Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
* Soal PT.Zivision Manfaatkan Fasilitas Negara

Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"

aktualonline.com/Richard Simanjuntak
Soal PT.Zivision Manfaatkan Fasilitas Negara,Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Perusahaan TV kabel Swasta PT ZI Vision telah menjadi sorotan atau pergunjingan masyarakat, khususnya masyarakat Pangkalan Kerinci.

 

Sorotan ini terkait aktivitas PT. ZI Vision yang  memanfaatkan tiang Listrik milik Perusaha an Listrik Negara (PT. PLN Persero) diduga tanpa izin.

 

Pernyataan bahwa PT Zivision Tanpa izin kepihak PT PLN ini diungkapkan oleh Indra selaku supervisor Teknik PT PLN cabang Pangkalan Kerinci, Rabu, 24/06-2020 dikantor PLN Cabang Pangkalan Kerinci jalan akasia Pangkalan Kerinci.

 

"Sepengetahuan saya, pihak PT Zivision itu tidak ada izin memakai fasilitas PLN sebutnya.

 

Mereka itu,(PT Zivision) main pasang saja kabel mereka ditiang PLN tanpa ada pemberitahuan, sudah jelas tidak ada izin nya bang apa lagi kerjasama tidak ada pungkas Indra kepada wartawan.

 

Ucapan Indra ini sebagai jawaban resmi pihak PT PLN mewakili manager, Bapak Ibnu yang terkesan enggan menemui awak media,

 

Terbukti telah ada dua kali awak media menyambangi kantor cabang PLN Pangkalan Kerinci ini selalu yang melayani hanya Indra selaku supervisor Teknik PT PLN cabang Pangkalan Kerinci.

 

Pantauan wartawan yang mengabadikan lewat bidikan wartawan, dijalan akasia atau seputaran Pangkalan Kerinci, tampak kabel dari PT ZI Vision yang menumpang bergelantungan ditiang PLN,  terpasang dengan tidak beraturan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, jika merujuk pada pasal 167 ayat 1 KUHP tentang, pemanfaatan tiang listrik oleh PT. Vision sudah merupakan pelanggaran hukum.

 

Bahkan,menurut Undang-undang No.30 Tahun 2009 tentang kelistrikan pasal 153, setiap orang yang melakukan kegiatan usaha jasa penunjang tenaga listrik tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 ayat (1) dipidana penjara paling lama Lima (5) tahun dan denda paling banyak Rp.2.000.000.000.(dua miliar rupiah).

 

Sebelumnya awak AKTUAL (Group media online aktualonline.com) Selasa, 23/06-2020 menghubungi Rony sebagai manager PT ZI Vision. Rony, melalui ponselnya mengatakan dirinya adalah benar sebagai Manager ZI Vision, untuk dapat memberikan keterangan tentang perijinan ini  adalah Direktur PT. Zivision, Pak Solehan, sebut Rony.

 

Rony  juga mengungkapkan " ini jangan dibawa kerana politik ya katanya", Karena kata Rony, PT. Zi vision ini sebagian  asetnya adalah milik dari ( salah satu bakal calon Bupati Kabupaten Pelalawan- Red).

 

Kembali Rony berjanji akan menghubungi awak media ini untuk klarifikasi dengan pimpi nannya, lalu sesudahnya akan menghubungi wartawan. Namun sampai berita ini dilansir kemeja redaksi, Rony tidak ada menghubungi awak media ini seperti yang ia janjikan.

 

Menyikapi penyampaian pihak PT PLN ( Perusahaan Listrik Negara) ini seperti yang disampaikan oleh Indra, bahwa pihak PT Zivision melakukan pemanfaatan fasilitas PLN yang notabene adalah milik negara yang dipercayakan oleh negara untuk dikelola dan dijaga segala fasilitasnya.

 

Tetapi mengapa mereka tidak menyikapinya, sehingga ada dugaan oknum PLN ada ikut menikmati keuntungan pribadi dari "kegiatan ilegal" oleh pihak PT Zivision yang memanfaatkan fasilitas milik negara kemungkinan tidak diketahui oleh Indra, tetapi diketahui oleh oknum tertentu.

 

Kemungkinan lainnya ada nya campur tangan oknum yang memiliki kuasa untuk menekan pihak PT PLN sehingga tidak berkutik, seperti yang disampaikan oleh Rony bahwa PT Zivision tersebut sahamnya ada dimiliki salah satu bakal calon Bupati kabupaten Pelalawan ( nama bakal calon seperti yang disebutkan oleh Rony ada ditangan wartawan,  kita ikuti saja berita penelusurannya selanjutnya.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

 

Editor : Zul

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top