• Home
  • Sumut
  • Proyek Jalan Semen Kampung Masjid Berbiaya Rp 1,5 M Sudah Retak
Senin, 11 Desember 2017 | 00:34:08

Proyek Jalan Semen Kampung Masjid Berbiaya Rp 1,5 M Sudah Retak

Foto/Ist
Proyek Jalan Semen Kampung Masjid Berbiaya Rp 1,5 M Sudah Retak
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.KUALUH HILIR///Proyek pembangunan jalan semen Jalan Lingkar Kampung Masjid,Kecamatan Kualuh Hilir,Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pabura) yang menelan anggaran APBD Tahun 2017 sebesar Rp 1.500.000.000 (Satu Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) dengan masa pengerjaan Juli 2017 dan berakhir Desember 2017 kondisinya sudah retak-retak.

 

Kondisi jalan semen yang dikerjakan pelaksana CV Mutiara Kasih itu yang dinilai menyimpang langsung mendapat reaksi keras dari warga setempat terutama dari H.Tanjung salah seorang penggiat anti korupsi Kecamatan Kualuh Hilir.

 

Kepada aktualonline.com,Minggu (10/12/2017) H Tanjung dengan tegas mengatakan bahwa proyek tersebut menyimpang dalam pelaksanaannya dan tidak sesuai bestek.

 

Kata Tanjung. Dalam pelaksanaannya pihak pemborong menggunakan batu kerikil yang berukuran bebas 3x4 dan 4x4 sehingga tak layak digunakan untuk pengecoran jalan semen k.225.

 

"Proyek jalan semen tersebut banyak yangg retak apalagi dibahagian penyambungan," ungkap Tanjung yang kecewa dengan hasil proyek terlebih lagi pada pihak pelaksana atau pemborong proyek dari CV Mutiara Kasih yang tak terlihat saat pengerjaan.

 

H.Tanjung juga menyesali sikap Pemkab Labura dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang sepertinya tidak serius dalam menangani dan mengawasi setiap proyek yang ada di Kecamatan Kualuh Hilir sehingga hal ini membuat rekanan pemenang tender atau kontraktor sesuka hati dalam mengerjakan setiap proyek yang ada di Kualuh Hilir,kata Haidir Tanjung.

 

Ditambahkan Tanjung,beberapa hari lalu dirinya sempat bertemu dengan Marlan pelaksana lapangan proyek. Saat ditanya soal proyek miliaran rupiah yang sudah retak retak itu, Marlan malah dengan ketus mengatakan sesuai anjuran Kadis PU yang retak ditutup saja dengan ter atau aspal agar tertutup dan tampak lebih baik.

 

Penuturan Marlan itu semakin mencuatkan tandatanya adanya permainan dalam proyek tersebut. Bahkan Tanjung menilai Dinas PU Labura sepertinya "merestui" proyek dikerjakan asal-asalan yang penting selesai tepat jadwal.

 

H.Tanjung meminta agar pelaksana proyek membongkar jalan semen yang retak dan jangan mengelabui proyek "menyimpang" itu dengan ditimpa ter atau aspal.

 

Sementara Kadis PU sewaktu ditanya H.Tanjung melalui telepon seluler langsung me-non-aktifkan selulernya yang sebelumnya aktif dan nada dering tersambung.

 

H.Tanjung yang juga Ketua LSM Strategi Kualuh Hilir berjanji akan segera melayangkan sura ke Menteri PUPR di Jakarta, KPK di Jakarta dan Kejatisu serta institusi penegak hokum lainnya terkait proyek yang diduga menyimpang dalam pelaksanaannya. ////S.Pas/Pandiangan

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:16:45
Denpom I/1-5 Cikampak Ringkus Pengedar Narkoba
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:14:57
Akhir Tahun 2017….23 DPO Kejaksaan Masih Dicari
Rabu, 17 Januari 2018 | 01:28:50
Jembatan Gantung Dogang Gebang Diresmikan
Rabu, 17 Januari 2018 | 00:05:05
Puluhan Pasien Panti Rehab Narkoba Kabur
Rabu, 17 Januari 2018 | 00:00:56
Kapolrestabes Medan Kunjungi Mako Yonzipur I/DD
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:53:11
Zakat wajib bagi muslim
Selasa, 16 Januari 2018 | 14:01:28
Miliki Sabu…Polsek Sei Kanan Ringkus Mery dan Aris
Selasa, 16 Januari 2018 | 00:37:22
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
BERIKAN KOMENTAR
Top