• Home
  • Sumut
  • Deklarasi Aliansi Peduli Daerah Paluta Gelar Tabliq Akbar dan Sambut Bulan Ramadan 1439 H
Jumat, 11 Mei 2018 | 23:55:20

Deklarasi Aliansi Peduli Daerah Paluta Gelar Tabliq Akbar dan Sambut Bulan Ramadan 1439 H

aktualonline.com//Sahnan Harahap
Deklarasi Aliansi Peduli Daerah Paluta Gelar Tabliq Akbar dan Sambut Bulan Ramadan 1439 H
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PALUTA///Pilkada serentak di tahun 2018 khususnya di Provinsi Sumatera Utara,dengan munculnya paslon tunggal membuat sejumlah pihak menyatakan keprihatinan yang mendalam. Salah satunya daerah yang memiliki calon pasangan tunggal yakni Kabupaten Padang Lawas Utara.


Melihat hal tersebut, ada yang menarik dari pemerhati demokrasi yang muncul dari Aliansi peduli Daerah Paluta ( APDP ) Saat Deklarasi pengurus  yang bertema "Bela Kotak Kosong', sekaligus penyambutan bulan puasa Ramadhan 1439 H/2018

 

Salah satu mahasiswi USU kebanggaan Paluta Sharly Claudia Al Ghaisani Hasibuan/pembaca puisi terbaik se Kota medan membuat haru ratusan masyarakat yang tak kuasa membendung tetetsan air mata.

 

Ratapan ibu pertiwi

 

Berteriak lantang,berkedok aspirasi,

Mengumbar janji dan program suci 

Saling menyalahkan,

Saling menjatuhkan,

Saling intrik intimidasi.

   Bukan jamannya lagi sekarang,

   Sekarang saatnya lakukan yang terbaik tegakkan kebenaran pada setiap kesempatan.

   Wahai anak negeri.wahai insan peduli ibu pertiwi.

Demokrasi pilkada adalah ujian kecerdasan bagi pemilih.

Apakah paham mana hak mana kewajiban.

Apakah sudah paham mana yang benar mana yang salah.

Mana pencerahan mana pembodohan.

 

Acara yang digelar di Alun-alun Kota Gunung Tua,Kecamatan Padang Bolak,Kabupaten Padang Lawas Utara dihadiri ratusan masyarakat Paluta berlngsung Kamis (10/5/2018).

 

Acara ini merupakan salah satu aspirasi bentuk penyelamatan demokrasi  di Paluta terkait calon tunggal dalam pilkada serentak 27/6/2018.

 

Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap partisipasi publik, yang diprediksi akan menurun drastis, dan jika hal itu terjadi maka akan mencoreng wajah demokrasi Padang Lawas Utara,ujar mahasiswa Jakarta yang Putra Paluta Alim Sofyan Ritonga yang di dampingi Ketua Panitia Deklarasi Aliansi Peduli Daerah Paluta Alfin Shahrin Dasopang saat ditemui wartawan aktualonline.com.


Baginya, tidak dapat menampikkan bahwa ada bagian masyarakat yang pro dan kontra terhadap calon tunggal yang dihadapkan, namun minimnya informasi tentang keberadaan kotak kosong sebagai lawan tanding seakan membuat masyarakat tidak memiliki pilihan, dan muncul animo dimasyarakat bahwa tidak perlu datang mencoblos ke TPS, karena calon tunggal pasti menang.

 

Kami dari persatuan mahasiswa akan turun serta akan mensosialisasikan kepada masyarakat sampai ke pelosok desa sekalipun dan ikut serta mengawasi proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah di seluruh desa yang ada di kabupaten paluta demi perubahan atas kecurangan atas demokrasi yang telah di anggap melukai keadilan di tengah-tengah masyarakat.

 

" Kita jangan lupa, bahwa memilih kotak kosong adalah aspirasi rakyat yang dilindungi UU dan itu hak suara yang sah, namun sangat disayangkan KPU tidak mensosialisasikan hal ini dengan baik, sehingga terkesan KPU berpihak kepada calon tunggal dan ini menciderai netralitas KPU," katanya. 

 

Rakyat harus tahu bahwa jika nanti perolehan suara kotak kosong lebih banyak, maka akan ditunjuk Plt Kepala Daerah sampai tahun 2020,dan selanjutnya akan muncul pilkada lanjutan.ujarnya


Sementara ketua umum Aliansi peduli daerah paluta Ir Birma Siregar mengatakan kalau Deklarasi ini adalah bentuk edukasi kita kemasyarakat, saya kira KPU perlu mensosialisasikan "Kotak Kosong. Jadi Kotak Kosong ini harus diperlakukan adil selayaknya lawan tanding, karena begitulah posisinya dalam surat suara," tegas Birma.

Birma juga menambahkan, minimnya sosialisasi tentang "Kotak Kosong" ini justru di anggap pembodohan kepada masyarakat merugikan demokrasi khususnya di daerah Kabupaten Paluta, sebab dalam praktiknya rasa antipasi masyarakat akan berimbas kepada keraguan dan ini murni tanggung jawab KPU.


Justru masyarakat perlu mengapresiasi kepiawaian para calon tunggal, yang dapat menyatukan dukungan seluruh masyarakat 


Ir.Birma Siregar menjelaskan "Bela Kotak Kosong" ini sebagai penegak kebenaran bagi jalannya demokrasi Indonesia, serta sebagai bentuk pengingat bagi para calon tunggal, bahwa masih banyak tugas yang tertinggal dan harus dibenahi didaerahnya serta ada sebagaian warga yang akan menjadi penyeimbang dalam mengevaluasi setiap program dan kebijakannya," tutupnya.

 

Acara diakhir penyerahan santunan kepada anak yatim/p piatu oleh Ketua Umum APDP.///Sahnan Harahap

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 15 November 2018 | 17:12:59
Kejatisu Gelar In House Training
Rabu, 14 November 2018 | 13:11:10
Jajaran Poldasu Ungkap 15 Kasus Narkoba
Senin, 12 November 2018 | 14:00:39
Polres Pelabuhan Belawan Basmi Pekat dengan Ops K2YD
Senin, 12 November 2018 | 13:58:34
Dinas Kesehatan Paluta Peringati HKN Tahun 2018
BERIKAN KOMENTAR
Top