• Home
  • Sumut
  • Pesawat Batik Air Alami CATů2 dari 114 Penumpang Dilarikan ke Rumkit
Kamis, 26 Oktober 2017 | 00:05:48

Pesawat Batik Air Alami CATů2 dari 114 Penumpang Dilarikan ke Rumkit

Foto/aktualonline.com/ade
Yuni Triastuti Pramugari Batik Air yang cedera dalam kejadian Turbulensi

aktualonline.com.LUBUK PAKAM///Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6890 yang bertolak dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA), Selasa sore (24/10) mengalami Clear Air Turbulance atau CAT pada ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6 Km di atas permukaan laut.

 

Akibat insiden itu,,dari 114 Penumpang yang berada dalam Pesawat Batik Air tersebut dua penumpang dan satu pramugari terluka.

 

Peristiwa itu juga dibenarkan Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto.

 

"Peristiwa itu memang benar terjadi sekitar jam,15.00 WIB. Kami telah mendapat info dari pihak Lion Group bahwa pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID6890 tipe B737-800 NG dengan Regrestasi PK-PLY yang membawa 114 penumpang yang terbang dari CGK pada jam,  15.00 WIB dengan tujuan Bandara Kualanamu mengalami Clear Air Turbulance atau CAT pada ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6 Km di atas permukaan laut,"ujar Wisnu Rabu, (25/10).

 

Wisnu juga menambahkan dalam peristiwa  tersebut ada  seorang Pramugari  Batik Air bernama Yuni Triastuti, yang mengalamim cidera dan sedang dalam perawatan di rumah sakit (Rumkit) Grand Medistra  Lubukpakam sedangkan seorang lagi dilarikan ke rumah sakit Kolombia Medan.

 

Untungnya, tambah Wisnu, pesawat dapat mendarat dengan mulus di Kualanamu jam, 17.33 Wib dan hanya  dua orang  penumpang dan satu pramugari yang cidera,sementara kru lainnya tidak mengalami cedera, namun beberapa penumpang mengalami shock atas kejadian tersebut.  Dan pesawat telah diterbangkan kembali ke Jakarta pada jam, 00.10 WIB," kata Wisnu.

 

Informasi diperoleh Kontributor aktualonline.com, turbulansi atau CAT ini terjadi pada ketinggian  20000 kaki atau sekitar 6 kilometer  dan biasanya terjadinya di dekat aliran angin  yang sempit dan kencang  atau biasa disebut jet setream.////Ade

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 17 Januari 2019 | 13:37:12
Museum Negeri Sumut Hampir Capai Taraf International
Selasa, 15 Januari 2019 | 15:33:58
Saat Patroli, Polsek Helvetia Tangkap Penjambret
Selasa, 15 Januari 2019 | 15:06:36
Antri di Samsat, Sidik Tewas Mendadak
BERIKAN KOMENTAR
Top