• Home
  • Sumut
  • Dinsosnakertrans Tapteng Bina Wanita Rawan Sosial
Senin, 7 September 2015 | 16:17:19

Dinsosnakertrans Tapteng Bina Wanita Rawan Sosial

TAPTENG, --- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng) gelar kegiatan Pembinaan Wanita Rawan Sosial (Waras) tahun 2015 bertempat di Royal Café atau km 13,5 Desa Aek Garut Kecamatan Pandan Selasa (1/9).

 

Sebagai pembicara Pdt Parulian Sitompul STh  pada intinya menekankan kiranya para Waras dapat berfikir lebih jernih memilih pekerjaan. Penyebab waras masuk kelingkaran itu menurut Parulian karena kurangnya SDM dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap.  Karenanya diminta kepada peserta waras perlu adanya keterampilan didasari dengan kemauan yang tinggi. Menurut hamba Tuhan ini semua manusia sama derajat dimata Tuhan.

 

Sementara Kadinsosnakertrans Pemkab Tapteng H. Samosir Pasaribu S.IP, MM dihadapan ratusan peserta mengataskan jika peserta berniat didasari KTP bisa mengikuti kurus bengkel, salon, border dan lain-lain yang dibutuhkan adanya kerjasama dengan Kepala Desa.

 

Ditambahkan juga bahwa belum lama ini telah dikirim sebanyak 8 orang dididik berasal dari Tapteng. Selain itu peluang lain yakni bidang pertanian, perikanan yang didapat dari lapangan perlu koordinasi lebih lanjut agar dengan demikian adanya penanganan sesuai dengan kemauan dan niat yang tulus dari peserta Waras.

 

Sementaras Kepala Desa Aek Garut Sutan Budiarto Sitompul alias Ucok Golkar sekaligus sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinsosnakertrans pemkab Tapteng bersama segenap rombongan, peserta Waras dan pengusaha kafe Royal yang berkenan memberikan masukan yang berarti bagi penduduk desa Aek Garut secara khsus dan Kecamatan Pandan umumnya. Dengan demikian sambungnya penduduk diharapkan keluar dari kemiskinan.  Menyangkut fasilitas atau bantuan dibutuhkan syarat-syarat seperti KTP dan identitas lainnya. Ujarnya.

 

Nara sumber lain dr Megawati Tarigan mewakili dinas Kesehatan menghimbau agar sesama gender yang artinya sama derajat antara pria dan wanita. Dr Tarigan menambahkan wanita bias bekerja, jangan terkucilkan dihimbau masuk sebagai peserta BPJS aagar nantinya terhindar dari penyakit social, HIV dan AIDS dan perlu pengetahuan jenis penyakit.

 

Pembicara lain yakni Ngadiman KS Ketua MUI Tapteng menekankan agar memahami diri sendiri dan persoalan ekonomi yang menghempit sehingga seseorang masuk kejejaring social atau Waras.

 

Hadir dalam kesempatan itu Kabid Rehabilitasi Sosial Helen Simorangkir beserta jajaran Dinsosnakertrans mengukiti kegiatan yang berjalan dengan baik  (DA.Pasaribu)

 

Editor : Zulkarnaen


BERITA LAINNYA
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:16:45
Denpom I/1-5 Cikampak Ringkus Pengedar Narkoba
Rabu, 17 Januari 2018 | 12:14:57
Akhir Tahun 2017….23 DPO Kejaksaan Masih Dicari
Rabu, 17 Januari 2018 | 01:28:50
Jembatan Gantung Dogang Gebang Diresmikan
Rabu, 17 Januari 2018 | 00:05:05
Puluhan Pasien Panti Rehab Narkoba Kabur
Rabu, 17 Januari 2018 | 00:00:56
Kapolrestabes Medan Kunjungi Mako Yonzipur I/DD
Selasa, 16 Januari 2018 | 23:53:11
Zakat wajib bagi muslim
Selasa, 16 Januari 2018 | 14:01:28
Miliki Sabu…Polsek Sei Kanan Ringkus Mery dan Aris
Selasa, 16 Januari 2018 | 00:37:22
Pemprovsu dan DPRDSU Bahas Ranperda Pendidikan
BERIKAN KOMENTAR
Top