Senin, 8 Mei 2017 | 14:49:01

ITM Gelar Program Distance Learning Bidang Kontruksi

Foto/Ist
ITM Gelar Program Distance Learning Bidang Kontruksi
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN///Kepala Balai Penerapan Teknologi Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) diwakili Kepala Seksi Perencanaan Konstruksi Rezza Munawir mengatakan, jasa konstruksi menghadapi berbagai tantangan diantaranya banyak masyarakat jasa konstruksi di daerah yang belum paham membuat konstruksi yang baik. "Juga banyak masyarakat konstruksi yang belum paham tentang peraturan terkait spesifikasi teknis bidang konstruksi dan tidak memiliki akses untuk capacity building di bidang jasa kontruksi," kata Rezza saat menjadi narasumber pada Sosialisasi dan Pendampingan Program Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning) Bidang Konstruksi, di Kampus Institut Teknologi Medan (ITM), Jalan Gedung Arca, Medan, Kamis (4/5).

Tantangan lainnya, kata Rezza, adanya target nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang mengharuskan pelatihan bagi 750.000 tenaga kerja bidang konstruksi. Sementara anggaraan pembinaan SDM konstruksi sangat terbatas. "UU Nomor 2/2017 tentang Jasa Konstruksi sangat keras menuntut para pelaku jasa konstruksi baik penyedia maupun pengguna jasa untuk memiliki sertifikat kompetensi," tandas Rezza.

Pelatihan Jarak Jauh Bidang Konstruksi/Distance Learning Bidang Konstruksi (PJJBK) sendiri, sebutnya, bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses terhadap proses pembelajaran bidang jasa kontruksi yang bermutu dan relevan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dan sesuai kebutuhan.

"Mahasiswa dan alumni perguruan tinggi harus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Pasalnya, pengguna dan pelaku jasa konstruksi saat ini telah menggunakan internet sebagai media komunikasi," tambah Rezza. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pembangunan ITM Ir Mustafa MT dalam sambutannya berharap, sosialisasi dan pendampingan ini semakin mengintensifkan penyebarluasan informasi tentang sertifikasi kompetensi ke seluruh lapisan masyarakat bidang jasa konstruksi. Selain itu, semakin tingginya minat fresh graduate S1/D4 untuk menjadi tenaga ahli bidang konstruksi.

Pemerintah dan LPJK, katanya, semakin berperan dalam mengendalikan pindah jalur para lulusan fresh graduate S1/D4 konstruksi ke bidang nonkonstruksi. "Juga semakin tingginya kesadaran masyarakat jasa konstruksi untuk melakukan continuing profesional development/pengembangan keprofesian berkelanjutan atau CPD/PKB," tutur Mustafa.óZul--

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Minggu, 5 Agustus 2018 | 23:53:29
Faperta UMA Gelar Pembekalan PKL
Rabu, 23 Mei 2018 | 14:30:42
Reggy Nouvan,Berbagi Ilmu Lewat Komik
Sabtu, 14 April 2018 | 21:55:37
Kata Wakil Wali Kota,Guru Harus Diproteksi
Senin, 11 September 2017 | 12:40:29
ITM dan DPD RI Seminarkan RUU Kegeologian
Jumat, 11 Agustus 2017 | 01:39:44
Peserta Didik Nasional Butuh Penguatan Karakter
Selasa, 14 Februari 2017 | 23:09:38
LPM UMA Gelar Pelatihan AMD SPMI
BERIKAN KOMENTAR
Top