• Home
  • Sumut
  • Kemampuan dan Kepribadian Cagub-Cawagub Sumut yang Diharapkan Masyarakat
Selasa, 17 April 2018 | 00:10:39
*PRC Paparkan Hasil Survei

Kemampuan dan Kepribadian Cagub-Cawagub Sumut yang Diharapkan Masyarakat

aktualonline.com/Samsidar Saragih
PRC Paparkan Hasil Survei terkait Kemampuan dan Kepribadian Cagub-Cawagub Sumut yang Diharapkan Masyarakat
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN/// untuk mengukur persepsi masyarakat terkait figur atau sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumut lima tahun ke depan, Politika Research Centre ( PRC) telah melakukan survey Kemampuan dan Kepribadian Cagub-Cawagub Sumut yang Diharapkan Masyarakat.

Menurut Direktur PRC Rio Prayogo dalam pemaparannya di JW Marriott,Senin (16/4/2018) survey yang dilakukannya terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera Utara Juni 2018 mendatang.

"Survei ini berlangsung akhir maret 2018. Bertujuan untuk mengukur persepsi masyarakat terkait figur atau sosok pemimpin yang dirindukan masyarakat Sumut lima tahun ke depan," ujar Direktur PRC Rio Prayogo.

PRC menggunakan metode Multistage random sampling dengan menggunakan sample sebanyak 1000 orang dari desa atau kelurahan yang dipilih secara acak. Dengan klasifikasi 5 perempuan dan 5 laki-laki setiap desa/kelurahan.

"Kita menggunakan 100 orang surveyor yang sudah ditraining langsung oleh PRC. Mereka langsung ke lapangan dan melakukan wawancara langsung face to face dengan masyarakat. Dari jumlah tersebut margin eror sebesar 3,2 persen," kata Rio.

Ada tiga aspek yang dinilai dalam survei ini. Yakni, aspek kemampuan, karakteristik dan kepribadian. Rio mengatakan, dari ketiga aspek diatas mengemukakan bahwa, pasangan yang diharapkan masyarakat Sumut adalah mereka yang tegas dan berpengalaman dalam memimpin pemerintahan.

"Dari segi kemampuan, ada tiga hal yang menjadi kelebihan pasangan Eramas. Yakni, menjaga keamanan, menjaga pluralitas, dan menyelesaikan ketimpangan sosial. Sedangkan Djoss, mereka unggul dalam hal berpengalaman, mampu memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan PAD," katanya lagi.

Dari segi Karakteristik, pasangan Eramas dipandang sebagai pasangan yang menghargai perbedaan, adil, merangkul semua pihak, serasi dan saling merangkul. Sedangkan Djoss dinilai paling berpengalaman memimpin dan menguasai masalah pembangunan.

"Dan yang terakhir, dari sisi kepribadian, Eramas dinilai bijaksana, tegas dan dipercaya mampu membawa perubahan. Sedangkan Djoss dipersepsikan sebagai pasanfan yang ramah, komunikatif pada masyarakat dan memiliki kesederhanaan hidup," serunya.

 Dari ketiga aspek yang disebutkan tadi, Eramas mendapatkan dukungan publik sebanyak 48,7 %, Djoss sebanyak 38,3% dan 10% diantaranya belum menentukan pilihan.

Sebanyak 65% dari pemilih sudah mantap pada pilihannya, sedangkan 35% lainnya mengaku mungkin mengubah atau belum menentukan pilihan. Faktor yang mengubah pilihan publik yakni tawaran program pasangan lawan yang lebih meyakinkan.

"Perhitungan ini sekali lagi saya tekankan bukanlah gambaran real hasil Pilkada Sumut nanti. Masih memungkinkan terjadi perubahan, sejauh bagaimana paslon melakukan pendekatan. Masyarakat yakin Pilkada Sumut 27 Juni 2018 nanti akan terselenggara secara aman dan lancar," tutupnya.///Samsidar Saragih

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 20 Juli 2018 | 14:03:05
Kongres II APSMI USU Dibuka
Jumat, 20 Juli 2018 | 13:58:50
Demokrat Daftarkan 25 Caleg ke KPU Samosir
Rabu, 18 Juli 2018 | 00:02:47
PKH Jadi Polemik Warga Gunungsitoli
Senin, 16 Juli 2018 | 21:46:30
Kapal Jenis Roro Akan Beroperasi di Danau Toba
BERIKAN KOMENTAR
Top