• Home
  • Simalungun
  • Polsek Parapat Jemput Tersangka AS Pelaku Sex Dibawah Umur,Korbannya Kakak Beradik Pelajar SD
Jumat, 14 Februari 2020 | 01:30:36

Polsek Parapat Jemput Tersangka AS Pelaku Sex Dibawah Umur,Korbannya Kakak Beradik Pelajar SD

Jes Sihotang
Tersangka AS setelah dijemput Brigadir Teddy Purba dari SMA HKBP parapat, sementara kedua korbannya saat memberikan keterangan.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com. SIMALUNGUN |||| - Berawal dari cerita dua Kakak Beradik kepada ibu Gurunya,  sebut saja Bunga (9) dan Ayu (8) yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD 51) Parapat, beberapa waktu lalu,  akhirnya membuka tabir bejat perlakuan seks tak senonoh oleh tersangka AS (16) anak kelas II SMA Swasta HKBP Parapat, terhenti setelah pihak Polsek Parapat, mengantarkan pelaku ke PPA Polres Simalungun,  Kamis (13/2/2020).

 

Si anak itu menangis di dalam kelas dan kerba termenung lalu setelah ditanya, si anak itupun cerita,  terkait aksi bejat itu.  

 

Kamipun meberitahukan kepada Oppungnya (nenek)  korban,  karena kedua siswa kami itu tinggal dan disekolahkan Oppungnya bermarga Siallagan/br Purba

 

Kejadian ini sempat ramai diperbincangkan dilingkuan pelaku dan korban tinggal,  sebab pelaku seks terhadap keponakannya ini justreru dilakukan dirumahnya sendiri,  sementara kedua korban ini tinggal bersama oppung (neneknya) di Belakang Terminal Parapat,  Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. 

 

Sebelum terkuak,  ternyata beberapa hari yang lalu,  pelaku sudah sempat diserahkan ke PPA Polres Simalungun,  namun karena dianggab masih sama-sama dibawa umur dan mempunyai hubungan darah kekeluargaan, dimana kakak beradik yang masih ingusan ini, masih memanggil oppung kepada orang tua si pelaku (AS).

 

Diurungkannya niat untuk melapor ke PPA Polres Simalunhun dan berharap kasus itu bisa diam begitu saja dan menasehati korban,  akan tetapi karena rumah korban mau dibakar massa yang berang dengan perlakuan korban. 

 

Akan tetapi ratusan warga yang bermukim di Terminal Sosor Saba Parapat rupanya sudah mencium cerita bejat si pelaku kepada dua kakak beradik itu,  lalu setelah melihat sipelaku kembali bersekolah dan tidak ditahan oleh Polres Simalungun, warga pun menjadi ribut, takut anak-anak mereka yang masih kecil bisa terimbas kelakuan bejat sipelaku. 

 

Akhirnya,  Polsek Parapat menurunkan anggotanya Brigadir Teddy Purba,  selanjutnya melakukan koordinasi dengan Lurah Parapat Rohana Sinaga, lalu bergerak menuju rumah orangtua pelaku,  di Terminal Parapat, Kelurahan Patapat.

 

Mendengar penjelasan dari Brigadir Teddy, kedua kakak beradik korban pelecehan sekseual itu pun sempat ditanya dan keduanya menceritakan kejadian itu,  juga dihadapan kepala sekolahnya itu. 

 

Dari pengakuan korban,  Udanya (pelaku) sudah berulang kali melakukan hal tak senonoh itu.Kakak beradikpun cerita, bahwa pelaku memasukkan anunya ke bagian kemaluan korban, dan sudah sering dilakukan, kalo kami 'nggak mau, kami dipukul,  ducubit,  kadang juga dibuat cabe keluka bekas luka pukulan Uda itu, Kata korban. 

 

Kedua kakak beradik itu juga mengatakan kemaluan Uda itu dimasukkan kemulut korban. Kedua korban itu pun menunjukkan bekas cubitan dibagian paha, lengan,  jidat, bibir, dan banyak lagi lebam-lebam ditubuh kakak beradik itu.  "kamaluan kami pun terasa sakit", Ujar kedua kakak beradik tersebut".

 

Setelah pelaku dijemput dari SMA HKBP Parapat,  pelaku langsung dibawa kembaki ke PPA Polres Simalungun. |||| Zest

 

 

 

 

Editor : Zul 


BERITA LAINNYA
Senin, 17 Februari 2020 | 23:13:03
Ketua PHRI Simalungun Meninggal Dunia
Sabtu, 15 Februari 2020 | 12:24:40
Mandi Hujan, Bocah Andre Terseret Arus Parit Irigasi
BERIKAN KOMENTAR
Top