• Home
  • Sumut
  • Dapatkah Tebing Tinggi Menjadi Kota Jasa dan Pelayanan
Rabu, 7 Februari 2018 | 15:50:52

Dapatkah Tebing Tinggi Menjadi Kota Jasa dan Pelayanan

Catatan : Ferry Susilawati ( Ka.biro Aktual Online - Kota Tebingtinggi )
Foto/Ist
Dapatkah Tebing Tinggi Menjadi Kota Jasa dan Pelayanan

"Tanpa mengganti " pemimpin kota Tebingtinggi ini, semestinya rencana pembangunan yang telah " di buku-kan " harus berjalan seperti yang terencana di salah satu instansi yang bernama Bappeda.

 

Dalam program jangka panjang, Kota Tebingtinggi diharapkan menjadi "Kota Jasa dan Perdagangan dengan sumberdaya manusia yang berkualitas". (Perda No 04 Thn 2006 ttg RPJPD Kota Tebing Tinggi).

 

Walikota Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, MM yang maih berpasangan dengan Ir H Oki Doni Siregar, di priode kali ini merupakan titik awal sebuah program yang akan  berkesinambungan  untuk mewujudkan Kota Tebingtinggi menjadi seperti apa yang di rencanakan.

 

Kota Tebingtinggi merupakan kota di dalam wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Dibelah oleh jalur lintas utama Sumatera, yaitu menghubungkan Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatera melalui lintas diagonal pada ruas Jalan Tebingtinggi, Pematang Siantar, Parapat, Balige dan Siborong-borong.

 

Kota Tebingtinggi memiliki luas wilayah 38,438 km2 dan  terbagi atas 5 (lima) Kecamatan, yaitu Padang Hilir, Padang Hulu,  Rambutan, Tebing Tinggi Kota, dan  Bajenis. Luas wilayah Kota Tebing Tinggi relatif kecil, yaitu hanya 0,05% dari total luas wilayah Provinsi Sumatera Utara.

 

Misi  yang harus di emban keduanya, beberapa bagian  diantaranya adalah melanjutkan pembangunan Kota Tebingtinggi sebagai Kota Jasa yang memiliki produktivitas, inovasi, kreativitas dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan; Melaksanakan pembinaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) secara terpadu menyeluruh dan mensejahterakan masyarakat melalui pemanfaatan usaha yang memiliki prospek;

 

Bila menelaah visi dan misi pada masa kepemimpinan Ir H Umar Zunaidi Hasibuan, MM ditimpali dengan program kerja yang telah di lakukan pihak eksekutif tampak jelas antara pemilik visi dan misi dengan pelaku yang dalam hal ini para pemangku kepentingan di pemerintahan sepetinya tidak ada keseimbangan yang signifikan.

 

Ide dan gagasan serta keinginan untuk mewujudkan Kota Tebingtinggi sebagai Kota jasa dan pelayanan seperti  yang ada di dalam benak sang pemimpin harus juga tercerna di benak bawahannya.

 

Semua konsep kerja bila di lihat dengan kasat mata cukup baik sekali, namun di lapangan justru jangan terbalik, pimpinan – pimpinan SKPD di Kota Tebingtinggi sepertinya pada pelaksanaan program yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka pendek jangan berhenti di tengah jalan.


Perkembangan ekonomi Tebingtinggi terpacu karena letak strategis kota yang berada di jalur lintas Sumatera. Kondisi ini mendorong perkembangan Tebingtinggi sebagai kota perdagangan, yang tercermin dari aktivitas yang menonjol disektor perdagangan.

 

Sejumlah UKM sudah menerima bantuan dan pelatihan. Namun sayang, ketika usaha ini mulai berkembang, timbul masalah di kalangan pelaku usaha UKM, tempat dan pemasaran produk mereka seperti tidak jelas.

 

Untuk menjawab keluhan itu, langkah yang perlu di lakukan  Pemerintah Kota Tebingtinggi memaksimalkan Pusat Jajanan Makanan dan Minuman UKM yang ada di kawasan Kelurahan Lalang.

 

Jika semua disajikan dengan mutu dan kemasan yang baik, sudah tentu perekonomian di Kota Tebingtinggi dapat tumbuh dengan pesat sehingga mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan PAD.

 

Upaya membuka pasar untuk hasil produksi 60 pengusaha UMKM  dengan berbagai produk dan siap dipasarkan dan akan dijual di galeri ini, Namun tanpa alasan yang jelas akhirnya " galeri " yang ada terpaksa tutup.

 

Pemerintah Daerah haru betul- betul memperhatikan  letak geografis kota ini sebagai kota persinggahan dengan membangun pasar tradisional yang khusus memasarkan segala macam hasil produk yang ada dikota ini.

 

Sebagai masukan bagi pemerintah daerah, tempat yang startegis untuk pasar tradisional mungkin bisa dibangun didalam areal atau berdampingan dengan Terminal Bandar Kajum.

 

Pemko Tebingtinggi telah menganggarkan di APBD TA 2013 dengan membangun pusat industri kreatif berlokasi di depan Terminal Bandar Kajum. Sayangnya bangunan galeri dan pusat jajanan makanan dan minuman saat ini masih belum di manfaatkan, hanya menjadi " monumen " di depan pintu gerbang kota.

 

Niat sang pemimpin sepertinya tidak terlalu muluk-muluk rencana pembangunan galery di kompleks Terminal Terpadu Bandar Kajum adalah sebuah upaya untuk mengambil keuntungan dari dinamika transit arus masuk dan arus balik  para pengguna jalan lintas sumatera dengan mempermudah pembelian souvenir dari kota ini kepada para pelintas.

 

Potensi arus kendaraan dan warga  yang melintasi kota Tebing Tinggi memang harus dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah. Dari potensi arus barang dan orang itu, jika yang singgah dan membeli oleh-oleh di Tebingtinggi 10 persen saja, maka ada sekitar 17 ribu orang dan 4 ribu kendaraan yang mengeluarkan uang di kota ini.

 

Secara gamblang sang pemimpin memaparkan  bahwa selama ini arus transit itu meninggalkan debu dan jalan yang rusak, dengan keuntungan kecil bagi warga Tebingtinggi karena arus kendaraan dan warga yang masuk dan keluar itu selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga, menimbulkan masalah bagi kota.

 

Pembenahan UKM yang secara langsung berkaitan dengan produk yang perlu dilakukan antara lain, menetapkan kualitas produk, desain produk, diversifikasi produk, pengembangan produk dan packaging. Mutu dan kemasan merupakan faktor utama suatu produk dapat diterima dipasar konsumen.

 

OVOP di Kota Tebingtinggi untuk saat ini memang bisa dianggap sukses dalam penerapannya. Dengan munculnya berbagai produk ini otomatis membutuhkan konsumen atau pasar yang dapat menampung penyaluran pemasarannya.

 

Jarang terlihat produk UKM atau OVOP Tebingtinggi dipasarkan di supermarket, mini market dan pasar tradisional. Padahal Kota Tebing Tinggi telah memiliki puluhan tempat pemasaran produk seperti supermarket dan mini market.

 

Daya saing dalam pasar yang semakin terbuka merupakan tantangan yang tidak ringan bagi UKM. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan saing yang tinggi niscaya produk produk lokal Tebingtinggi tidak akan mampu menembus pasar nasional.

 

Struktur industri  lokal akan kuat bila ada dukungan  serius  pemerintah  dengan menghilangkan praktek-praktek yang menciptakan ekonomi biaya tinggi.  Untuk itu semua diperlukan kesamaan pandang guna memecahkan berbagai persoalan yang dialami pelaku UKM, komitmen untuk memajukan potensi lokal , konsistensi program dan infrastruktur yang mendukung. tidak bersifat parsial dan berjangka pendek tetapi sistemik dan berjangka panjang.

 

 

Sosialisasi rutin terhadap warga pengusaha sangat membantu didalam memajukan produk unggulan yang ada, jika perlu pembinaan wawasan tentang peningkatan mutu dan kemasan suatu produk secara berkesinambungan dapat dilakukan sehingga pada prakteknya muncul produk-produk dan kemasan yang digemari pasar sesuai dengan trend dan keinginan konsumen.

 

Minimal 25 persen produk lokal harus dipasarkan di supermarket dan mini market yang ada dikota Tebingtinggi ini perlu dibahas oleh pemerintah kota dengan  pengusaha market.  Pemerintah kota  harus menerapkan suatu komitmen atau kebijakan, dimana hasil produk UKM atau OVOP layak dipasarkan di supermarket atau mini market yang ada di Kota Tebing Tinggi.

 

Pejabat kota perlu mengkampanyekan ke warga masyarakat untuk mencintai produk lokal. jika kota ini sudah memiliki produk dengan kualitas yang sama dengan produk didaerah lain kenapa harus berbelanja kekota lain... (***)


BERITA LAINNYA
Rabu, 21 Februari 2018 | 00:27:47
Persatuan Itu Sangat Mahal
Selasa, 20 Februari 2018 | 19:55:39
APBD Labusel Rp 924,1 M Disahkan
Senin, 19 Februari 2018 | 13:34:44
Sosialisasi P4GN di Wilayah Kodam I/BB
Sabtu, 17 Februari 2018 | 00:15:30
Kadis PM-PPTSP Labusel Telah Luncurkan e-Perizinan
Kamis, 15 Februari 2018 | 01:34:56
Ini Pesan Walikota Tebing Tinggi Untuk dokter
Kamis, 15 Februari 2018 | 01:06:30
Dewan Pengupahan Yogyakarta kunker ke Tebing Tinggi
BERIKAN KOMENTAR
Top