• Home
  • Sumut
  • BNN Tapsel Disorot Soal Anggaran Sosialisasi Desa Bersinar
Kamis, 9 Januari 2020 | 23:17:09
• Habiskan Rp 33,3 Juta Perdesa

BNN Tapsel Disorot Soal Anggaran Sosialisasi Desa Bersinar

• Dari Jumlah 303 Desa di Palas Sudah Terlaksana 273 Desa
aktualonline.com/Jes Sihotang
Situasi saat sosialisasi yang kadang diikuti hanya 8-10 orang saja namun diduga tercatat melebihi peserta, ada baliho juga dan kwitansi pembayaran Baliho
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.TAPSEL ||| Penggunaan anggaran negara demi tujuan yang mulia adalah wujud dan cita-cita kita semua demi mencerdaskan kehidupan bangsa termasuk untuk program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di 303 Desa se Kabupaten Padang Lawas (Palas), parahnya BNN Tapanuli Selatan ini sudah menghabiskan anggaran Rp 33.320.000 untuk mengundang 30 orang dan dari 30 orang tersebut akan dipilih 8 orang menjadi relawan Desa Bersinar.

 

Kegiatan ini sudah berlangsung di 273 Desa se Kabupaten Padang Lawas. Itu artinya jika dikalkulasikan dengan kucuran dana, 273 Desa x Rp 33.320.000 = Rp 9.096.360.000. dan sisa Desa yang belum dikunjungi ada sekitar 30 Desa lagi.

 

Jadi kalau jumlah desa yang menganggarkan sosialisasi Pemberantasan Penyalahgunaan dan  Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam rangka wujud Desa Bersinar BNN tidak tahu, kami hanya diundang dan kami hadir, lalu yang sudah dilaksanakan sosialisasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) itu sudah 273 Desa,demikian disampaikan Kepala Badan (Kaban) BNNK Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Dra Siti Aminah Siregar, melalui pesan WAnya, Kamis (9/1/2020)

 

Siti Aminah Siregar juga menjelaskan terkait permasalahan dalam sosialisasi Desa Bersinar di sejumlah desa di Palas menyampaikan bahwa BNN tidak mencampuri tentang penyusunan RAB Desa dan tidak semua Desa di Palas melaksanakan kegiatan tersebut, termasuk Model Baliho mengapa sama itu bukan kewenangan BNN,ujarnya.

 

Perihal Narasumber yang bertugas saat itu adalah Seluruh Pegawai  BNNK Tapsel yang telah dilatih dan anggota Lembaga Anti Narkoba yang telah mengikuti ToT oleh BNN Provinsi Sumatera Utara, lalu untuk Rincian Anggaran disana saya tidak tahu pasti, BNNK Tapsel hanya sebagai Narasumber,katan Kepala Badan (Kaban) BNNK Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Dra Siti Aminah Siregar, “Salam Anti Narkoba !”. tutupnya.

 

Akan tetapi jikalau uang negara dihamburkan hanya untuk sosilisasi dan undangannya hanya sekitar 8 -15 saja itu sudah tidak relevan, dan tidak pernah sampai 30 orang jumlah yang hadir, kami ada bukti foto dan dokumentasinya, jadi selain diduga kurang kreatif dan tak efektif, Narasumbernyapun menggunakan orang dalam yang kualitasnya dipertanyakan karena hanya sebatas membaca slide saja bahkan kadang tak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para peserta,ujar M.Lubis (40) salah seorang penggiat anti korupsi setempat melalui via selulernya menanggapi hal tersebut.

 

Hal senada juga disampaikan Tondi  Sarasi Lubis (27) Aktifis Pemuda Padang Lawas, Kamis (9/1/2020) awalnya sangat mendukung kegiatan program Desa Bersinar (bersih Narkoba) karena di kawasan Palas dan Tapsel sudah terlalu menjamur, persoalannya adalah penggunaan anggaran untuk penanggulangan untuk Narkoba sangat sedikit, sementara untuk baliho anggarannya sangat besar, itu tidak masuk akal. Ujar Tondi.

 

Parahya lagi, anggaran yang dikeluarkan berkisar Rp 33.320.000,- hanya untuk pengadaan 2 baliho berukuran sekira 2 x 2 meter, 30 strip untuk test urine, rompi dan kaos 8 buah, buku, dan peserta 8 (delapan orang). Dalam baliho tertulis,"Keluarga Bahagia Bersih Dari Penyalah GunaanNarkotika", lalu ada Listen First: mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda,merupakan langkah untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkotika.

 

Sementara itu dalam baliho itu juga ada foto Kepala BNNK Tapanuli Selatan, AKBP Dra Siti Aminah Siregar, dan foto Bupati Padang Lawas H Ali Sutan Harahap dan Wakil Bupati. Baliho tersebut dengan logo BNN dan logo Pemkab sehingga sosialisasi itu sangat meyakinkan penggunaan kucuran anggaran yang cukup lumayan tersebut.

 

Sosialisasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel kesannya tidak efektif dan BNN Tapsel diduga hanya menghabiskan dan menghamburkan anggaran saja, hal itu bila dilihat dari kawasan kampung yang masih marak menggunakan dan bahkan peredaran narkoba di Palas, padahal sosialisasi sudah berjalan sejak bulan September 2019,tambah Tondi  Lubis Aktifis Pemuda Padang Lawas

 

Masih menurut Tondi Lubis yang juga hadir pada saat pertemuan, namun seperti ‘tamu tak diundang’ dan kehadiran saya disana hanya karena kepedulian semata, ujarnya sembari melihat para narasumber yang memberikan sosialisasipun tidak berkualifikasi, dia pun hanya duduk membaca presentasi dan tidak bisa menjelaskan serta  menjawab pertanyaan masyarakat sementara biaya yang dikeluarkan desa membayar honor narasumber dari BNNK Tapsel itu cukup besar dengan hitungan per jam dalam pelajarannya, bahkan ada pula narasumber yang bukan berasal dari personil BNNK Tapsel namun dari luar,ujarnya.

 

Lalu terkait pengadaan alat test kit narkotika oleh BNNK Tapsel yang harus dibayar oleh Desa harganya jauh diatas harga pasaran sekitar Rp. 150.000 per pcs padahal dipasaran sekira Rp 100.000,- sementara masyarakat sendiri tidak mengerti cara penggunaannya, belum lagi  pengadaan barang-barang  lain seperti baju dan rompi yang dirasa tidak terlalu dibutuhkan. Karena saat ini masyarakat butuh edukasi untuk bisa menolak bahaya narkoba, "bukan baju atau rompi" yang diduga sebagai modus menghabiskan anggaran untuk pengadaan tersebut.

 

Aroma tak sedap ini menjadi sorotan warga lainnya kepada pihak BNN Tapanuli Selatan.Pemkab Padang Lawas menyampaikan apa benar dengan pengunaan anggaran sekitar Rp 33.3 juta itu desa obyek sosialisasi BNN Tapsel dapat garansi bahwa desanya akan terbebas dari masalah narkoba, maka dengan ketidak seriusan BNN Tapsel ini seharusnya segera diusut tuntas oleh aparat hukum dan segera memanggil pengguna anggaran tersebut, termasuk memeriksa semua orang dalam yang juga sebagai panitia pelaksana kegiatan di di BNN Tapsel katanya.

 

Sebenarnya program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui Inpres No.6 tahun 2008 dilingkup kerja pada instansi pemerintah dan swasta, sekaligus meminimalisir berbagai penyalahgunaan Narkotika sangat didukung berbagai pihak dan masyarakat, akan tetapi jika sosialisasinya seperti yang dilakukan BNN Tapsel 'Lebih besar pasak daripada tiang dengan anggaran yang cukup fantastis, wajar disorot dan kiranya menjadi atensi aparat hukum terkait, ujar Tondi mengakhiri. |||Jess

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 24 Januari 2020 | 13:23:01
Maret Mendatang Raja Belanda Ke Danau Toba
Kamis, 23 Januari 2020 | 11:07:27
Pendawa Sumut Akan Gelar Silaturrahmi Akbar
BERIKAN KOMENTAR
Top