• Home
  • Pelalawan
  • Wali Murid Keluhkan Kutipan Rp 250 Ribu/Siswa di SDN 011 Tepian Batu Pangkalan Kerinci Barat
Sabtu, 11 Juli 2020 | 22:07:57
* Berbalut Uang Cenderamata Lulus Sekolah

Wali Murid Keluhkan Kutipan Rp 250 Ribu/Siswa di SDN 011 Tepian Batu Pangkalan Kerinci Barat

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:
aktualonline.com.PELALAWAN ||| Ditengah sulit nya kondisi ekonomi masyarakat saat ini, terutama akibat dampak dari wabah covid-19, membuat puluhan orang tua siswa yang anaknya baru saja lulus dari sekolah SDN 011 Tepian batu Pangkalan Kerinci barat, Kabupaten Pelalawan menjerit.

Pasal menjerit nya puluhan orang tua siswa ini, selain mereka harus mengencangkan ikat pinggang, karena harus mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah anak, sebahagian dari orang tua ini harus mensiasati dengan pinjam tetangga kiri kanan yang kebetulan hidupnya lebih beruntung, sehingga dapat meminjamkan untuk namanya kebutuhan sekolah yang sudah menjadi kebiasaan bagi orang tua siswa.

Himpitan ekonomi yang semakin mencekik seperti ini, seperti nya oleh mereka para pemangku kepentingan tidak mau ambil pusing, mungkin dibenaknya, " itu urusan Lo, bukan urusan saya, mungkin yah".

Bagaimana tidak, sebahagian besar masyarakat, berharap uluran tangan pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi dan dan daerah bahkan sebahagian dana Desa pun harus dialihkan untuk membantu masyarakat yang terutama terdampak langsung oleh wabah covid-19 tersebut, agar bebannya sedikit berkurang.

Namun apa daya, yaitu tadi, bagi mereka yang berpikiran" itu urusan Lo, bukan urusan saya" yang penting kewajiban ya kewajiban, walau sebenarnya itu bukanlah kewajiban orang tua siswa untuk memberikan sejumlah uang untuk yang namanya uang cinderamata bagi pihak sekolah.

Adanya keluhan para orang tua siswa yang harus membayarkan uang sebesar Rp 250.000 kepada pihak sekolah, membuat awak media ini yang mendengarnya merasa berempati.

Awalnya dua orang tua siswa yang menyampaikan kepada awak media Group Aktual ini. Setelah ditelusuri lebih jauh, hasilnya ada puluhan orang tua siswa yang mengeluhkan dan keberatannya atas kutipan uang cinderamata sebesar Rp. 250.000. tersebut.

Tindak lanjut awak media ini yang mempertanyakan kebenaran kutipan Rp.250.000 untuk pembelian cinderamata tersebut kepihak sekolah SDN 011 tepian batu, Megawati Spd,  selaku kepala sekolah, melalui sambungan ponselnya, Rabu, 08/07-2020, Megawati membenarkan adanya kutipan uang sebesar Rp. 250.000 Untuk pembelian cinderamata,  untuk anak yatim dan kurang mampu berjumlah empat orang anak dibebaskan, sebutnya. 

Namun Megawati berkilah, kutipan itu katanya, hasil kesepakatan rapat pada akhir Januari lalu, "Ada itu pak notulen rapat nya antara orang tua dengan pihak komite, juga ada tanda tangan nya, sebut Megawati.

Kalau tidak salah, jumlah uang perpisahan sekolah sebesar empat ratus ribu lebih, tapi perpisahan tidak jadi dilaksanakan, uang dua ratus lima puluh ribu itulah untuk uang cinderamata, dari jumlah anak sebanyak enam puluh dua siswa selanjutnya empat orang anak yang dibebaskan  (alias tidak bayar - Red), jelas Mega.

Dihari yang sama tetapi tempat yang berbeda, Plt. Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Pelalawan, M. Zalal, S.Pd melalui kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Dasar Kabupaten Pelalawan, Martias, S.Ag,  MM.Pd, dimintai pendapatnya selaku pembina atau atasan kepala sekolah tersebut, Martias mengatakan, dirinya sedang berada diluar kota, (di Sumatera Barat) dan meminta untuk dapat menemuinya besok dikantor,( Kamis, 09/07-2020_ red).

Seperti yang disampaikan oleh Martias, keesokan harinya, awak media ini menyambangi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan. 

Namun setelah dihubungi melalui ponselnya, Martias mengatakan ianya masih dalam perjalanan pulang dan meminta agar awak media ini langsung mendatangi ibu Megawati. 

Saya belum bisa memberikan penjelasan karena belum ketemu langsung dengan ibu Mega, jangan melalui telepon, langsung aja bang temui ibu Mega itu bang.

Namun, karena awak media merasa sudah konfirmasi dengan kepala sekolah tersebut, dan hasil jawaban kepala sekolah tersebut seolah tak ada soalnya lagi oleh kepala sekolah,  Awak media ini mengurungkan niat untuk menemui kepala sekolah tersebut.

Informasi sebelumnya dari sejumlah orang tua siswa SDN 011 ini, sebut saja namanya Gl , kepada awak media Aktual ini, Gl mengatakan, "uang kutipan cinderamata ini diumumkan lewat group WhatsApp" oleh wali kelas siswa anaknya menjelang pengambilan Surat keterangan Lulus siswa sebutnya. Dan menurut orang tua siswa ini, kutipan uang itu sangat memberatkan baginya terang, Gl.

Sementara sumber lainnya mengatakan, ianya terpaksa memberikan uang sebesar Rp. 250.000 itu, takut kalau-kalau surat keterangan lulus anaknya atau Izajah anak nya nanti dipersulit Pak, terpaksa pinjam tetangga lah pak ungkap sumber dengan polosnya.

Bahkan dari sumber orang tua lainnya, juga menyebutkan keberatannya, " saya sangat keberatan, terpaksa isteri saya memberikan uang Rp.250.000 itu, seharusnya lah pihak sekolah mempertimbangkan dengan situasi Saat ini ekonomi yang sangat sulit, harus nya mengerti lah keadaan kita, ungkapnya.

Dan seingat saya, lanjutnya, "uang cinderamata itu hanya Rp. 50.000/siswa, kenapa sekarang menjadi Rp.250.000? Sebutnya, Heran. Berarti kan tanpa ada musyawarahnya.

Menyikapi pungutan uang  pembelian cinderamata sebesar Rp. 250.000, seperti yang disampaikan oleh para orang tua siswa tersebut, sangatlah beralasan. Apalagi situasi sulit akibat pandemi covid-19 saat ini yang merusak sebagian besar ekonomi masyarakat.

Apalagi pembelian cinderamata bukan suatu keharusan bagi orang tua siswa untuk memberikan kepada guru yang memang telah berjasa mendidik anak dari para orang tua tersebut.

Bahkan, sesuai dengan peraturan presiden nomor 87 tahun 2016, salah satunya pemberian cinderamata oleh orang tua siswa kepada pihak sekolah termasuk kategori pungutan liar.

Seharusnya juga, komite sekolah harus dapat melihat hal ini. Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor. 75 tahun 2016 tentang komite sekolah.

Komite sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan berbentuk bantuan atau sumbangan bukan pungutan. 

Ini berarti tidak ada  keharusan untuk  besar nya jumlah sumbangan, seperti Rp. 250.000 atau,  (150.000 bagi anak yatim ) seperti yang disampaikan oleh sumber lainnya.||| Richard Simanjuntak





Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Jumat, 26 Juni 2020 | 12:45:26
Disinyalir PT PLN “Tutup Mata"
BERIKAN KOMENTAR
Top