• Home
  • Pelalawan
  • Proyek Pekerjaan Desa Tambun Dinilai "Buruk" Tapi Dijadikan Contoh Untuk Kades di Kabupaten Pelalawan ?
Kamis, 19 September 2019 | 00:58:06

Proyek Pekerjaan Desa Tambun Dinilai "Buruk" Tapi Dijadikan Contoh Untuk Kades di Kabupaten Pelalawan ?

aktualonline.com/Richard Simanjuntak
Kondisi jalan Desa Tambun,Kecamatan Bandar Petalangan yang dinilai “buruk dan wartawan AKTUAL bersama Bendahara dan TPK serta IKMD Desa Tambun, Kecamatan Bandar Petalangan,Kabupaten pelalawan
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PELALAWAN ||| Pekerjaan Desa Tambun,Kecamatan Bandar Petalang an Kabupaten Pelalawan "Patut dicontoh oleh desa-desa yang ada di Kabupaten Pelala wan" demikian disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Pelalawan, M.Irsyad,SH,M. Hum, seperti yang dilansir salah satu media online terbitan Riau Rabu (18/09-2019).

 

Pernyataan Irsyad ini sepertinya patut diuji, pelaksanaan perkerasan jalan yang telah diperiksa dokumen dan fisiknya oleh inspektorat disebutkan layak menjadi contoh oleh desa lainnya yang ada di Kabupaten Pelalawan.

 

Namun sepertinya bertolak belakang dengan hasil amatan Tim wartawan yang melakukan investigasi pada Juli 2019 lalu.

 

Kegiatan yang pekerjaannya dirampungkan pada akhir tahun 2018, pada beberapa titik kegiatan jalan tersebut telah mengalami kerusakan-kerusakan dibeberapa titik badan jalan.

 

Pekerjaan perkerasan ini sesuai dengan sumber pekerjaannya menggunakan material sirtu beragregat sebanyak 879m3 dengan panjang kegiatan 1335 m dengan lebar 3,5m. Sementara penggunaan alat motor greder penggunaannya selama 44j jam dengan harga / jam Rp 500.000. Serta penggunaan vibrator roller selama 64 jam, dengan harga / jam Rp.480.000, serta mobilisasi alat/ unit,1.500.000. 

 

Perkerasan jalan ini sendiri berada dilokasi kegiatan yang merupakan dilokasi kebun sawit, sehingga jarang dilalui kendaraan lainnya, hanya sekali waktu pada waktu panen saja yang memungkinkan kondisi jalan yang seharusnya masih harus dalam kondisi baik, jika dikerjakan sesuai RAB tentunya.

 

Menimpali pernyataan pihak inspektorat yang telah melakukan pengecekan secara administrasi dan fisik. Jika secara administrasi untuk mobilisasi alat berat Rp 1,5 juta berdasar sumber media ini alat beratnya darimana ? murah betul, dari Pekanbaru tidak mungkin, sebut sumber.

 

Menurut informasi bahwa inspektorat melakukan pemeriksaan pada bulan awal sekitar februari sampai April, sementara tim wartawan yang kelokasi pada juli 2019, selayaknya pihak inspektorat kabupaten pelalawan telah melihat kondisi dilapangan yang sudah mengalami kerusakan dibeberapa badan jalan.hal ini diduga terjadi oleh karena jumlah material dan penggunaan alat yang dipergunakan tidak maksimal.

 

Penyampaian Bendahara DesaTambun, Maria Fransiska kepada wartawan Selasa (17/9- 2019) bahwa pihaknya masih memiliki waktu untuk pemeliharaan pekerjaan tersebut.

 

Terkait kerusakan, itu faktor cuaca menjelang akhir tahun sebutnya. Fransiska juga berusaha mengetahui dari mana sumber informasi yang diperoleh wartawan.

 

Kegiatan pekerjaan perkerasan jalan ini sendiri telah diperiksa oleh Tipikor Polres Pelalawan dan telah memeriksa TPK dan bendahara desa.

 

Menurut sumber bahwa ketika turun kelokasi pihak Tipikor menyebutkan kondisi jalan yang rusak betul ini bang menirukan penyampaian sumber.

 

Pekerjaan yang sumber dananya dari ADD Tahun 2018 tersebut menghabiskan biaya anggaran Rp.304.951.600 yang menurut Irsyad menjadi contoh bagi desa yang ada di Kabupaten Pelalawan. Namun kenyataan dilokasi jalan amblas sampai dengan hampir 15 cm itu tidak ada batu yang beragregat seperti yang seharusnya.

 

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Irsyad. SH, MHum, berapa kali disambangi ke Kantornya, tidak ketemu. Menurut pegawai inspektorat sedang ke Jakarta, dihubungi lewat telepon seluler hand phone (HP) dan WA tidak dijawab.||| Richard Simanjuntak

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top