• Home
  • Sumut
  • Langkah Paslon JR Saragih dan Amran Sinaga Terhenti
Senin, 7 Desember 2015 | 11:28:01
Tersandung Kasus Pidana

Langkah Paslon JR Saragih dan Amran Sinaga Terhenti

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

Aktualonline.com, SIMALUNGUN--Langkah pasangan Calon Bupati Kabupaten Simalung un JR Saragih dan Amran Sinaga untuk bertarung pada Pilkada serentak yang akan digelar Rabu (9/12/2015) harus terhenti.

 

Pasalnya, KPU Sumut dan KPUD Simalugun mencoret nama paslon dari pencalonan ber dasarkan surat Keputusan Mahkamah Agung yang memutuskan pada  tanggal 22 Septem ber 2014 bahwa Amran Sinaga dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersa lah melakukan tindak pidana dengan sengaja sebagai orang yang melakukan, menyuruh me lakukan atau turut melakukan atau turut melakukan perbuatan sebagai pejabat yang berwe nang menerbitkan izin tidak sesuai dengan tata ruang.

 

Mahkamah Agung menjatuhkan vonis kepada terdakwa selama empat tahun dan meme rintahkan terdakwa supaya ditahan. Dalam amar putusan yang disidang oleh Hakim Ke tua Dr Artidjo Alkostar SH. LLM, Hakim Anggota Prof Dr. surya Jaya SH. MH dan Sri Murwahyuni SH. MH. Prihal pendiskualifikasi itu sudah disampaikan secara resmi oleh KPU Sumut Minggu (6/12/2015) kemarin.

 

Buntut dari keputusan itu, Pematang Raya Simalungun sempat mencekam karena mas sa pendukungan pasangan ini berunjuk rasa. Namun karena dianggap anarkis, kepolisi an membubarkan unjuk rasa tersebut kemarin.

Ribuan massa pendukung JR Saragih-Amran Sinaga berdemo di kantor KPUD minggu malam. Bahkan unjuk rasa itu menjadi chaos dengan aksi saling dorong massa dengan aparat kepolisian yang berjaga. Beberapa terluka akibat kejadian itu.

Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro SIK  saat dikonfirmasi mengatakan bah wa kejadian tersebut di luar dugaan, dimana pihaknya semula sudah mengimbau agar tidak terjadi bentrokan.

"Kita tidak salahkan menyampaikan aspirasi, tetapi kalau sampai ricuh kita pasti bubar kan," ujar Kapolres.

Kapolres juga mengatakan bahwa Kapolda Sumatera Utara akan hadir di Simalungun terkait kericuhan yang terjadi agar nantinya pilkada di Simalungun berjalan aman dan kondusif.

Sebelumnya Ketua KPU RI Husni Kamil Manik menegaskan, pihaknya telah menerbit kan surat pedoman pada seluruh komisioner KPUD, termasuk KPUD Simalungun, bah wa setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA) terkait status hukum pasangan calon, maka wajib ditindaklanjuti.

Karena itu terhadap pasangan calon Bupati JR Saragih-Amran Sinaga, wajib dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), kalau memang Mahkamah Agung telah menerbitkan putu san yang bersifat final dan mengikat.

"Simalungun kami sudah terbitkan surat yang beri pedoman. Bahwa apabila satu di an tara paslon itu TMS (tidak memenuhi syarat,red), maka KPUD setempat harus men-TMS kan," ujar Husni di Jakarta, Minggu (6/12).

Menurut Husni meski keputusan MA terbit hanya beberapa hari menjelang proses pemu ngutan suara, hal tersebut tidak akan mengganggu proses pemungutan suara di Simalu ngun. Termasuk saat ditanya bagaimana sekiranya surat suara yang sudah dicetak, me nurutnya tidak akan terganggu.--zul/pss--


BERITA LAINNYA
Minggu, 19 Agustus 2018 | 00:51:45
Perayaan HUT RI ke 73 di Blok V Martubung Meriah
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 00:30:10
Wali Kota Serahkan Penghargaan 12 ASN Pemko Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top