• Home
  • Sumut
  • Anak 14 Tahun Dihamili 4 Bapak-Bapak Bejat di Horsik
Sabtu, 18 Januari 2020 | 20:08:10
* Satu Diantaranya Ketua BPD

Anak 14 Tahun Dihamili 4 Bapak-Bapak Bejat di Horsik

Foto/Ist
Satu Diantaranya Ketua BPD,Anak 14 Tahun Dihamili 4 Bapak-Bapak Bejat di Horsik
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.TOBASA|||| Empat Orang Bapak-Bapak Diantaranya SS, AS, AT, dan bermarga Chaniago Tega Berbuat Tak Senonoh Sejak Bebebrapa Bulan Lalu Dan Membuat Anak Dibawah Umur Berusia 14 Tahun Bernama N Br S (Sebut Saja Suci) Hamil 6 (Enam Bulan) Di Desa Horsik, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumut. dan salah satu diantaranya adalah ketua BPD Horsik (At Sidabutar).

 

Hal ini terkuak sejak Rabu lalu,  hanya saja demi menjaga rencana perdamaian dan supaya para pelaku tidak melarikan diri, sambil mrnunggu paman korban datang untuk melihat situasi korban, Sabtu (19/1/2020).  

 

Diketahui Tiga Diantara Bapak-Bapak Itu Sudah Berusia 50 Tahun Keatas Dan Caniago yang diketahui tinggal di Dusun Pea, Desa Pardamean Ajibata,  Diperkirakan Masih Berumur 35 Tahun, sementara korban Perlakuan Bejat diduga sudah Dilakukan Sekitar 6 Bulan Lalu, Seiring Dengan Masa Kehamilan Suci Kini yabg kini emasuki Bulan Ke 6 (enam) 

 

Modusnya pun beragam cara, membujuk Suci (korban) ke kamar mandi salah satu warung kopi yang juga milik tersangka As Sitindaon di desa itu, dan didalam kamar mandi itu AS memberikan uang Rp20.000 setelah melampiaskan hawanfsunya. Pelaku lainnya ada yang memberikan uang Rp10.000 dan Rp15.000 setelah puas menyetubuhi Suci, tiga diantara pelaku semua sudah tidak beristri lagi alias duda, ditinggal mati sang istri.

 

Sebelum kasus ini terkuak, ternyata pihak keluarga korban yang juga hidup sederhana itu, berkeinginan melaporkan kasus itu ke pihak berwajib, namun karena dihalang-halangi oleh sejumlah warga disana, sekaligus memanggil para pelaku ke kantor kepala Desa Horsik untuk membicarakan upaya damai.

 

Lalu karena dari pihak keluarga korban tidak banyak yang mengetahui dan untuk membantu sekaligus mengarahkan sampai ke Polisi, keluarga korbanpun  (kedua orang tua dan anaknya bernama Jull) akhirnya menurut saja ke kantor desa. Namun menurut keterangan Jul (abang korban) melalui salah seorang warga, surat perjanjian damai dengan uang Rp35.000.000 itu belum diteken pihak keluarga korban, karena uangnya belum diterima, untuk biaya operasi dan mebesarkan sang 'Baby'nya kelak.

 

Menurut salah seorang warga yang memberikan informasi ini, bahwa pada upaya pembicaraan damai di kantor desa, rabu (15/1/2020) juga di hadiri kepala desanya ns, dan suami kades bermarga manurung. dal;am sebuah rekama vido warga, tedengar tawar-menawar 'harga perdamaian', karena si korban harus menjalani operasi, sebab umur korbanpun masih 14 tahun, lalu ada yang menyebut rp15.000.000.- dan sebahagian lagi menyebut Rp 35.000.000. dan terjadilah kesepakatan Rp35 juta. uang perdamaian itu dijanjikab diserahkan kepada keluarga korban hari sabtu (18/1/2020), sesuai dengan isi rekaman vidio warga.

Sampai berita ini dikirimkan ke Redaksi,  upaya damaipun belum bisa diselesaikan antara para pelaku dengan pihak keluaraga dan paman korban. Paman korban tidak berterima ponakannya itu diperlakukan tak manusiawi. 

 

Kasatreskrim Polres Tobasa AKP NJP sipahutar SH MM  yang dikonfirmasi via teleponnya mengatakan sedang menuju tempat kejadian perkara di Desa Horsik.  "Kami sudah berada di Hotsik dan memanggil semua yabg diduga sebagai pelaku untuk kita kumpulkan bukti dulu dan kesaksian lain,  mohon bersabar ya", Ujarnya.||| JESS

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Minggu, 23 Februari 2020 | 23:46:52
BPS Paluta Dinilai Rendah Kualitas Dalam Sosialisasi
Minggu, 23 Februari 2020 | 23:43:54
Plt Walikota Medan Resmikan Depot Air Minum Al Barokah
Minggu, 23 Februari 2020 | 12:13:24
Bupati Paluta Sambut Kapolda Sumut di Bandara Aek Godang
BERIKAN KOMENTAR
Top