• Home
  • Sumut
  • Pemkab Paluta Peringati Harkitnas ke 110
Selasa, 22 Mei 2018 | 01:17:20

Pemkab Paluta Peringati Harkitnas ke 110

aktualonline.com/Sahnan Harahap
Pemkab Paluta Peringati Harkitnas ke 110

aktualonline.com.PALUTA///Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) peringati Hari Kebangkitan Nasional  (Harkitnas) ke 110 tahun 2018 yang dilaksanakan  di depan kantor Bupati Paluta Senin (21/5/2018').

 

Acara diikuti Forkopimda.jajaran Polsek Padang Bolak.Danramil 05 Gunung Tua.TNI-AD Kompi 123 Gunung Tua, ASN seluruh SKPD se Kabupaten Paluta.tokoh masyarakat.tokoh agama.tokoh adat.OKP.ORMAS.LSM dan wartawan.

 

Upacara dipandu.Danramil 05 Gunung Tua serta Kompi 123 Gunung Tua dan personil Polsek Padang Bolak yang dipimpin Komandan Upacara Kapten Inf Pahlawan Nasution,sementara Sekda Paluta Burhan Harahap SH bertindak sebagai inspektur upacara.

 

Sekdakab Burhan Harahap,SH dalam sambutannya yang membacakan arahan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika RI dalam tema PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DI ERA DIGITAL.


Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin mencapai cita -cita sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang di depan. 

 

Boedi Oetama memberikan contoh bagiamana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal suku akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan. 

 

Naluri pokok dari bangsa indonesia. Naluri pokok ingin merdeka, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagi bangsa. 

 

Para pendahulu yang berkumpul  memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa melalui organisasi. Bukan pertama-tama dengan memberikan harta atau senjata, melainkan dengan komitmen sepenuh jiwa raga. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saat itu, mereka terus menghidup-hidupi api nasionalisme dalam diri masing-masing. 

 

Seratus sepuluh tahun bangsa ini telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju, sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, meski belum sempurna. 

 

Keringat dan darah pendahulu bangsa telah menjelma menjadi hamparan permadani perikehidupan yang nyaman dalam rengkuhan kelambu kemerdekaan.Kalau sekarang bangsa ini punya apapun yang dibutuhkan,seharusnya kita terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan keapaan pun kita mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan.  

 

Apalagi, kini ketika kita memiliki hampir segalanya untuk berbuat lebih bagi kebangkitan bangsa, tak berkekurangan dalam sumber daya alam dan sumber daya manusia. 

 

Pada awal tahun 2018 ini, Presiden Joko widodo menyatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi fokus Pemerintah pada tahun 2019, menggantikan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada 2015-2018. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, 

 

Pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.Bayangkan jika kita sepenuhnya berhasil membangun sumber daya manusia unggul dari seluruh dari 260-an juta lebih penduduk negeri ini. Bercermin dari Keberhasilan Boedi Oetomo menggalang ide nasionalisme mulai dengan segelintir orang seabad lalu, maka apa jadinya jika seluruh sumber daya manusia unggul kita saat ini berhimpun dalam ide nasionalisme yang sama, dalam cita-cita untuk kejayaan bangsa yang sama.

 

Kekayaan alam, betapapun, merupakan sumber daya yang terbatas Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi, pun selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatan nya.

 

Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangt luas utnuk dikembangkan. Kebangkita sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak, tanpa terdistraksi oleh godaan-godaan yang kontra produktif, akan membawa kepada kejayaan bangsa, selain secara otomatis bagi individu-individunya sendiri. 

 

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkita secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia. 


Tujuan peringatan 110 tahun kebangkitan Nasional Tahun 2018 adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakkan nilai-nilai demokrasi berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa kita ke depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.//Sahnan Harahap

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Minggu, 19 Agustus 2018 | 00:51:45
Perayaan HUT RI ke 73 di Blok V Martubung Meriah
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 00:30:10
Wali Kota Serahkan Penghargaan 12 ASN Pemko Medan
BERIKAN KOMENTAR
Top