• Home
  • Sumut
  • Warga Minta Pelaku Pembunuh Sadis di Sei Mati Dihukum Mati
Senin, 22 Juni 2020 | 15:20:36
• 2 Bocah Dibantai Ayah Tiri

Warga Minta Pelaku Pembunuh Sadis di Sei Mati Dihukum Mati

Foto/Ist
2 Bocah yang Dibantai Ayah Tiri secara sadis
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN ||| Suasana haru menyelimuti kediaman Nenek Anik yang berada Anik yang berada di pinggir Sungai Deli, tepatnya di Gang Ksatria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Senin (22/6/2020). 


Di rumah itu IF (10) dan RA (5), tinggal selama ini sebelum ditemukan tewas di parit di dekat sekolah Global di Jalan Brigjend Katamso Medan. 


Suasana dan banjir air mata dari pelayat semakin deras mengalir saat ibunda IF dan RA, Fahtulazanah (30)  tiba di rumah duka. 


Bahkan Fahtulazanah histeris dan berkali-kali mengucapkan telah kehilangan 3 anaknya. 


"Aku tak punya apa-apa lagi. Anakku dibunuh," katanya dengan suara parau. 


Dua bocah berinisial IF (10) dan RA (5) dikenal dengan karakternya yang periang, menyenangkan, penurut dan baik. Warga di Gang Ksatria, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun sangat berduka dan tidak menyangka keduanya meninggal dengan cara yang tragis. 


Sejumlah warga yang datang melayat berujar bahwa IF dan RA pernah belajar di Taman Bermain Ganbare. Pribadinya selalu ceria, penurut dan mudah bergaul. Sosok IF juga gampang dikenali dengan bicaranya yang celat (cadel).


"Kalau masuk rumah, mau bilang Assalamualaikum, dia cuma kum," ungkap warga. 


Warga lainnya, Sukri mengatakan, istrinya juga menangis mendengar kabar memilukan itu. Pasalnya, IF dan RA setiap harinya bermain dengan anak-anaknya. "Anak-anaknya baik. Sering ke rumah. Anakku kan 5, laki-laki semua, berkawan lah sama mereka ini," katanya. 


Dikatakannya, terduga pelaku, Rahmadsyah yang sudah diamankan polisi selama ini tidak pernah berinteraksi dengan warga. Padahal sudah 2 tahunan tinggal di rumah Nenek Anik. 


"Kalau jumpa, cuma bilang bang sambil nunduk. Jadi memang dia membatasi interaksi dengan warga," katanya. 


Dia mengaku benar-benar tak menyangka pelaku tega berbuat keji terhadap anak kecil. Menurutnya, jika masih waras, ketika dia telah melukai salah satunya, harusnya dia sudah tersadar dan menyesal.


"Tapi ternyata tidak.Dua-duanya dihabisi. Ini bukan pembunuhan biasa. Kalau lihat posisinya, ini sudah pembantaian," katanya. 


Sementara itu,suasana semakin riuh lantaran warga kompak berteriak agar pelaku dihukum berat. Menurutnya, kekejaman yang dilakukan sudah di luar kemanusiaan.


"Bahkan binatang tak mungkin sekejam itu. Iblis, Dajjal. Sebaiknya dihukum mati saja. Tapi harusnya dia merasakan sakitnya dulu seperti yang dirasakan anak-anak itu," katanya.


Dua jasad bocah di dalam parit menghebohkan warga di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Minggu (21/6/2020). Diperkirakan, kedua bocah itu baru berusia 5 tahun dan 10 tahun. 


Kedua bocah tersebut berjenis kelamin laki-laki yakni IF (10) dan RA (5) keduanya warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Ksatria, Kecamatan Medan Kota. Penemuan kedua mayat tersebut berawal dari pesan WhatsApp yang diterima Fathulzanah yang merupakan ibu kandung kedua jenazah dari suaminya bernama Rahmadsyah. 


Dari keterangannya, pelaku merupakan ayah tiri korban yang mengakui perbuatannya dengan dugaan pembunuhan.


Karena mendapat pesan singkat melalui WhatsApp, Fathulzanah dikabarkan mendatangi sekolah Global yang berada tepat di depan Gang Ksatria.


Lalu Fahtulazanah bersama adik dan neneknya mencari ke lokasi dimaksud. Di sana mereka menemukan kedua korban dalam keadaan sudah tak bernyawa.

IF ditemukan di sudut bangunan gedung Sekolah Global Prima dalam posisi terlentang dengan bagian wajah memar diduga akibat benturan ke dinding bangunan sekolah.

Sedangkan RA ditemukan di dalam parit samping gedung Global Prima dengan posisi terlentang ditutup dengan triplek dan karton.

Pihak pengamanan sekolah kemudian menghubungi petugas kepolisian Polsek Medan Kota. Petugas kepolisian dari Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan yang tiba di lokasi langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian keduanya.||| Samsidar Saragih






Editor : Zul



BERITA LAINNYA
Jumat, 3 Juli 2020 | 17:14:47
Akhyar Lantik 4 Pejabat Eselon II
BERIKAN KOMENTAR
Top