• Home
  • Sumut
  • Lingkari Laporkan Dugaan Korupsi di Kantor KB Samosir TA 2015
Senin, 12 Desember 2016 | 22:24:09

Lingkari Laporkan Dugaan Korupsi di Kantor KB Samosir TA 2015

foto/aktualonline.com/dian p sinaga
Jamontang Simarmata didampingi Ketua investigasi Lingkari Kabupaten Samosir Dian P Sinaga
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.SAMOSIR//Lembaga Investigasi Gerakan Anti Korupsi Indonesia  (Lingkari) Cabang Kabupaten Samosir melaporkan 3 paket proyek pengadaan di kantor KB Kabupaten Samosir Tahun Anggaran 2015 yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Kejaksaan Negeri Samosir pada Kamis, 8 Desember 2016.

Ketua Lingkari Cabang Kabupaten Samosir, Jamontang Simarmata mengatakan, pihaknya melaporkan pengadaan di kantor KB Kabupaten Samosir TA 2015 karena diduga kuat terindikasi adanya korupsi.

"Kasus ini telah kami laporkan ke Kejari Samosir dengan tembusan Kejatisu, Kejaksaan Agung RI karena ditemukan ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh rekanan yang mengerjakan proyek," kata Jamontang Simarmata kepada aktualonline.com.Minggu (12/12/2016).

Berdasarkan Salinan informasi tentang alokasi distribusi per menu kegiatan DAK bidang KB TA 2015 untuk Kabupaten Samosir, lanjut Jamontang Simarmata, adalah sebesar Rp 1.116.880.000 (satu miliar seratus enam belas juta delapan ratus ribu delapan puluh ribu rupiah). Dengan menu sasaran pengadaan yakni Implant Removal KIT, Postable public adress, KIE KIT, BKB KIT, Sarana kerja petugas lapangan dan Mobil box distribusi alokon.

"Adapun pengelolaan DAK Bidang KB TA 2015 yang dilaporkan yakni Belanja Aset Tetap Lainnya (KIE KIT, KIE Materi Pendidikan Kependudukan dan BKB KIT) potensi kerugian negara minimal sebesar Rp 266.459.250 dan potensi kerugian negara/APBD Kabupaten Samosir pada pengadaan micro bus yang diduga tidak sesuai juknis sebesar Rp 337.945.000. Sehingga total dugaan kerugian negara sebesar Rp 604.404.250," jelas Jamontang Simarmata.

"Ada indikasi persekongkolan dalam pengadaan ini dengan bukti awal adanya kemahalan harga, serta keuntungan tak wajar," lanjutnya.

Atas hasil investigasi Lingkari Cabang Kabupaten Samosir yang menemukan kejanggalan dalam proyek pengadaan di kantor KB Kabupaten Samosir TA 2015 yang diduga merugikan keuangan negara yang telah dilaporkan ke Kejari Samosir, Jamontang Simarmata meminta agar segera diproses hukum.

"Kita meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Samosir bertindak cepat melakukan proses hukum. Supaya pihak Kejaksaan Negeri Samosir meminta keterangan dari pihak terkait dan menyita semua berkas yang berhubungan dengan kegiatan tersebut, termasuk proses lelang pengadaannya, untuk selanjutnya menetapkan pihak terkait sebagai tersangka kasus korupsi," tutup Jamontang Simarmata.--Dian Sinaga--

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 00:30:10
Wali Kota Serahkan Penghargaan 12 ASN Pemko Medan
Kamis, 16 Agustus 2018 | 13:13:47
Wali Kota Kukuhkan 44 Paskibraka Kota Medan 2018
Kamis, 16 Agustus 2018 | 13:09:40
2 Waria Rampok Salesman di Hotel Istana
BERIKAN KOMENTAR
Top