• Home
  • Sumut
  • Mantan Kades Batusundung masuk bui
Rabu, 27 November 2019 | 15:59:44

Mantan Kades Batusundung masuk bui

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PALUTA ||| Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas Utara (Paluta) akhirnya menetapkan Mardan Goda Siregar s laku mantan Kepala Desa Batu Sundung Kecamatan Padang Bolak sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa untuk Tahun Anggaran (TA) 2018. Saat itu, dia menjabat sebagai kepala desa setempat. 

 

Sebelum menyandang status tersangka, terlebih dahulu Mardan Goda diperiksa dalam statusnya sebagai saksi. Dia dijemput penyidik dari Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Upaya paksa itu dilakukan setelah yang bersangkutan tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

 

Kita telah melakukan pemanggilan secara layak, pada tanggal 14, 18 dan 20 November 2019. Namun yang bersangkutan tidak pernah menghadiri panggilan tersebut,” kata Kajari Paluta Andri Kurniawan SH MH didampingi Kasi Intel Budi Darmawan SH, Kasi Pidsus Indun Harahap SH MH, Kasi Datun Syahbana Surbakti SH MH saat Press Realess di Kantor Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara Selasa ( 26/11 ).

 

Selanjutnya, penyidik melacak keberadaan Mardan Goda dan diketahui berada di Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, Bengkulu Utara, Kemudian, tim penyidik dibantu tim pihak Kejari Bengkulu Utara berangkat menuju lokasi dan tiba di rumah Mardan Goda, Senin (25/11) sekira pukul 10.30 WIB. 

 

Tim awalnya disambut oleh istri Mardan Goda Siregar dikarenakan dia sedang mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, kita menyampaikan maksud dan tujuan. Lalu dia kita bawa ke Kejari Bengkulu Utara untuk dilakukan pemeriksaan,” Ujar Kejari..

 

Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik lalu menetapkan Mardan Goda Siregar sebagai tersangka dan selanjutnya dibawa menuju Kejari Paluta.

 

Kejari menjelaskan kronologis perkara yang menjerat Mardan Goda Siregar. Dia selaku Kepala Desa Batu Sundung tahun 2018 menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp716.031.016. Namun uang tersebut tidak dikelola sesuai dengan ketentuan dimana adanya kekurangan volume pada pembangunan tembok penahan tanah dan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

 

Sesuai dengan hasil Laporan Pemeriksaan Khusus Inspektorat Daerah Kabupaten Paluta ditemukan potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp716.031.016, untuk rinciannya masih dalam proses perhitungan. |||| Roji

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 10 Desember 2019 | 19:47:42
Lomba Paduan Suara FDT 2019,Medan Juara I
Selasa, 10 Desember 2019 | 14:04:49
Kapolres Pelabuhan Belawan Terima Kunjungan Anak Yatim
Selasa, 10 Desember 2019 | 13:35:33
Gubsu Buka Festival Danau Toba ke-7
Senin, 9 Desember 2019 | 18:58:05
Bulang Sulappei Pecahkan Rekor Muri di FDT ke 7
BERIKAN KOMENTAR
Top