• Home
  • Sumut
  • Masyarakat Nasrani Tolak Kebijakan Gubernur Sumatera Utara
Rabu, 22 Januari 2020 | 16:21:54
Terkait Larangan Beternak Babi

Masyarakat Nasrani Tolak Kebijakan Gubernur Sumatera Utara

Aktualonline-Medan|| Ratusan Masyarakat Sumut Hadir dalam Gerakan Aksi Save Babi, peternak Babi berkumpul di Wisma Mahinna Centre "tolak kebijakan DPRD Sumut selasa (21/1/2020) sekira Pukul 14:30 wib jalan Rela Pancing Medan.

Berkumpulnya Masyarakat dalam kegiatan Save Babi turut hadir para peternak dan pengusaha Babi untuk membasah rencana Gerakan Aksi damai menolak pemusnahan peternakan Babi di Sumut.Dalam kegiatan Save Babi, Masyarakat mendiskusikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Pertemuan dan diskusi terkait kebijakan pemprovsu  atas larangan berternak dan menjual babi tersebut, turut hadir anggota DPRD Sumut Tuahman Purba, Praktisi Hukum, Boasa Simanjuntak SH,MH, Tokoh Masyarakat,  Aliansi Horas Batak ,Pengusaha kuliner Babi, Peternak Babi, dan masyarakat peduli ternak Babi serta Bhabin kamtibmas Polsek Percut Sei Tuan.

Panitia mengatakan," pelaksaan diskusi dilakukan guna menampung aspirasi atas keresahan masyarakat atas larangan atau pengisolasian usaha danging babi.Sikap keberatan itu tertuang dalam surat keberatan masyarakat yang disampaikan langsung kepada perwakilan DPRD Sumut.

Tuahman Purba mengatakan dalam Giat,"masyarakat menuntut kebijakan pemerintah untuk mengkaji ulang aturan yang merugikan masyarakat khususnya yang berpenghasilan dari usaha ternak babi,"pungkasnya.

Sambungnya,"Ini merupakan ektensi karena kurangnya perhatian pemerintah, kita akan mencari silusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan peternakan babi karena hewan babi merupakan sumber penghasilan masyarakat disini" terang Tuahman.

Sementara itu, Praktisi Hukum Boass Simanjuntak SH,MH mengatakan," Pertemuan dan rapat hari ini adalah oleh seluruh perternak dan pengusaha yang memakai daging babi. Ini adalah karena tidak terselesai kasus permasalahan virus A dan virus B. Kita melihat disini terkesan pemerintah tidak melakukan penanganan yang benar benar untuk menuntaskan ini, jadi kita berkesimpulan dan harus melakukan suatu  gerakkan moral dengan kekuatan massa yang akan melakukan terhadap penolakan pemusnahan hewan babi seluruh Sumatera Utara dan melakukan penolakan isolasi hewan ternak babi,"ungkap Boasa.      

Jelas kita ketahui babi yang ada di Sumut tidak bisa keluar  dan babi yang dari luar tidak bisa juga masuk ke Sumut, jadi artinya sama halnya secara perlahan lahan namun pasti mematikan perternak dan pengusaha pengusaha serta yang menggantungkan kehidupan dengan hewan ternak babi, ujar Boasa Simanjuntak , kami  akan membawa aspirasi masyarakat Horas keintitusi terkait untuk mendapat kebijakan yang berkeadilan,"pungkasnya.

Sambungnya" Dan tak kalah pentingnya, kita harus menjaga harmonisasi sesama masyarakat dan pemerintah" tutup Boasa.Selanjutnya kegiatan acara ditutup sekira pukul 17:00 wib (samsidar saragih)

Editor : Zul

BERITA LAINNYA
Minggu, 23 Februari 2020 | 23:46:52
BPS Paluta Dinilai Rendah Kualitas Dalam Sosialisasi
Minggu, 23 Februari 2020 | 23:43:54
Plt Walikota Medan Resmikan Depot Air Minum Al Barokah
Minggu, 23 Februari 2020 | 12:13:24
Bupati Paluta Sambut Kapolda Sumut di Bandara Aek Godang
BERIKAN KOMENTAR
Top