• Home
  • Pelalawan
  • Sekdisduk Capil Kabupaten Pelalawan "Tantang Awak Media" Bongkar Permainan Curang di Disdukcapi
Minggu, 21 Juni 2020 | 23:45:31

Sekdisduk Capil Kabupaten Pelalawan "Tantang Awak Media" Bongkar Permainan Curang di Disdukcapi

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PELALAWAN||| Sekretaris Dinas kependudukan dan catatan sipil Kabupaten pelalawan, Jhoni  menantang wartawan untuk membongkar praktek curang yang dilakukan oleh pihaknya dalam pengurusan data-data kependudukan di Kabupaten Pelalawan.

 

Pernyataan Jhoni ini dilontarkan kepada wartawan Media ini, Jumat,(05/06-2020) di ruang penerbitan Kartu Keluarga Disdukcapil.

 

Ungkapan Jhoni ini terkait kritik/ protes wartawan yang mendampingi warga yang memohon tarik datanya dari Kabupaten Kampar atas nama Sokhizidu Nduru.

 

Sebelumnya wartawan mendampingi warga yang ingin menarik datanya secara online dari Kabupaten Kampar karena Warga atas nama Shokiziduhu Nduru telah menetap tinggal di Kabupaten Pelalawan beberapa tahun ini. 

 

Wartawan yang menyampaikan permohonan penarikan data secara online ini, berhubung pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan mengingat waktu sipemohon yang telah bekerja di salah satu perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Pelalawan.

 

Warga yang menyampaikan permohonan nya keDisdukcapil Kabupaten Pelalawan, Kamis, 14/05-2020, melalui Jhoni yang merupakan sekretaris Disdukcapil kabupaten Pelalawan.

 

Oleh Jhoni, wartawan diminta untuk membawa yang bersangkutan langsung (Shokiziduhu Nduru) dengan membawa materai 6000.

 

Lalu pada Senin18/05-2020 pemohon datang dengan membawa materai tempel 6000 sesuai pesan Jhoni.

 

Didampingi wartawan, Shokiziduhu Nduru diperintahkan oleh Jhoni untuk menemui Bay yang merupakan operator Disdukcapil Kabupaten Pelalawan, "katakan saja saya disuruh Sekdis"  kepada Bay, ujar Jhoni saat itu.

 

Lalu oleh Bay pemohon disuruh mengisi dan menandatangani formulir permohonan tidak mampu dalam pengurusan surat pindah dan ditandatangani diatas materai 6000.

 

Pada Jumat 05/06-2020, Bay yang merupakan operator Disdukcapil bahagian penerbitan kartu keluarga, menghubungi wartawan, namun karena terlambat menjawab, kontak terputus.

 

Melihat panggilan tak terjawab, wartawan menghubungi Bay beberapa kali, tetapi tidak menjawab, sehingga wartawan mendatangi kantor Disdukcapil terkait maksud panggilan Bay.

 

Sesampainya diruang penerbitan kartu keluarga Disdukcapil, yang kebetulan ditempat tersebut ada juga sekdisduk Capil, Jhoni.

 

Bay kepada wartawan meminta surat nikah pemohon,Permintaan Bay yang menyuruh menunjukkan surat nikah ini katanya atas permintaan Disdukcapil Kabupaten Kampar, hal ini juga dipertegas oleh Jhoni, bahwa persyaratan itu atas permintaan Disdukcapil Kabupaten Kampar katanya.

 

Menanggapi pernyataan Jhoni dan Bay ini, wartawan mengemukakan bahwa sewaktu pengurusan kartu keluarga di Disdukcapil Kabupaten Kampar tentulah surat nikah pemohon telah mereka mintakan,masakan itu menjadi persyaratan pengurusan surat pindah. 

 

Dan anehnya,kalau itu memang persyaratan yang harus dipenuhi, kenapa dari awal tidak disampaikan sebut wartawan yang seolah pihak Disdukcapil  terkesan mempersulit proses pembuatan kartu keluarga Shokiziduhu Nduru tersebut.

 

Wartawan yang merasa dipersulit dalam pengurusan surat pindah tersebut, wartawan mengingatkan,bahwa Disdukcapil kabupaten Pelalawan juga pernah ia dapatkan tanpa persyaratan yang dimintakan kartu keluarga dapat diterbitkan oleh pihak Disdukcapil pelalawan.

 

Bahkan pemohon sebut saja namanya Es, tanpa adanya data sedikit pun Es, hanya nama-nama kepala keluarga, istri dan anak-anaknya yang ditulis dalam secarik kertas, tetapi Es dapatkan  KK baru yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Kabupaten Pelalawan, itupun hanya hitungan tidak lebih dari satu jam kartu keluarga yang bersangkutan terbit. 

 

Kartu keluarga yang ia urus ini agar Es dapat mengurus Surat keterangan tidak mampu karena anak Es sedang sakit dan dirawat di RSUD Selasih, agar biaya perobatan anaknya dapat ditanggung pemerintah kabupaten Pelalawan.

 

Wartawan yang pada saat itu prihatin melihat nasib pemohon, ternyata belakangan didengar wartawan, bahwa keduanya bukanlah hubungan suami istri yang sah. Namun dapat memiliki kartu keluarga yang asli tapi palsu yang dikeluarkan oleh Disdukcapil kabupaten Pelalawan.

 

Karena perempuan tersebut telah meninggalkan suami dan anak-anaknya.

Ini berarti perempuan tersebut masih memiliki suami dikampung halamannya.

 

Mendapat tantangan dari Sekdisduk Capil Kabupaten Pelalawan tersebut, awak media ini melakukan investigasi dan mendapatkan informasi, bahwa ada sekian jumlah yang terbit Kartu keluarga baru tanpa harus melalui proses berbelit-belit seperti yang disyaratkan pihak Disdukcapil.

 

Kembali hasil informasi yang dihimpun awak media ini dari sumber lainnya, penyampaian sumber dirinya dalam mendapatkan kartu keluarga Kabupaten Pelalawan tidak perlu urus surat pindah seperti yang dimaksud, buktinya Kartu keluarga baru terbit, ucap sumber ini kepada awak media.

 

Dalam proses pembuatan kartu keluarga yang lazimnya disebut dengan istilah "menembak" dalam pengurusannya, tidak lebih dari satu jam, kartu keluarga baru dapat terbit menjadi pertanyaan.

 

Sementara orang yang memohon dengan benar dan membuat permohonan diatas materai 6000, berhari-hari bahkan berminggu-minggu, kartu keluarganya tidak dapat diterbitkan oleh Disdukcapil Kabupaten Pelalawan.

 

Mendapat penyampaian seperti itu,Sekretaris Disdukcapil Pelalawan, malahan menantang wartawan untuk membongkarnya. " Silahkan kau bongkar" kata Jhoni saat itu kepada wartawan.

 

Bahkan Jhoni terlihat Keukeh,ketika seseorang pendeta yang memohon pengurusan surat pindah itu adalah jemaatnya datang menghadap Jhoni, Jhoni tidak mau membantu sekalipun pendeta tersebut telah membawa surat nikah dari Shokiziduhu Nduru yang merupakan warga jemaatnya pendeta tersebut.

 

Jhoni yang kembali dihubungi wartawan untuk menarik kembali  berkas permohonan pengurusan surat pindah atas nama Shokiziduhu Nduru,  karena pihak Disdukcapil Kabupaten Pelalawan tidak dapat menerbitkan Kartu keluarga yang baru. Dengan pernyataan  enteng Jhoni dalam pesan WhatsApp nya mengatakan, berkas permohonan sudah mereka musnahkan.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top