• Home
  • Pelalawan
  • Ada Dugaan Penyidik Polres Pelalawan Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum
Kamis, 7 Mei 2020 | 22:16:54
• Pengacara Kamaruddin Simanjuntak SH,MH :

Ada Dugaan Penyidik Polres Pelalawan Tebang Pilih Dalam Penegakan Hukum

Foto/Ist
Kamaruddin Simanjuntak, SH,MH.

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Kembali polres Pelalawan mendapatkan kritik dari para pihak yang berharap perlakuan hukum yang adil, khususnya penegakan hukum pada bidang unit Reskrim Tipidum polres Pelalawan.

 

Ketidak puasan ini dilontarkan pihak penasehat hukum keluarga Manaek Siahaan, Kamaruddin Simanjuntak, SH,MH.

 

Kamaruddin kepada seumlah wartawan mengemukakan,adanya dugaan Penyidik Polres Pelalawan ini coba permainkan hukum.

 

Dugaan keberpihakan pihak penyidik ini katanya, setelah laporan kliennya Yusuf Siahaan yang sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

 

Seperti yang dilansir media ini beberapa waktu lalu, bahwa Yusuf Siahaan telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh abangnya Pdt. Iwan Sarjono Siahaan SH, pada hari Sabtu pagi, 21 September 2019, diDesa Kesuma, kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten pelalawan, Riau.

 

Sekalipun Penyidik telah menerima keterangan saksi-saksi, saksi korban, dan hasil visum et Repertum. Namun sampai saat ini,laporan Yusuf Siahaan, seolah jalan ditempat.

 

Dimintai informasinya, terkait pengaduan Yusuf Siahaan ini, Aipda Bertoni Yusuf Sitompul, Jumat, 01/05-2020. Ketika ditanyakan wartawan Aktual terkait perkembangan laporan Yusuf Siahaan ini. 

 

Melalui ponselnya, Bertoni Sitompul mengatakan, bahwa pihaknya telah meminta keterangan ahli. Besok, kalau pimpinan sudah tanda tangan, kita akan kirim kepada Bapak Kamaruddin simanjuntak, Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ( SP2HP).

 

Menindaklanjuti penyampaian Sitompul tersebut, awak media ini coba mengklarifikasi kepada Kamaruddin simanjuntak, Kamis, 06/05 -2020. Kamaruddin menyangkal adanya surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan atas nama Yusuf Siahaan, seperti yang dimaksud Bertoni Sitompul.

 

Pihaknya hanya ada menerima surat mengenai perkembangan laporan dari kliennya, atas nama Daniel Siahaan, surat tertanggal 04/05-2020.

 

Kamaruddin menyebutkan, kalau Pdt.Iwan Sarjono yang membuat laporan, mereka itu (Polres Pelalawan) cepat menanggapi nya. Terbukti, katanya ada dua orang Penyidik yang mendatangi kliennya Yusuf Siahaan dilapas Sialang bungkuk pekan baru, kemarin katanya.

 

Tujuan kedua orang penyidik dari polres Pelalawan ini katanya, terkait ucapan Yusuf yang katanya menyebutkan Iwan Sarjono sebagai pendeta palsu.

 

Padahal, itukan menyebutkan mengingatkan akan perbuatannya yang tidak sesuai dengan sikap seorang pendeta, (Hamba Tuhan).

 

Sekalipun pdt.iwan Sarjono ini yang merupakan pelaku penganiayaan yang dilakukan pada 05 Desember 2019 lalu, pihak penyidik polres Pelalawan tidak pernah serius menindaklanjuti pengaduan kliennya tersebut.

 

Bahkan Pdt.Iwan Sarjono Siahaan SH yang melaporkan adiknya Yusuf Siahaan dengan tuduhan penganiayaan, sesuai fakta persidangan, justru Iwan Sarjono lah yang empat kali mengintimidasi Yusuf, dengan menuduh Yusuf Siahaan sebagai pencuri buah kelapa sawit.

 

Dalam keterangan saksi-saksi yang melihat Kejadian yang tidak pernah diperiksa penyidik telah tiga kali datang kepolres Pelalawan.

 

Lasmer Gultom dihadapan awak Media, Gultom menyebutkan justru Iwan Sarjono yang menanduk kan kepalanya kepada kepala Yusuf Siahaan.

 

Selanjutnya keterangan lasmer, justru Iwan yang datang menjumpai Yusuf Siahaan, dan iwanlah yang membukakan pintu mobil grand max yang dikemudikan oleh Yusuf.

 

Setelah Yusuf keluar dari mobil, lalu Iwan yang menanduk kan kepalanya kepada kepala Yusuf, yang membuat Yusuf terdorong ke mobilnya.

 

Kamaruddin juga mengemukakan, terkait tindak penganiayaan yang dituduhkan oleh Iwan kepada Yusuf adiknya ini, adalah seputar siapa yang berhak memanen buah kelapa sawit tersebut. Seharusnya Yusuf yang disuruh oleh ayahnya Manaek Siahaan untuk memanen, Manaek Siahaan seharusnya juga diperiksa. namun sampai saat ini, Manaek Siahaan tidak pernah diperiksa terkait persoalan ini, sebutnya.

 

Padahal buah kelapa sawit itu adalah milik dari ayah mereka Manaek Siahaan. Yang menyuruh Yusuf Siahaan untuk memanen buah kelapa sawit tersebut adalah ayah mereka, Manaek Siahaan.

 

Disinilah ketimpangan penegakan hukum yang dilakukan oleh penyidik polres Pelalawan. Penyidik tidak pernah meminta keterangan dari ayah mereka Manaek Siahaan sebagai pemilik kebun kelapa sawit tersebut.

 

Dalam fakta persidangan, kata Kamaruddin Simanjuntak, Iwan Sarjono pun ada menyangkal pernyataannya dalam Berita Acara Pemeriksaan Penyidik sebagai keterangan yang tidak benar"palsu" atau sebagai keterangan karangan dari Penyidik Polres Pelalawan.

 

Wartawan yang mencoba menindaklanjuti penyampaian Penyidik, Aipda Bertoni Yusuf Sitompul yang mengatakan akan mengirimkan, Surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan atas laporan Yusuf Siahaan kepada Bapak Kamaruddin simanjuntak tersebut.

 

Namun berulang kali ponselnya dihubungi pada, Kamis 07/05-2020, ponselnya tidak dapat dihubungi.

 

Kaur Bin OPS, Iptu Arinal Fazri,SH. Dihubungi ponselnya, Kamis,07/05-2020, sekalipun tersambung, namun Fazri tampaknya enggan menjawab.

 

Menyikapi sikap Penyidik Aipda Bertoni Yusuf Sitompul yang mengatakan akan segera mengirimkan SP2HP, sesuai yang disampaikan nya, maka, selogan, " Kami Siap melayani Anda dengan Cepat, Tepat, Transparan, Akuntabel dan tanpa Imbalan" diduga bagaikan panggang jauh dari api.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top