• Home
  • Simalungun
  • Pembiaran Sejumlah Titik Longsor di Jalinsum Siantar-Parapat
Sabtu, 4 Juli 2020 | 11:40:06
* Disinyalir Ajang Permainan Mafia Proyek

Pembiaran Sejumlah Titik Longsor di Jalinsum Siantar-Parapat

aktualonline.com/Jes Sihotang
Pembiaran Sejumlah Titik Longsor di Jalinsum Siantar-Parapat
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.SIMALUNGUN ||| Sejumlah titik longsor dan sangat membahayakan pengendara diduga jadi permainan 'mafia Proyek' disejumlah instansi terkait, dikarenakan situasi bahu jalan yang amblas sekitaran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum Siantar-Parapat) seolah dibiarkan mengaga sampai lebar agar bisa menjadi proyek skala besar.


Salah seorang Warga Pondok Bulu, M Nainggolan (58), Sabtu (4/7/2020) kepada awak media ini menyampaikan, sejumlah titik longsor yang ada disepanjang Jalan Lintas dari Pondok Bulu ke Parapat saja ada sekitar 5 titik dan pada umumnya jadi langgaran logsor, dan sebahagian lagi ada bahu jalan yang sudah menganga sejak tahun 2018, 2019 dan ditambah lagi tahun ini. Namun perbaikan secara serius tidak pernah dilakukan oleh pihak Bina Marga Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II (BBPJN) Medan itu, apa mungkin mereka harus menunggu Bus penumpang dan kenderaan lainnya masuk jurang dulu?. Ujarnya setengah bertanya.


Nainggolan juga sangat menyayangkan pihak-pihak terkait jika ada indikasi seolah membiarkan jalan-jalan yang terancan amblas itu dibiarkan sampai berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai menahun tanpa perbaikan yang berkualitas.


"Coba bayangkan, kalau ada yang longsor dan jalan amblas, hanya ada tukang 2-3 orang yang memoles-moles lokasi kejadian, lalu minggu depannya amblas lagi, kita pun tak tau siapa tukang yang ada disana, dan kalau ditanya, jawabnya kami tak tau karena kami hanya upahan, begitulah situasinya, dan jika tak percaya chek aja ke Jalinsum Pondokbulu itu, walu sekarang sudah tak ada lagi orang disana, sebab yang mereka tukangi itu (perbaikan kecil) sudah ikut amblas bersama gorong-gorong jalan itu", Ujar Nainggolan.


Bukan hanya warga Pondokbulu yang miris dengan situasi Jalinsum yang tergerus longsor itu, salah seorang warga Sibaganding M Bakkara (60) juga sangat prihatin melihat situasi Jalinsum Parapat yang dihantui jalan amblas, anehnya titik jalan yang dihantam longsor gerusan air itu, terlihat berbahaya karena berhadapan dengan jurang, apa harus ada yang masuk jurang dulu baru diperbaiki, atau apa lebar bahu jalan yang amblas itu kurang besar supaya bisa diproyekkan dengan dana Puluhan Milliaran ?.


Kami sering lihat sejumlah pengendara itu kepepet disana, sebab sebahagian bahu jalan itu sudah tidak bisa dilalui kenderaan lagi, itu artinya kepentingan pengguna jalan umum sudah terganggu, padahal Pajak Kenderaan dan lainnya mereka bayar, belum lagi hal lain yang dianggab menjadi retribusi pemakaian jalan Negara ini, Katanya.


Saat hal hendak dikonfirmasi ke kesalah satu rekan di lingkungan kerja Bina Marga Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II (BBPJN) Medan menyampaikan informasi, bahwa bagian Satkernya  dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)nya sudah diganti bulan Pebruary lalu, dan sekarang sudah ada yang baru, Pak. Tapi saya belum tau nomor Hpnya ujar sumber. 


Sementara itu pihak management Bumi Karsa dari Kalla Grup di Simalungun Hamdan menyampaikan, bahwa pihaknya kerab memberikan bantuan perbaikan sementara daripada membahayakan pengendara dan kendala lain bagi pengangkut material, karena saya lihat ada truktruk yang lintas dari sana seperti Truk Mitra PT TPL, PT AN Regal Springs Indonesia pengangkut ikan nila, Truk Inalum, Truk Jafpa dan lainnya, karena  jalinsum Parapat itu sangat Vital, dan itu hanya sekedar bantuan semata, disaat urgent, Kata Hamdan.,||| Jess





Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 5 Agustus 2020 | 19:43:46
Gerbang Marcopolo NV STTC Dibongkar
Sabtu, 1 Agustus 2020 | 23:46:58
Air Sungai Lintas Jembatan Kembar Mulai Keruh
BERIKAN KOMENTAR
Top