polres Pelalawan tidak serius menanggapi laporan penganiayaan yang dialami kliennya, Yusuf Siahaan, membuat pengacara Poltak Silitonga SH menjadi gerah.

 

Tak ayal, Setelah empat bulan lebih sejak dilaporkan oleh kliennya Yusuf Siahaan, melaporkan Iwan Sarjono pada 05 Desember 2019 silam, atas dugaan tindak penganiayaan yang dialaminya. 

 

Namun ada dugaan, laporan kliennya itu sekalipun telah dilengkapi keterangan saksi dan korban juga ada bukti visum et Repertum,  namun laporan kliennya itu terkesan, dipeti es-kan oleh penyidik, sebut Poltak.

 

Kasus dugaan penganiyaan yang dialami oleh Yusuf Siahaan dengan terlapor Pdt. Iwan Sarjono SH pada 05 Desember itu,  sampai saat ini, terkesan jalan ditempat alias tanpa perkembangan yang jelas.

 

Karena belum adanya informasi dari Penyidik, bahkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan kliennya itu belum pernah diterima,  membuat Poltak harus kembali menyambangi Polres Pelalawan untuk yang kedua kalinya, (Jumat, 01/05-2020).

 

Kedatangan Poltak yang kedua kalinya ini,  setelah sebelumnya telah pernah juga bertandang kekantor korps Bhayangkara ini, sekitar Maret 2020; lalu,  dengan tujuan yang sama, yakni menanyakan perkembangan laporan penganiayaan kliennya itu.

 

Poltak bersama rekannya Kamaruddin simanjuntak SH MH menanyakan laporan kliennya Yusuf Siahaan, tampak saat itu, Penyidik dari polres Pelalawan Aipda Bertoni Yusuf Sitompul, seperti orang yang kelimpungan mencari berkas perkara yang dimaksudkan. 

 

Ada dugaan laporan klien kami itu tidak ada ditindaklanjuti terang Poltak kepada awak media ini. Bisa dibayangkan,  Hampir satu jam mereka itu, Bertoni bersama rekannya mencari berkas laporan Yusuf Siahaan yang berada didalam peti-peti, ungkap Poltak.

 

Kedatangan Poltak bersama Manaek Siahaan dan didampingi wartawan Aktual, Jumat, 01/05-2020, sekitar pukul 15.00 Wib. Betapa kecewanya Poltak saat itu, Ketika kedatangannya di ruangan Unit satu Reskrim polres Pelalawan, tidak ada anggota piket dari unit satu tersebut.

 

Ruangan yang biasa menangani perkara tindak pidana umum ini, didapati di ruangan itu hanya satu anggota piket dari unit empat yang sedang berada diruang unit satu itu, kepada Poltak bahwa dirinya bekerja diunit satu tetapi diunit empat sebutnya. Hal itu ketika menjawab Poltak  sambil serius mengoperasikan komputer diruang unit satu tersebut, yang bernama Jefri.

 

Menurut keterangan Jefri, katanya bahwa berhubung hari itu hari libur, semua sudah pulang pukul 14. 00 Wib.

 

Ditanyakan keberadaan Bertoni Yusuf Sitompul sebagai penyidik kasus kliennya tersebut.  Jefri menerangkan, bahwa pak Sitompul telah pulang, tadi pagi ada Pak Sitompul nya pak, tapi sekarang sudah pulang sebutnya.

 

Poltak yang mencoba menghubungi Aipda Bertoni Sitompul, sekalipun ponselnya dihubungi aktif, tetapi Tompul tidak menjawabnya.

 

Akibat kejadian ini, Poltak Silitonga menyayangkan tidak profesionalnya sistem kerja Penyidik polres Pelalawan ini sebutnya. 

 

Seharusnya kan harus ada anggota piket. Jadi, seandainya ada masyarakat yang datang untuk meminta informasi atau pelayanan dari pihak Polres Pelalawan, khususnya di unit satu ini, ada anggota piket yang standby, terangnya.

 

Saya ini misalnya, padahal saya harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. saya jauh-jauh datang dari Sumatera Utara. tetapi Penyidik polres unit satu Reskrim ini, tidak satupun anggota berada di tempat, selain Jefri Yang notabene dari ruang kerja unit empat, tetapi diduga melakukan pekerjaannya diruang unit satu, sebutnya.

 

Bahkan dihubungi ponselnya, Sitompul ini tidak mau menjawab ponselnya, agar dirinya sekedar mendapatkan informasi perkembangan laporan kliennya itu dapat diperoleh, ungkap Poltak menyesalkan.

 

Poltak Silitonga, sebagai penasehat hukum dari Yusuf Siahaan merasakan kecewanya terhadap kinerja Penyidik polres Pelalawan dalam menangani laporan kliennya tersebut. 

 

Masakan sudah empat bulan lebih laporan kliennya Yusuf Siahaan tidak ada informasi perkembangan nya.

 

Disiplin anggota polisi Penyidik unit satu ini telah mencoreng nama baik dari institusi kepolisian Negara Republik Indonesia. Padahal dalam undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian Negara Republik Indonesia BAB III pasal 14, dalam tupoksinya salah satunya adalah pelayanan.

 

Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Polisi Republik Indonesia, sesuai dengan Undang-undang Nomor 02 Tahun 2002, salah satunya Polri adalah pelayanan dan penegakan hukum harus lah mereka, POLRI haruslah bersikap profesional dan netral serta transfaran. Masakan telah empat bulan lebih tidak ada informasi perkembangan laporan kliennya ungkapnya, kesal.

 

Dari segi pelayanan katanya, Kalau ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan polisi, khusus nya Penyidik pada unit satu ini tetapi tidak ada satupun anggota yang stenby, maka patut dipertanyakan kedisiplinan Penyidiknya, sambil meminta media untuk mempublikasikan.

 

Aipda Bertoni Yusuf Sitompul, ketika dihubungi wartawan sekitar dua jam kemudian, melalui ponselnya Bertoni Sitompul menerangkan, pihaknya sudah olah Tempat Kejadian Perkara dan telah meminta keterangan saksi ahli pidana, Besok, akan kita kirim Surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan, kepada Bapak Kamaruddin simanjuntak, setelah ditandatangani pimpinan katanya.

 

Wartawan yang menanyakan sudah berapa lama laporan Yusuf Siahaan tersebut dimapolres Pelalawan, tiba-tiba Bertoni Sitompul hanya menjawab halo-halo, seolah jaringan kurang Bagus, Karena dianya saat itu sedang dilokasi TNTN Ukui katanya.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top