• Home
  • Sumut
  • Pemkab Samosir Peringati Hari Lahir Pancasila.
Jumat, 1 Juni 2018 | 16:50:19

Pemkab Samosir Peringati Hari Lahir Pancasila.

Foto/Ist
Pemkab Samosir Peringati Hari Lahir Pancasila.
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.SAMOSIR///Upacara peringatan hari lahir Pancasila tingkat kabupaten Samosir dilaksanakan di tanah lapang Pangururan (01/06). Bupati samosir bertindak sebagai Inspektur upacara. Turut hadir pada upacara ini Ketua DPRD Kabupaten Samosir Rismawati Simarmata,Wakapolres Samosir, Perwira Penghubung TNI J. Aritonang, Ketua dan anggota TP PKK Kabupaten  Samosir, Ketua dan anggota DWP Kabupaten Samosir,

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Jabiat Sagala, Para Asisten, Para Pimpinan OPD, Camat Pangururan, para anggota TNI/Polri, para ASN/ THL, Para anggota Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, para pelajar tingkat SD s/d SMA/SMK di Kecamatan Pangururan. Tema pada upacara peringatan hari lahir pancasila yaitu "Kita Pancasila: Bersatu, berbagi, berprestasi".

Dalam sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Bupati Samosir  Drs Rapidin Simbolon MM ,disampaikan semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika.

Kita harus bersatu dalam upayah kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar, bangsa yang pemimpin. Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama juga merupakan sebuah keharusan. Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih dan saling menghargai dengan penuh empati. 

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.

Lebih lanjut disampaikan Negara manapun didunia ini akan berproses menjadi masyarakat yang bhineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh resiko intoleransi, ketidak bersatuan dan ketidak gotong royongan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhineka tunggal ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan.///ParjoN

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Jumat, 22 Juni 2018 | 18:36:31
Mendagri Lantik Eko Subowo Sebagai Penjabat Gubsu
Jumat, 15 Juni 2018 | 01:51:53
Kasus Sengketa Tanah Meningkat di Samosir
BERIKAN KOMENTAR
Top