• Home
  • Pelalawan
  • Dugaan "Korupsi Berjamaah" Ditubuh BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan Disorot
Minggu, 2 Agustus 2020 | 00:20:59

Dugaan "Korupsi Berjamaah" Ditubuh BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan Disorot

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:
aktualonline.com.PELALAWAN ||| Badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Pelalawan kembali menjadi sorotan publik.

Badan usaha milik pemerintah Kabupaten Pelalawan yang dibangga-banggakan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan ini tampaknya akan menjadi batu sandungan citra baik Pemkab Pelalawan.

Setelah kasus rasuah lainnya seperti kasus dugaan korupsi pada Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan tentang belanja bahan bakar minyak (BBM) yang oleh pihak penyidik kejaksaan telah menetapkan satu orang tersangkanya yakni PPTK nya.

Kembali pihak Kejaksaan Negeri Pelalawan tampaknya juga mengendus aroma korupsi ditubuh BUMD yang belakangan ini menjadi sorotan publik bukan karena Direkturnya yang beberapa kali mengalami pergantian namun dugaan korupsi berjamaah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan tersebut terjadi.

Kasi Intel Sumriadi SH membenarkan telah ada memanggil pejabat BUMD Tuah sekata sebanyak dua kali untuk dimintai keterangannya seputar dugaan korupsi yang terjadi di badan usaha milik daerah yang bergerak di bidang jasa kelistrikan tersebut.

Kasi Intel Kejari Pelalawan, Sumriadi, SH,MH melalui ponselnya, Kamis 30/07-2020, ianya membenarkan adanya pemanggilan terhadap AFJ.

" Kita ada memanggilnya ( AFJ) sesuai prosedur untuk meminta penjelasannya dan tidak benar ada "Aman" dalam pemeriksaan yang kita lakukan seperti yang pernah ada diberitakan oleh media, pemeriksaan masih berjalan, kita masih pengumpulan bahan keterangan (pulbaket),” terang Sumriadi.

Sesuai data yang dimiliki oleh wartawan, ada sembilan pegawai BUMD Tuah sekata yang ditenggarai"Menggarong" harta kekayaan milik pemerintah ini yakni, TN, Ag, Afj, Dmn, Em, Ar, Zf, Vr, Sa.

Tidak tanggung-tanggung, dugaan korupsi berjamaah ini bervariasi, mulai masing-masing Rp.1.300.000 sampai Rp.2.395.874.000 yang membuat kerugian negara sekitar tiga miliar.

Atmonadi sebagai sekretaris dewan pengawas BUMD dihubungi ponselnya oleh wartawan untuk dimintai informasi seputar dugaan korupsi berjamaah ini senin 27/07-2020, tampaknya Atmonadi tidak bersedia memberikan penjelasan karena tidak pernah mau menjawab panggilan telepon wartawan. Padahal sebelumnya Atmonadi mau menjawab panggilan telepon wartawan. Namun mengetahui tujuan wartawan untuk mempertanyakan dugaan korupsi dengan alasan sedang rapat komunikasi terputus.

Setelahnya,wartawan menghubungi berulang kali bahkan keesokan harinya pun, Atmonadi tampaknya enggan memberikan informasi kepada wartawan terbukti Atmonadi tidak menjawab panggilan ponsel wartawan sekalipun ponselnya aktif.

Sementara salah satu pegawai yang dihubungi wartawanyang terduga korupsi Afj, ketika dikonfirmasi Senin 27/07-2020 melalui ponselnya kepada wartawan mengatakan, itu ada kesalahpahaman pak, katanya. 

Namun dirinya mengaku sudah ada dipanggil oleh kejaksaan negeri Pelalawan, kami masih dalam proses itu pak katanya, bahkan Afj berjanji akan menghubungi wartawan kembali karena dirinya katanya sedang bekerja di Pelalawan, namun sampai berita ini disampaikan kemeja redaksi, afj tidak ada menghubungi wartawan kembali bahkan ketika dihubungi ponselnya, ponselnya tidak pernah aktif.

Untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang dugaan korupsi berjamaah di BUMD PD tuah sekata ini, wartawan mencoba menyambangi kantor BUMD PD.Tuah sekata yang terletak di jalan lintas timur pangkalan kerinci ini untuk mengkonfirmasi PLT. Direktur, Hanafie, S.Sos, M.Si, sayangnya tidak berada ditempat.||| Richard Simanjuntak





Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Minggu, 6 September 2020 | 16:29:27
Pasangan calon Bupati Pelalawan, MANTAP Gelar Deklarasi
Minggu, 6 September 2020 | 01:35:26
Fakultas Hukum Unilak Kelompok 21 Laksanakan KBM
Senin, 31 Agustus 2020 | 12:28:22
Tim Koalisi Pemenangan Ridi-Habibi Dikukuhkan
BERIKAN KOMENTAR
Top