• Home
  • Sumut
  • Proyek Pembangunan RKN Nias Utara Terindikasi Korupsi
Senin, 9 Oktober 2017 | 11:21:28

Proyek Pembangunan RKN Nias Utara Terindikasi Korupsi

aktualonline.com/prediaro zebua
Proyek Pembangunan RKN Nias Utara Terindikasi Korupsi
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.NIAS UTARA///Masyarakat Tureso'uliho Desa Muzoi Kabupaten Nias Utara bersyukur atas pelaksanaan pembangunan Rumah Khusus Nelayan (RKN). Akan tetapi beberapa masyarakat menyampaikan kepada wartawan saat disambangi dilokasi  bahwa menurut sumber yang layak dipercaya bahwa campuran semen tidak dipakai takaran perbandingan dan pembangunan pondasi yang dibangun diatas akar pohon (akar kayu) dimana belum dilaksanakan  pembersihan sama sekali sehingga pengerjaan pembangunan tersebut dikerjakan asal jadi.


Mau bagaimana lagi Pak,kami hanya penerima manfaat ucap salah seorang warga sebut saja Y. Tanjung,kepada wartawan,Sabtu (7/10).  


Saat wartawan menanyakan fasilitas alat yang dipakai oleh pihak rekanan,  jawabnya hanya molen biasa saja Pak selebihnya manual saja jawabnya, pada hal pihak rekanan yang mengerjakan dari PT. Sakarnas,ucapnya.


Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD)  Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI) Kepulauan Nias. Aan Haryanto Gowasa menyampaikan kepada wartawan bahwa benar adanya yang disampaikan warga disana dan saya telah menyaksikan sendiri dilapangan bahwa pelaksanaan proyek pembangunan rumah khusus nelayan dimaksud terindikasi adanya Korupsi yang dapat menimbulkan kebocoran keuangan negara.

Aan Meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  agar turun tangan dalam mengusut tuntas Proyek Rp. 7.599.000.000. (Tujuh Milyar Lima Ratus Sembilan Puluh  Sembilan Juta Rupiah) yang dikerjakan oleh PT. SAKARNAS  dengan konsultan MK: Manunggal Riamerta Consultant yang berlokasi di desa Muzoi Kecamatan Lahewa Timur Kabupaten Nias Utara.


Lebih lanjut Aan  mengatakan bahwa Pembangunan rumah khusus nelayan sebanyak 50 unit di duga Mark-Up.


Dan dikhawatirkan tidak akan selesai tepat waktu sesuai target yang ditentukan karena dikerjakan tanpa terlebih dahulu membuka akses jalan dan fasilitas alat yang dipakai untuk pembangunan rumah khusus nelayan tidak memadai dan dikerjakan secara manual saja. Kiranya pihak KPK mengusut hal ini ujarnya.///P.Zebua

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 11 Desember 2018 | 14:48:59
Kejatisu Bagi-Bagi Stiker Anti Korupsi
Selasa, 11 Desember 2018 | 01:29:48
Polda Sumut Musnahkan 130 Kg Sabu dan 159 Butir Ektasi
Senin, 10 Desember 2018 | 23:15:03
Kapolres Pelabuhan Belawan Buka Agas Jaya Cup
Minggu, 9 Desember 2018 | 23:18:42
Wakil Wali Kota Tutup Christmas Season 2018-2019
Minggu, 9 Desember 2018 | 01:11:41
Kopi Arabika Samosir Peroleh Sertifikat IG
BERIKAN KOMENTAR
Top