• Home
  • Simalungun
  • Pemenang Tender CV Guruh Medan Harus Bertanggung Jawab
Senin, 16 November 2020 | 13:27:53
*Warga Jalan SM Raja Parapat Kirim Surat Ke Polisi dan DPRD

Pemenang Tender CV Guruh Medan Harus Bertanggung Jawab

Kapolres Simalungun : "Saya Akan Cek"
aktualonline.com/jess
aktualonline.com.SIMALUNGUN ||| Pengerjaan proyek saluran air (Drainase) kiri-kanan di Jl. SM Raja (Jalinsum Parapat) dikerjakan oleh pemenang tender atas nama CV GURUH beralamat di Jl. SMA II No. 8 LK. VI Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia berbiaya sekitar Rp5 M, namun operandinya di lapangan dikerjakan asal jadi dan oleh masyarakat yang tidak puas dengan cara kerja pemborong di kampungnya itu mengirimkan surat Pengaduan Masyarakat (Dumas) ke Polsek Parapat dan sudah juga diberitahukan ke Polres Simalungun dan Ketua Komisi II DPRD Simalungun, Maraden Sinaga.

Demikian disampaikan Burju Sidabutar (40), di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Senin (16/11/2020), karena proyek ini tidak berkualitas dan kuantitasnya sangat diragukan, dan ada baiknya tim Polres Simalungun yang membuktikan itu nanti di lapangan, katanya.

Adapun isi surat laporan dan keberatan melalui surat 'Pengaduan Masyarakat' itu, tertanggal 25 Oktober 2020 langsung ditujukan kepada Kapolres Simalungun berisikan;

Sehubungan dengan program dari Pemerintah pusat bahwasanya kawasan Danau Toba, menjadi kawasan wisata super prioritas, maka dengan itu kami masyarakat Parapat khususnya warga sekitaran Jln. Sisingamangaraja Parapat, ikut menyambut dan mendukung penuh program tersebut, dimana di dalam salah satu program itu adalah perbaikan saluran air (saluran parit kota) dan pedestrian (trotoar) di sepanjang jalan Sisingamangaraja Parapat.

Tetapi setelah kami melihat sistem dan cara pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kontraktor yang dihunjuk untuk menangani projek ini, kami (warga) merasa banyak kejanggalan dan kekurangan dalam cara pekerjaan projek tersebut, antara lain;

1. Perbedaan bahan yang digunakan oleh kontraktor yang mengerjakan projek saluran air di Jl. Sisingamangaraja dengan pekerjaan yang sama di tempat yang lain yang menggunakan pasangan batu kali, sementara di tempat lainnya menggunakan bahan Plat beton.

2. Kenapa pekerjaan projek ini terlalu lama? (terhitung dari bulan April s/d sekarang) membuat aktivitas kami terlalu lama terganggu.

3. Pihak projek tidak mengantisipasi analisa dampak lingkungan (AMDAL) karena volume debu dari pekerjaan projek sangat tinggi, dimana warga pada umumnya pedagang, warung kopi rumah makan dengan sistem rumah terbuka.

4. Kemudian mengapa bahan material projek yang diletakkan di pinggir jalan dan tidak diberi tanda-tanda rambu peringatan.

5. Sisa tanah bekas korekan hanya diletakkan begitu saja di depan rumah warga.

6. Lantai dasar parit masih dikerjakan setengah, tetapi langsung di Cor dari atasnya.

7. Lobang kontrol pada parit jaraknya sangat jauh.

Surat keberatan ini dibubuhi tanda tangan perwakilan warga Jln. SM Raja Parapat K. Sirait, B. Sidabutar dan Br. Tobing.
 
Dilain pihak, sebahagian warga juga berharap untuk mengecek keberadaan kantor pemenang tender tersebut, apakah kantor itu ada dilamat tersebut, karena setelah kami chek di Google, alamat diatas kok seperti hanya warung kopi saja, ujar M Sinaga menimpali.

Warga lainnya P Sirait (50), menyampaikan bahwa ada bocoran informasi dimana dalam kontrak awal disebut  bahwa Proyek APBN Rp1.5 Miliar ini dipimpin oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  Mujasman, ST. Lalu memakai jasa Konsultan Supervisi PT. MONO HEKSA KSO PT. SECON yang dipimpin oleh Deky Herianto, ST. MT sekaligus sebagai Site Engineer dan Inspector Engineer Ir. Ramses Panggabean. Hotben Sitinjak, ST sebagai Quality, lalu sebagai Quantity adalah ST. Kusumojati, ST, nah perihal kesehatan dan keselamatan kerja K3/HSE, ternyata di lapangan ada yang tak beres, dan silahkan di chek apakah kelengkapan struktur ini jelas atau hanya di atas kertas belaka, ada baiknya ditelusuri saja, karena amatan kami sebahagian diantara struktur itu semu, padahal sudah diberi bugjeting (upah perbulan) dari Negara. Ujar Sirait.

Keraguan terkait kantor pemenang tender atas nama CV Guruh yang berdomisili di Medan itu, kini jadi bahan perbincangan hangat di Parapat, sebab selain pengerjaan ini terkesan lamban dan tak berkualitas, pekerja proyek ini pun sepertinya tidak lagi memakai tim ahli, dan pekerja kerab gonta ganti, untuk itulah kami harapkan juga kepada Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, supaya dapat meluangkan waktunya melihat proyek senilai Rp5M lebih ini sebab Polri adalah bagian dari pengawasan program pemulihan ekonomi hingga tingkat daerah, jika begini cara kerja si pemborong itu, bagaimana ekonomi rakyat bisa pulih, dengan cara kerja lambat seperti ini. Jadi pak Kapolres dapat mengkordinasikan ini dengan Kepala Balai 1 Sumut yang kami dengar bermarga Simanjuntak. Ujar Sirait.

Beda lagi dengan komentar Burju Sidabutar, menurutnya kenapa proyek ini tidak menggunakan plat beton U, Kenapa pake pasangan batu koral? Ini kan pusat kota, sementara di tempat lain menggunakan plat beton U, katanya.

Burju juga mempertanyakan perihal gambar besteknya, dan nepotisme pihak PUPR  yang membeda-bedakan proyek drainase ini dengan lokasi lain, anehnya lagi jarak lobang kontrol tidak logika, mereka dini buat 100 m per lobang kontrol, lalu jika terjadi penyumbatan, orang yang masuk ke dalam bisa mati, lho!Kata Burju yang juga dedengkot Karang Taruna Parapat itu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo menyampaikan, akan memperhatikan itu, dan kepada warga diharapkan tetap bisa mengawasi pekerjaan mereka. Terimakasih infonya. Ujar Kapolres. ||| JESS






Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 24 November 2020 | 12:15:16
Polisi Borgol Amir dan Refizal Karena Kantongi Sabu
Senin, 23 November 2020 | 00:18:47
Paslon HARUS Komitmen Berdayakan Kaum Perempuan
Senin, 23 November 2020 | 00:18:47
Paslon HARUS Komitmen Berdayakan Kaum Perempuan
Sabtu, 21 November 2020 | 12:29:36
Satu Hari 4 Kejadian Bencana Alam Simalungun
Jumat, 20 November 2020 | 13:36:24
80 Bungkus Sabu Diamankan dari Bambang Rianto
BERIKAN KOMENTAR
Top