Sabtu, 1 Agustus 2020 | 23:46:58
* Waspadalah Musim Penghujan

Air Sungai Lintas Jembatan Kembar Mulai Keruh

aktualonline.com/Jes Sihotang
BERITA TERKAIT:
aktualonline.com SIMALUNGUN ||| Sudah berbulan-bulan ruas jalan terlebih menuju kawasan Danau Toba, sepanjang Harangan Ganjang-Parapat (Simalungun) dibiarkan ambrol, gerusan air hujan itu telah menghantam beram dan bahu jalan lintas sumatera itu, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang terlihat, dan sebahagian badan jalan yang ambrol itu dibiarkan menganga tanpa lampu penerangan jalan pula.

Hal ini disampaikn Bilson. S (45) di Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Sabtu (1/8/2020) karena dari amatannya pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Sumut sampai detik ini diduga masih 'melakukan karantina mandiri' karena dirinya belum nongol memeriksa jalan yang sudah rusak-rusak dan berbahaya ini, Ujarnya.

Waspadalah Musim Penghujan, Air Sungai Lintas Jembatan Kembar Mulai Keruh

Masih segar diingatan kita, saat terjadi banjir longsor bertubi-tubi dan nyaris makan korban di kawasan Jembatan Kembar perbatasan Nagori Sibaganding (Sualan) dengan Kelurahan Parapat dan memacetkan ruas jalan lintas sumatera itu bulan  September 2019 lampau, sampai saat ini kondisinya masih 'baik' tetapi air yang mengalir sesekali terlihat keruh." Tidak seperti biasanya, kali ini air sungai jembatan kembar di Lombang Siduadua ini kadang keruh, itu atinya timbunan lumpur diatas sana mulai menggunung dan pada puncaknya nanti akan memuntahkannya seperti sedia kala", Ujar M Sinaga (50) di Warung Panatapan, Sibaganding.

Sejak mengulah pada bulan September lalu, banyak pihak berkompeten yang datang melalukan survey, pengukuran dan merencanakan pembangunan jembatan yang lebih baik lagi, termasuk 'memangkas' pebukitan dibantaran Jembatan Kembar tersebut, tetapi semua itu isapan jempol semata dan ternyata hanya untuk latar selfie mereka saja.

Buktinya, saat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Sumut dan tim ahli dari Bandung, Jawa Barat turun langsung meninjau kondisi Jembatan Sidudua, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (10/1/2019) tahun lalu, hingga saat ini jembatan yang masih bertahan dari  hantaman-hantaman lumpur bebatu itu, belum ada perubahan dan tidak ada modifikasi, "Walau kondisinya kini masih aman-aman saja, tetapi pengendara tetap diminta waspada tingkat tinggi saat melewati jembatan penuh misteri itu", Ujar Sinaga.

Percaya Atau Tidak, Elisa Santika 'Naga laut' Beri Sesajen Dijembatan Kembar Tersebut.

Percaya atau tidak setelah didatangai Elisa Santika Sinaga (30) bergelar 'Nagalaut',  kawah lumpur yang menimpa jembatan kembar Siduadua dinyatakan aman dari terjangan lumpur, karena sebelumnya hampir 50 kali 'erupsi lumpur' itu muntah dari puncak dan memacetkan jalan, dan usai dikeruk barulah dilakukan buka tutup jalan kala itu.

Setelah Elisa "Nagalaut' itu datang sendiri kawasan jembatan dan membuat sajen dari Sirih, Pangir (Jeruk Purut), buah Duren dan dua jenis Pisang yang pakai tandan, sepertinya kawasan tempat kejadian longsor itu sudah aman dan tenang, kamipun senang sebagai warga secara kusus di lintasan jalinsum Sibaganding-Parapat ini, padahal Boru Sinaga itu, tidak ada yang memanggil ke sini, Ujar Oppu Daut Sinaga kala itu.

Kini jembatan kembar Siduadua masih aman, dan ingat setiap kejadian banjir bandang dan banjir  lumpur yang kerab melanda jalinsum  Sibaganding-Parapat (Simalungun) selalu di Hari Sabtu dan jelang malam minggu, liburan weekend, maka untuk wisatawan yang hendak mengunjung Danau Toba kita lintas Jalan Siantar-Parapat dihimbau untuk tetap behati-hati (Waspadalah...!). ||| JESS





Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Senin, 10 Agustus 2020 | 14:13:07
Warga Serahkan Situmorang Ke Polsek Parapat
Rabu, 5 Agustus 2020 | 19:43:46
Gerbang Marcopolo NV STTC Dibongkar
BERIKAN KOMENTAR
Top