• Home
  • Sumut
  • Bu Bidan Ternyata Seorang Perawat dan Tidak Miliki Ijin Praktek
Rabu, 13 Januari 2016 | 14:35:38
•Terkait Putusnya Kepala Bayi Saat Persalinan

Bu Bidan Ternyata Seorang Perawat dan Tidak Miliki Ijin Praktek

Foto/Ist
BERITA TERKAIT:

aktualoline.com.ASAHAN--Putusnya kepala jabang bayi Farida Hanum (30) Minggu (10/1/2016) sekira Pukul 22.00 Wib saat persalinan yang dibantu D br S membuat bu bidan yang ternyata hanya seorang perawat itu syok dan terguncang.

 

Selama ini D br S diketahui warga Dusun Aek Nagali Kabupaten Asahan sebagai bu bidan namun setelah kasus kepala bayi terputus dan badannya tertinggal dalam rahim barulah warga tahu bahwa profesi "bu bidan" itu sebenarnya adalah perawat.

 

Meski terlihat memikul beban mental yang cukup berat dari sorot matanya saat pemeriksaan di ruangan penyidik Unit Tipiter Lantai II Satreskrim Polres Asahan. Namun D br S berusaha menjelaskan kronologis memilukan itu.

 

Kepada sejumlah wartawan yang tengah melakukan peliputan, D br S mengakui jujur jika memang kepala bayi malang tersebut putus dari badannya, ketika dia tengah berupaya membantu proses persalinan.

 

Insiden itu kata dia, terjadi saat dia kembali berupaya menarik tubuh bayi malang tersebut dari rahim ibunya. Sesuai standar medis, lazimnya memang dilakukan dengan cara memegang kepala si bayi.

 

"Pas ditarik pertama, cuma bergeser dikit. Waktu yang kedua itulah kejadian," ujarnya lirih.

 

Dijelaskan pula oleh paramedis berkulit gelap ini, sebelum peristiwa itu, dia lebih dulu memeriksa kondisi Farida dan menyarankan agar persalinan dilakukan di rumah sakit. Dia memprediksi proses persalinan akan cukup sulit karena ukuran tubuh bayi terbilang besar. Hanya saja keluarga menolak.

 

"Sudah saya sarankan dibawa ke RS, tapi mereka nggak mau. Mereka yakin saya sanggup. Karena kelahiran anak kedua mereka, saya juga yang membantu persalinannya," jelas D br S yang mengaku tidak pernah memproklamirkan diri sebagai seorang bidan di desanya.

 

Selama ini dirinya tidak pernah menjelaskan kepada masyarakat, bahwa dirinya hanya seorang perawat, bukan bidan.

 

Menjawab pertanyaan Kasat Reskrim, D br S dengan lugas mengaku, selama membuka usaha balai kesehatan di Aek Nagali, dirinya tidak memiliki izin praktik kebidanan.

 

Sebab, selain buka berlatar belakang keahlian kebidanan, dalam usahanya dia hanya memiliki izin sebagai balai kesehatan yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Kesehatan.

 

"Nggak ada izin praktik bidan pak," kata dia sembari siap menerima konsekwensi atas persoalan ini. --Zul--


BERITA LAINNYA
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:16:45
Denpom I/1-5 Cikampak Ringkus Pengedar Narkoba
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:14:57
Akhir Tahun 2017….23 DPO Kejaksaan Masih Dicari
Rabu, 17 Januari 2018 | 01:28:50
Jembatan Gantung Dogang Gebang Diresmikan
Rabu, 17 Januari 2018 | 00:05:05
Puluhan Pasien Panti Rehab Narkoba Kabur
Rabu, 17 Januari 2018 | 00:00:56
Kapolrestabes Medan Kunjungi Mako Yonzipur I/DD
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:53:11
Zakat wajib bagi muslim
Selasa, 16 Januari 2018 | 14:01:28
Miliki Sabu…Polsek Sei Kanan Ringkus Mery dan Aris
Selasa, 16 Januari 2018 | 00:37:22
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
BERIKAN KOMENTAR
Top