• Home
  • Solok
  • Oknum Pegawai BPN Kabupaten Solok Terjaring OTT
Selasa, 5 Juni 2018 | 00:54:17

Oknum Pegawai BPN Kabupaten Solok Terjaring OTT

aktualonline.com/Roni Natase
Oknum Pegawai BPN Kabupaten Solok Terjaring OTT
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.SOLOK///Diduga telah melakukan pungutan dalam pengurusan pemisahan sertifikat tanah, Rabu (30/5) lalu, sekira pukul 12.30 Wib. Seorang oknum Kantor BPN Kabupaten Solok berinisial MI, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Operasi Tangkap Tangan tersebut dilakukan Tim Saber Pungli Polhukam RI didampingi petugas Polres Solok Arosuka.

OTT terhadap ML berawal dari adanya informasi yang diterima tim Saber Pungli dan langsung bersama petugas dari Mapolres mendatangi Kantor BPN Kabupaten Solok.

Pada saat itu juga dilakukan operasi tangkap tangan terhadap yang diduga MI, yang juga sebagai kasi pengukuran kantor BPN Kabupaten Solok. dalam pengurusan pemisahan sertifikat oleh Notaris LY, tersangka MI meminta uang sebesar Rp enam juta kepada LY.

Dalam aksi OTT gerak cepat itu, tim juga menemukan barang bukti berupa uang yang diduga hasil pungutan senilai Rp enam juta, kemudian dua berkas sertifikat tanah. Demikian  disampaikan Kapolres Arosuka AKBP, Ferry Irawan dalam Press Release didampingi Wakapolres Kompol El Lase, di Halaman Mapolres Arosuka Senin (04/06).

Kapolres Solok Arosuka AKBP Ferry Irawan menyebutkan, pungutan tersebut dilakukan sebagai "pelicin" dalam memperlancar proses pengurusan pemisahan sertifikat tersebut. Sehingga mau tak mau korban harus membayarkan hal itu demi kelancaran urusannya.

"Modusnya untuk memperlancar segala urusan, terkait berapa banyak korban yang sudah dikenai pungutan, nanti akan kita dalami, sekarang kita fokus dulu pada proses OTT ini," papar Ferry sambil melihatkan barang bukti.

Lebih rinci Ferry memaparkan, Tersangka dikenai pasal 12 huruf e  jo Pasal 11 undang undang no.20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Dengan ancaman pidana minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda minimal Rp200 juta dan maksimal Rp1 miliar.

Dia menambahkan, dari data yang Tim Saber Pungli, selain BB senilai Rp enam juta itu, ada sekitar Rp 12 juta lagi yang diamankan dari Tenaga Harian Lepas (THL) BPN Kabupaten Solok.

"Namun kita tidak bisa menahan THL tersebut, lantaran dari penyelidikan awal, kemungkinan dia korban dari situasi, nanti akan kita kembangkan lagi," tambahnya.

Lebih jelas disampaikan Kapolres, berdasarkan data dari Tim Saber Pungli, ada banyak berkas sertifikat tahun 2014 yang masih belum diserahkan, pihaknya akan menyelidik lebih lanjut tentang ini."Memang cukup banyak, sertifikat dari 2014 yang belum diserahkan, namun ini akan kita selesaikan satu-satu, yang jelas sekarang kita fokus pada proses OTT dulu," terangnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk melapor jika melihat atau menjadi korban pungli, karena setiap kegiatan pelayanan masyarakat itu ada standar operasional prosedurnya."jika ada yang janggal dalan pelayanan, dan berbau pungli, laporkan saja, tidak usah takut," paparnya.

Dalam press release ini juga diungkapkan kasus penangkapan narkotika jenis ganja seberat 4 Kg dari tangan tersangka berinisial OY, 26, di Jorong Lubukaguang Nagari Kotobaru Kecamatan Kubung, pada Kamis (24/5) lalu, serta kasus penemuan 9 paket ganja di toilet MAN Kotobaru, Kamis (31/5) dengan berat total sekitar 8,25 Kg.///Roni Natase

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 2 Oktober 2018 | 12:21:14
Begini Persiapan Leo Murphy Caleg PDI P Kota Solok
Selasa, 25 September 2018 | 01:28:12
AMIK Kosgoro Solok Wisuda 42 Lulusan
BERIKAN KOMENTAR
Top