• Home
  • Pendidikan
  • Juara Kelas Tidak Bisa Menjadi Patokan Anak Itu Cerdas
Kamis, 26 Desember 2019 | 00:54:37

Juara Kelas Tidak Bisa Menjadi Patokan Anak Itu Cerdas

Oleh : Siska Julindasari
BERITA TERKAIT:

Sebagian orang beranggapan bahwa yang memperoleh juara satu dikelas maupun yang dapat juara umum itu adalah anak yang cerdas dan hebat. Kemudian anak-anak yang biasa mendapat ranking terakhir selalu dicap sebagai anak yang bodoh atau idiot.

Dan kadang orangtua yang tidak memahami anaknya, sering pula membanding-bandingkan anaknya dengan anak yang lain, sambil berkata " kamu kok bodoh banget sih, cuma dapat ranking segini, coba kamu liat si Anu, dia dapat juara kelas, juara ini, juara itu, dan bla.. bla.. bla..," tanpa mereka memikirkan bagaimana perasaan anaknya yang bisa saja terluka, kecewa, ataupun merasa putus asa, ditambah lagi dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia, yang seakan menekan anak untuk bisa sesuai prosedur yang ada, dan mengharuskan anak memiliki standar kecerdasan yang sama, dan juga sangat otoriter sekali.

Padahal Allah SWT, menciptakan manusia itu unik mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yang seharusnya kita tidak lupa dengan hal itu.

Perlu diketahui juga bahwa kecerdasan itu tidak hanya anak yang sering mendapat juara dikelas saja, namun kecerdasan itu ada bermacam-macam, seperti kecerdasan kreatif, kecerdasan pribadi, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, kecerdasan jasmani, kecerdasan indrawi, kecerdasan seksual, kecerdasan numerik, kecerdasan spasial, kecerdasan verbal, dan kecerdasan emosional (Efendi, 2005).

Berkaitan dengan kasus tadi, bahwa tidak semua anak yang memperoleh ranking terakhir itu bodoh/idiot, bisa jadi ia memiliki salah satu kecerdasan diatas, karena setiap anak itu memiliki potensi dan bakatnya masing-masing, tergantng potensi mana yang akan ia kembangkan. Kemudian orangtua, masyarakat, dan pihak pemerintah juga sangat berperan penting dalam mengarahkan, membimbing, dan memeberi fasilitas dalam pengembangan potensi dan bakat yang mereka punya.

Oleh karena itu, artikel ini dibuat dengan harapan supaya pembaca, terutama untuk para orangtua, agar lebih memahami anaknya dan tidak lagi membanding-bandingkan anak, karna anak memiliki keunikannya masing-masing.

Referensi :

Efendi, Agus.(2005). Revolusi Kecerdasan Abad 21 : Kritik MI, EI, SQ, AQ dan Successful Intelligence Atas IQ. Bandung: Alfabeta (Anggota IKAPI).(Penulis adalah Mahasiswa semeter tiga, Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin,UIN Imam Bonjol-Padang, Sumatera Barat) 


BERITA LAINNYA
Senin, 30 Desember 2019 | 11:51:58
Persepsi Seseorang Yang Mengalami Toxic Relationship
Kamis, 26 Desember 2019 | 02:17:08
Ingatan Kita Didominasi Oleh Masa Lalu ?
Kamis, 26 Desember 2019 | 00:37:10
Lebih Mudah Mengingat Gambar Atau Tulisan ?
Rabu, 25 Desember 2019 | 00:54:07
Begadang dan Pengaruhnya Terhadap Atensi
Minggu, 22 Desember 2019 | 01:35:13
Persepsi Sarana Pemersatu Bangsa
Jumat, 20 Desember 2019 | 01:24:15
Pengaruh Handphone Terhadap Daya Ingat Pada Remaja
Kamis, 19 Desember 2019 | 13:21:06
Mengembangkan Kecerdasan Anak Penyandang Tuna Grahita
Kamis, 19 Desember 2019 | 13:00:54
Otak Perlu Dirawat Agar Tidak Pikun Dimasa Tua
Kamis, 19 Desember 2019 | 12:25:35
Bahasamu Membunuhku
Kamis, 19 Desember 2019 | 11:52:36
Ancaman Demensia Tak Bisa Dianggap Remeh
Rabu, 18 Desember 2019 | 12:15:49
Jangan Bentak Anak ! Ini Dampaknya
Sabtu, 13 April 2019 | 00:24:04
Kisah Umang (orang bunian) di Tanah Karo
BERIKAN KOMENTAR
Top