• Home
  • Sumut
  • Eduard F.Lahagu Pimpin Aksi 4.12 Angkat Bicara
Selasa, 5 Desember 2017 | 22:48:42

Eduard F.Lahagu Pimpin Aksi 4.12 Angkat Bicara

aktualonline.com/prediaro zebua
Eduard F.Lahagu Pimpin Aksi 4.12 Angkat Bicara
BERITA TERKAIT:

aktalonline.com.GUNUNGSITOLI/// Aksi demo yang digelar Senin,4 Desember (4.12) 2017 dari berbagai LSM, Ormas dan OKP yang bergabung dalam aliansi Gerakan Perjuangan Nias (GAPERNAS) di Kantor Walikota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli menarik perhatian publik terutama dalam hal penegakan perda yang dinilai masih lemah dan tembang pilih.

Dalam orasinya, Pimpinan aksi, Edward f.Lahagu Angkat bicara, menyuarakan meminta Walikota Gunungsitoli, Ir. Lakhomizaro Zebua untuk tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan yang  Salah satunya terhadap pengusaha Cafe Rajanya Koki dan Rajanya HP.

Menurutnya, Cafe Rajanya Koki dan Raja HP sejak beroperasi belum memiliki SIUP, TDP dan IMB renovasi seperti diatur dalam Permendagri No. 32 Tahun 2010. Mirisnya lagi kata Edward, Perusahaan tersebut belum mendaftarkan karyawannya di BPJS Ketenagakerjaan dan dinas tenaga kerja.

" Kami minta Walikota Gunungsitoli untuk menghentikan sementara aktivitas Cafe Rajanya Koki dan Raja HP, Pak Walikota jangan hanya mampu menerapkan aturan terhadap masyarakat kecil, sementara untuk kalangan pengusaha dikecualikan," tegas Edward sambil meneriakan semboyan "merdeka"!!

Menanggapi aspirasi Aliansi GAPERNAS Kepulauan Nias,  Walikota Gunungsitoli yang diwakili Asisten I, Kurnia Zebua, menyambut baik aspirasi para pendemo.

" Apa yang disampaikan hari ini oleh Aliansi GAPERNAS Kepulauan Nias menjadi dukungan bagi Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk menuntaskan hal tersebut. Mengenai IMB saat ini belum bisa kita terapkan karena perda masih dalam proses pembahasan, mudah-mudahan dalam waktu ke depan ini akan diketuk palu terkait Perda IMB dimaksud," ujar Kurnia yang juga Mantan Aktivis GMKI ini.

Lanjut Kurnia, TDP dan SIUP Raja HP sudah keluar 1 minggu yang lalu. Sementara untuk TDP dan SIUP Cafe Rajanya Koki masih dalam proses pengurusan karena menunggu izin lingkungan, dan Kita memberikan waktu kepada Pengusaha selama 3 bulan untuk mengurus izin tersebut. Ketika tidak dipenuhi sesuai dengan waktu yang diberikan, maka Pemko Gunungsitoli akan menerapkan aturan sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Kurnia mengakhiri.

Ditempat terpisah Eduard f.Lahagu pimpinan aksi dan juga ketua LSM FOBSI saat  dikonfirmasi wartawan terkait jawaban yang disampaikan pihak pemkot gunungsitoli, mengucapkan terimakasih kepada pemkot telah diterima baik para aksi, dan pihaknya selalu mengawal proses ini dan bila mana dalam kurun waktu tersebut tidak terindahkan maka akan menggelar aksi yang lebih besar lagi dengan masa diperkirakan ribuan orang.

Pantauan Wartawan, aksi damai tersebut berjalan dengan lancar dan tertib dengan pengawalan ketat dari Kepolisian Resort Nias.///P.Zebua

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 13 Desember 2017 | 11:40:55
Pulang Beli Sabu Waria Lau Dendang Ditangkap Polisi
Selasa, 12 Desember 2017 | 23:38:52
Satpol PP Labusel Gelar Razia ASN Bolos
Selasa, 12 Desember 2017 | 13:31:27
Kasdam I/BB Serahkan 1 Unit Rumah Kepada Ibu Betti
Selasa, 12 Desember 2017 | 01:15:44
Perayaan Natal Oikumene Kecamatan Medan Tuntungan Khidmat
Senin, 11 Desember 2017 | 23:56:23
Kendaraan Dinas Untuk Keperluan Dinas
BERIKAN KOMENTAR
Top