• Home
  • Pelalawan
  • Pengacara,Poltak Parningotan Silitonga SH : Ada Apa Dengan Pelayanan Polda Riau ?
Rabu, 6 Mei 2020 | 05:02:13
• Laporan Kliennya Tidak Diterima

Pengacara,Poltak Parningotan Silitonga SH : Ada Apa Dengan Pelayanan Polda Riau ?

Foto/Ist
Poltak Parningotan Silitonga, SH.

aktualonline.com.PELALAWAN |||| Setiap masyarakat punya hak dan kewajiban untuk melaporkan kepihak polisi, atas suatu perbuatan tindak pidana yang mereka alami atau yang dilihatnya. 

 

Pihak kepolisian, sesuai dengan Tupoksi mereka (Polisi), salah satunya adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat, wajib menerima laporan masyarakat yang datang kepadanya.

 

Namun, betapa kecewanya ketika masyarakat yang datang untuk melaporkan suatu tindak pidana kejahatan yang berharap laporan nya diterima untuk ditindaklanjuti oleh polisi, tetapi tidak diterima.

 

Kekecewaan ini diungkapkan oleh Poltak, yang merupakan penasehat keluarga Manaek Siahaan. Yang melaporkan kepolda Riau, pada Senin 04/05-2020. ketika pekerja dari Manaek Siahaan,  Toni harapan barimbing bersama saksi yang dibawanya dan didampingi awak media Aktual membuat laporan kepolda Riau. 

 

Laporan kepolda Riau ini terkait adanya tindakan menguasai, atau mengerjakan lahan oleh orang lain diatas tanah Manaek Siahaan yang berlokasi didesa Kesuma, pangkalan Kuras kabupaten Pelalawan, Riau.

 

Pelapor Toni barimbing, atas perintah Manaek Siahaan, melalui kuasa yang diterima nya,  barimbing menyampaikan kepada penyidik Polda Riau, Ipda Januadi.  Namun Penyidik pada Polda Riau ini tidak menerima laporan barimbing.

 

Alasan tidak diterima laporan barimbing ini katanya, Sesuai TR  Kapolda yang dirinya katanya lupa nomor TR nya,(Telegram Kapolda- Riau, Red), Untuk persoalan masalah tanah, untuk pelapor agar membawa surat kepemilikan tanah yang asli, untuk dapat diperlihatkan kepada penyidik katanya.

 

Alasan lainnya, menurut Januadi, surat kuasa yang diterima oleh pelapor yang menerima kuasa, Toni barimbing katanya tidak sesuai dengan laporan yang diterima oleh barimbing sebagai pelapor.

 

Ipda Januadi, tetap bersikukuh tidak menerima laporan barimbing sebagai pelapor yang dipercayakan oleh Manaek Siahaan, bahkan ketika pengacara Poltak Parningotan Silitonga SH, sebagai penasehat hukum Manaek Siahaan, melalui ponselnya mengatakan, bahwa segala kelengkapan administrasi yang dibutuhkan Penyidik akan dilengkapi selanjutnya.

 

Ipda Januadi, malah akhirnya dengan arogan mengembalikan ponsel wartawan Aktual, yang dipakai saat berbicara dengan Poltak Parningotan Silitonga,SH.

 

Ini bang handphone nya, jadi aku pula yang kena marah,  ini nah handphonenya, nanti malah kita nanti yang Jadi ribut. katanya, sambil berlalu meninggalkan wartawan dengan Toni barimbing diruang SPKT Polda Riau.

 

Selanjutnya oleh anggota yang lainnya, Toni barimbing dengan wartawan dibawa oleh anggota piket menemui Kanit Reskrim, Iptu, Viktor Simanjuntak.

 

Setali tiga uang, Kanit Viktor Simanjuntak, tidak menanggapi laporan yang disampaikan oleh barimbing, katanya kecuali membawa surat kepemilikan tanah yang asli sebagai syarat untuk membuat laporan pengaduan tentang orang yang menyerobot tanah, katanya.

 

Terkait tidak diterima nya laporan kliennya tersebut, Poltak justru mempertanyakan alasan tidak jelas Penyidik Polda Riau ini katanya. 

 

Bahwa yang melaporkan telah membawa foto copy surat serta peta tanah yang disahkan aparat pemerintah terkait, juga surat kuasa dari Manaek Siahaan yang menyatakan, bahwa tugas barimbing sebagai mandor ditanah atau kebun sawit Milik Manaek Siahaan, agar segala tindak pidana yang terjadi disana agar melaporkannya kepada pihak kepolisian.

 

Persoalan surat tanah yang asli, yang mereka minta, segera akan dibawakan nanti.

 

Tetapi disana, ditanah yang dipercayakan Manaek Siahaan itu, telah terjadi pelanggaran hukum. Namun pihak penyidik Polda Riau, malah terkesan membuat alasan yang tidak jelas disini katanya.

 

Lanjut Poltak menjelaskan, disana telah terjadi perbuatan melawan hukum. 

Pasal 167 ayat 1 KUHP, Barang siapa dengan melawan hak orang lain masuk dengan memaksa kedalam rumah atau ruangan yang tertutup atau pekarangan, yang dipakai orang lain, atau sedang ada disitu dengan tidak ada haknya, tidak dengan segera pergi dari tempat itu atas permintaan orang yang berhak atau atas nama orang yang berhak dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan, atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4500,-"juga peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 51tahun 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh penasehat hukum Manaek Siahaan,SH,MH yang juga penasehat hukum Manaek Siahaan juga menyayangkan sikap Penyidik Polda ini.

 

Pengacara kondang dari ibukota ini kepada awak Media ini melalui sambungan ponselnya, mengemukakan, bahwa masyarakat yang melaporkan itukan ( Antoni barimbing) telah membawa bukti permulaan, seperti peta tanah dan surat-surat photo copy tanah. Seharusnya dierima laporannya.

 

Selanjutnya kan ada Pemeriksaan berikutnya. Apalagi seperti yang disampaikan oleh rekan saya tersebut, Bapak Poltak Silitonga akan melengkapi nya kemudian, lagipula, polisi itu harus bekerja sesuai undang-undang, bukan karena perintah atasan seperti yang dikatakan ada TR Kapolda Riau mengenai perkara tanah seperti yang disebutkan Penyidik itu. (Ipda Januadi), terang Kamaruddin simanjuntak.

 

Amatan wartawan yang meliput Saat itu, betapa tidak baiknya sikap dari pihak penyidik Polda Riau yang terkesan angkuh dan sombong.

 

Untuk pak Kapolri yang terhormat, saya Richard Simanjuntak kepala Biro wartawan Aktual Kabupaten pelalawan. Memohon, kedepannya pak, kalau merekrut anggota polri, tolong direkrut bukan yang untuk mencari pekerjaan saja pak.

 

Sesuai salah satu tugas pokok dan fungsi kepolisian adalah, melayani masyarakat. Jika polisi bijaksana telah mengatakan, kalau mau kaya jangan jadi polisi, tolong ditambahkan pak, Kalau tidak memiliki pribadi yang mampu melayani masyarakat,  jangan masuk polisi. 

 

Atau bagi saudara yang telah masuk anggota polisi, agar dikedepankan yang memiliki pribadi seseorang "abdi". Saya juga seorang pelayan, pelayan Tuhan, sesuai yang saya imani. Ketika melaksanakan tugas saya, saya juga benar menjadikan saya pelayan yang tidak berharga.

 

Jadi, ketika dikritik, dikasih masukan yah diterima, bahkan jika pelayanan belum memuaskan orang yang kita layani, yah kita minta maaf dan berusaha lebih baik lagi.

 

Kami rindu polisi seperti sosok mantan Kapolri, Hoegeng imam Santoso. Polisi yang jujur dan sederhana.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top