Rabu, 27 November 2019 | 13:28:25

FDT 2019 Terancam Gagal

Foto/Ist
HM Nezar Djoeli
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.com.MEDAN ||| Perkumpulan Anggota DPRD Sumut 2014 - 2019 yang tergabung dalam Presidium de Empatbelas menilai, Festival Danau Toba (FDT) 2019 terancam gagal. Sebab, sampai saat ini anggaran untuk kegiatan tersebut belum terserap dari APBD, karena masih dalam proses pelelangan.

"Ini diakibatkan karena kepala dinas pariwisata tidak memahami akan situasional dan pentingnya pariwisata Sumut. Padahal, Gubsu dan Wagubsu sangat giat-giatnya menyatakan ingin membuat gegap gempita Festival Danau Toba, ini terbukti dengan mengadakan rally dan event internasional di sana," kata HM Nezar Djoeli, Selasa (26/11/2019).

Tetapi, lanjutnya, kegiatan yang telah dilakukan di Danau Toba itu tidak bisa disinergikan oleh kepala dinas pariwisata yang juga memang hari ini anggaran tersebut belum terserap. "Bahkan promosi tentang FDT juga masih belum ada. Jadi ini terkesan dipaksakan dan menghabiskan anggaran di akhir tahun, seperti terkesan asal jadi. Belum lagi kegiatan tersebut, memiliki anggaran operasional yang sangat signifikan besarnya," imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Nezar, persoalan ini harus menjadi perhatian Gubsu Edy Rahmayadi terhadap Dinas Pariwisata. "Lagipula yang menjadi pertanyaan, kenapa kepala dinas pariwisata dipilih seorang dokter untuk mengelola pariwisata. Ini bertolak belakang dengan disiplin ilmu dan kepariwisataan yang ada di dinas tersebut," imbuhnya.

Kemudian, dia juga mengungkapkan kepala dinas pariwisata memiliki track record yang tidak baik saat menjabat  kepala dinas kesehatan di kota Siantar yakni terjadi persoalan yang menyerempet ke masalah hukum. "Oleh karena itu, kami dari perkumpulan de empatbelas sangat khawatir dengan hadirnya kepala dinas pariwisata yang tidak memahami kondisi situasional yang ada di Sumut," imbuhnya.

Dia juga pesimis PAD dari sektor pariwisata meningkat karena dipimpin oleh kepala dinas yang tidak paham tentang pariwisata. "FDT yanh selalu kita agung-agungkan ini juga memang terkesan asal jadi, yang terpenting sudah ada anggaran di buku APBD dan harus dilaksanakan," tuturnya.

Kemudian, Nezar juga kecewa tentang pembatalan renovasi tempat seni di Taman Budaya meski sudah lelang, dengan alasan status kepemilikan belum jelas.

"Tempat seni itu bukan kebutuhan APBD, tapi kebutuhan para seniman. Ini akibat kepala dinas tidak memiliki kemampuan menilai, yang mana menjadi objek pariwisata dan objek para seniman yang menjadi pemasukan bagi sumber PAD. Jadi tidak tepat dokter menjadi kepala dinas pariwisata. Padahal, tempat seni di Taman Budaya itu sudah selayaknya direnovasi, kita tidak peduli itu milik MEDAN atau provinsi, tapi itu kebutuhan masyarakat seni yang memang butuh renovasi," tambahnya.||| Edizon

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 10 Desember 2019 | 19:47:42
Lomba Paduan Suara FDT 2019,Medan Juara I
Selasa, 10 Desember 2019 | 14:04:49
Kapolres Pelabuhan Belawan Terima Kunjungan Anak Yatim
Selasa, 10 Desember 2019 | 13:35:33
Gubsu Buka Festival Danau Toba ke-7
Senin, 9 Desember 2019 | 18:58:05
Bulang Sulappei Pecahkan Rekor Muri di FDT ke 7
BERIKAN KOMENTAR
Top