• Home
  • Pelalawan
  • JPU Mohonkan Majelis Hakim Tolak Eksepsi Pengacara Terdakwa
Minggu, 2 Agustus 2020 | 01:54:52
* Terkait Kasus Karhutla

JPU Mohonkan Majelis Hakim Tolak Eksepsi Pengacara Terdakwa

Foto/Ist
JPU Mohonkan Majelis Hakim Tolak Eksepsi Pengacara Terdakwa
BERITA TERKAIT:
aktualonline.com.PELALAWAN || Kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) PT Adei Plantation and Industry kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas II kabupaten Pelalawan Pangkalan Kerinci, Rabu 29/07-2020.

PT Adei Plantation and Industry yang diwakili oleh Goh Keng Ee selaku Direktur Operasional.

Dalam perkara karhutla ini PT Adei Plantation and Industry didakwa dengan dua dakwaan oleh jaksa penuntut umum kejaksaan negeri Pelalawan, yang dibacakan oleh JPU Rahmat Hidayat SH didampingi oleh Ray Leonardo menyebutkan, terdakwa telah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 98 ayat (1) Jo Pasal 116 ayat (I) huruf a UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta dakwaan kedua dengan perbuatan terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 99 ayat (I) Jo Pasal 116 ayat (I) huruf a UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sidang yang diketuai oleh ketua Majelis Hakim Bambang Setyawan SH MH, Hakim anggota Rahmat Hidayat SH MH dan Joko Ciptanto SH MH berlangsung singkat.

Agenda sidang dengan materi, mendengarkan replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas eksepsi atau nota keberatan yang dibacakan Penasehat Hukum (PH) terdakwa pada sidang pekan lalu 22/07-2020.

Dalam repliknya JPU meminta kepada majelis hakim agar menolak eksepsi yang diajukan oleh pengacara terdakwa dengan alasan isi eksepsi terdakwa telah masuk pada materi pokok perkara dimana pada umumnya, eksepsi selalu menyoal mengenai kewenangan absolut dan kewenangan relatif pengadilan yang memeriksa perkara.

“Sedangkan dalam eksepsi mereka, menurut kami isinya mengenai sarana dan prasarana. Nah, inikan sudah masuk ke pokok perkara,” ujar JPU Rahmat Hidayat SH usai sidang pada para awak media.

Dijelaskannya lagi, eksepsi yang sudah masuk ke pokok perkara biasanya akan ditolak oleh majelis hakim dan akan dilanjutkan kepada pemeriksaan materi pokok perkara.

“Kita tunggu saja putusan sela majelis hakim minggu depan karena itu merupakan kewenangan mereka,” ucap Rahmat mengakhiri.||| Richard Simanjuntak




Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Minggu, 6 September 2020 | 16:29:27
Pasangan calon Bupati Pelalawan, MANTAP Gelar Deklarasi
Minggu, 6 September 2020 | 01:35:26
Fakultas Hukum Unilak Kelompok 21 Laksanakan KBM
Senin, 31 Agustus 2020 | 12:28:22
Tim Koalisi Pemenangan Ridi-Habibi Dikukuhkan
BERIKAN KOMENTAR
Top