• Home
  • Sumut
  • Dua Warga Desa Ramunia Babak Belur Dihajar Massa
Jumat, 27 November 2015 | 10:55:02
• Ketahuan Mencuri Sepeda Motor Petani

Dua Warga Desa Ramunia Babak Belur Dihajar Massa

Ketahuan hendak mencuri Sepedamotor maling babak belur dihajar massa.
BERITA TERKAIT:

PANTAI LABU--Ketahuan saat beraksi akan mencuri sepeda motor, dua maling Apriadi alias Apri (27) warga Gang Abas Desa Ramunia 2 Kecamatan Beringin Dan Ahmad Abdi Maulana alias Nanang (15) warga Gang Besi Desa Ramunia Kecamatan Beringin babak belur dihajar warga.

 

Aksi pemukulan tersebut terjadi akibat kedua maling ini hendak mencuri kereta milik petani yang di parkirkan dikawasan benteng persawahan Pulo Naga Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu.

 

Informasi yang dihimpun aktualonline.com. Kamis (26/11), sekira Pukul 16 : 30 Wib, aksi pencurian berawal saat itu sehari sebelumnya Apri berjumpa dengan Nanang di salah satu gubuk kosong dekat tempat tinggal mereka.

 

Gubuk yang biasa digunakan anak-anak kampong untuk berkumpul itu ternyata perkenalan pertama Apri dan Nanang.  Apri, bapak beranak 1 dan tidak punya pekerjaan menetap itu langsung menawarkan niatnya pada Nanang. Anak sulung dari 3 bersaudara itupun sempat menolak ajakan Apri karena takut melakukannya.

 

Namun dengan iming-iming akan diberikan uang Rp 200 Ribu ditambah sedikit ogap-ogab, Nanang pun tak kuasa menolaknya. Setelah matang semalaman me rencanakan targetnya, esoknya aksi pun digelar.


Dengan mengenderai sepedamotor Honda Supra milik orangtua Nanang, keduanya pun be rangkat menuju kawasan persawahan Pulo Naga Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu. Dilokasi itu pandangan Keduanyapun langsung tertuju pada sepedamotor Honda Supra yang terparkir. Melihat situasi yang menurut Apri menguntungkan, aksi pun dilakukan.

 

Parahnya, Apri malah menurunkan Nanang dekat dengan targetnya dan menyuruh untuk mengambilnya. Sementara Apri malah siaga diatas sepedamotor milik orangtua Nanang. Me lihat keduanya seperti mempereteli sepedamotor yang terparkir dibenteng persawahan itu, warga pun langsung berteriak maling.


Mendengar teriakan itu Apriadi langsung tancap gas meninggalkan Nanang yang gugup bercampur takut. Tanpa dikomando, massa pun langsung berdatangan dan menghajar Na nang lebih awal. Nasib apes pun menimpa Apriadi. Sepedamotor yang ditungganginya ter jatuh. Massa pun turut menghajarnya hingga bonyok.

 

"Aku semalam kenal dengan bang Apri itu di gubuk dekat kampong kami. Terus diajaknya aku mencuri kreta. Katanya kalo berhasil kretanya mau dipakenya dan aku akan dikasi uang Rp 200 Ribu", aku Nanang sambil meringis kesakitan di RSUD Deliserdang.


Sementara keterangan Nanang itu langsung dibantah Apriadi. Menurutnya, aksi itu merupa kan rencana mereka berdua sewaktu bertemu di gubuk kosong dekat kediaman mereka. "Bo hong dia itu bang, itu ide kami berdua. Karena katanya dia sudah pernah main sama si Pu put saudaraku ngambil Honda Revo", sebut Apriadi di ruang IGD RSUD Deliserdang.


Kapolsek Beringin AKP Iwan Kurnianto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan mengatakan sedang melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. "Keduannya digebuki massa dan sekarang sedang diperiksa penyidik", sebutnya.--Ade--


BERITA LAINNYA
Jumat, 20 Juli 2018 | 14:03:05
Kongres II APSMI USU Dibuka
Jumat, 20 Juli 2018 | 13:58:50
Demokrat Daftarkan 25 Caleg ke KPU Samosir
Rabu, 18 Juli 2018 | 00:02:47
PKH Jadi Polemik Warga Gunungsitoli
Senin, 16 Juli 2018 | 21:46:30
Kapal Jenis Roro Akan Beroperasi di Danau Toba
BERIKAN KOMENTAR
Top