Jumat, 20 Juli 2018 | 14:03:05

Kongres II APSMI USU Dibuka

*APSMI Menjembati Bu¬daya Tionghoa dengan Pesantren dan Masyarakat Sumatera Utara
Foto/Ist
Kongres II APSMI USU Dibuka, APSMI Menjembati Bu¬daya Tionghoa dengan Pesantren dan Masyarakat Sumatera Utara
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN///Chief Executive Board of Commisioner atau Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (APSMI) Paiman Mak dalam sambutannya pada pembukaan Kongres II APSMI dan Seminar Inter­nasional di Aula Farmasi USU, Kamis (19/7) berharap keputusan-keputusan yang diambil dalam kongres bisa memperkuat Program Studi Mandarin/China yang ada di perguruan tinggi se-Indonesia.

"Pada Kongres I APSMI di P4TK IPA Bandung hanya diikuti 14 per­guruan tinggi negeri dan swasta. Tapi Kongres II di USU saat ini sudah berjumlah 27 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi (Prodi)  Pendidikan/Bahasa/Sastra China/Mandarin di seluruh Indonesia," ujar Paiman Mak di hadapan Rektor USU yang diwakilkan Wakil Rektor III USU Prof Dr Mahyuddin, Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan Sun Ang, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU Dr Budi Agustono, Ketua Umum APSMI Titi Rahardjanti SS MHum, Ketua Panitia sekaligus Ke­tua Program Studi Sastra China FIB USU Mhd Pujiono MHum PhD.

Ia menjelaskan, penguatan kelem­bagaan APSMI dapat dilakukan de­ngan meningkatkan kerja sama an­tar pergu­ruan tinggi yang menyeleng­garakan Prodi Mandarin. APSMI dapat berperan sebagai jembatan pen­ting untuk mem­bantu program pe­merintah dalam mengembangkan ba­hasa Mandarin dan budaya Tiong­hoa di Indonesia.

"Dan juga dapat menjadi mitra penting dan strategis dalam menjalin kerja sama di bidang pendidikan dan budaya antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Semoga kongres ber­jalan lancar dan mampu mengha­sil­kan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan dan pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di In­donesia," ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU Dr Budi Agustono dalam sam­butannya merasa terhormat pi­haknya bisa menjadi tuan rumah APSMI se-Indonesia. "Semoga ke­giatan dapat berjalan sukses dan lan­car sampai selesainya acara," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Program Studi Sastra China FIB USU yang telah bekerja keras menyukseskan acara dan semoga kerja sama dan ke­giatan baik berskala nasional dan internasional bisa terus ditingkatkan.

"Dalam acara gala dinner malam sebelumnya yang juga dihadiri Wali­kota Medan  bersama Bapak Paiman Mak kami berbincang tidak saja soal program studi yang di ber­bagai per­gu­ruan tinggi, tetapi juga memba­has program pengembangan budaya Tionghoa di pesantren di Ja­wa. Saya ingin menekankan kembali pembica­raan tentang pengembangan budaya Tionghoa misalnya memola budaya Tionghoa di Jawa dengan me­libatkan pesantren-pesantren Su­matera Utara. Sependek pengeta­huan sampai saat ini belum ada ke­giatan budaya Tionghoa apalagi kerja sama komu­nikasi kebuda­yaan antara penganjur dan pendorong kebu­da­yaan Tiong­hoa dengan pe­santren di Sumatera Utara," ujarnya.

Ia menjelaskan, bekerja sama membangun komunikasi kebudaya­an Tionghoa dengan pesantren me­rupakan pekerjaan strategis. Stra­tegis karena  menjadi jembatan kebu­daya­an antara Tionghoa dan kelom­pok etnik di Sumatera. Karena itu, semi­nar  the Development of  Chinese  Cul­ture and Language in Internatio­nal World dan Kongres APSMI  men­jadi penting dalam menjembati bu­daya Tionghoa  dengan pesantren  dan masyarakat Sumatera Utara.

"Seminar the Development of Chi­nese Culture and Language in Inter­national World  menghadirkan pem­bicara dari Taiwan, Cina, dan pro­gram studi dari berbagai pergu­ruan tinggi di Indonesia, termasuk staf pengajar Program Studi Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara. Diharapkan seminar ini akan memproduksi pemikiran-pemikiran bernas dalam pengem­ba­ngan budaya dan bahasa Tionghoa dalam dunia internasional," ujarnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Program Studi Sastra China FIB USU Mhd Pujiono MHum PhD menjelas­kan, Kongres II dan Seminar Interna­sional yang bertajuk "Perkembangan Bahasa dan Budaya Tiongkok di Du­nia Internasional" akan digelar mulai 19-21 Juli 2018 di USU tepatnya di Aula Farmasi dan FIB USU. 

Diundang sebagai keynote speaker dari Huaqiao University Tiongkok Gao Yan, dari Taiwan National Oce­an University Yaying Huang, Rektor Universitas Widya Kartika Murpin Josua Sembiring dan Dirk Buisskool dari Belanda.

"Hadir juga Direktur Pusat Bahasa Mandarin (Confucius Institute) Uni­versitas Islam Al Azhar Jakarta Xiao Xiangzhong, dari Universitas Kristen Maranatha Bandung Yan Haoran, Uni­versitas Negeri Surabaya Xiao Ren­fei, Universitas Negeri Malang Liao Guirong dan perwakilan Pusat Bahasa Mandarin (Confucius Insti­tute) Univer­sitas Tanjungpura Pon­tianak," ujarnya.///Samsidar Saragih

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Sabtu, 15 Desember 2018 | 00:42:52
Satlantas Polrestabes Medan Bakar 80.495 SIM Kadaluarsa
Sabtu, 15 Desember 2018 | 00:36:52
Satlantas Polrestabes Medan Bakar 80.495 SIM Kadaluarsa
Kamis, 13 Desember 2018 | 16:35:38
Jelang Mubes Pers Indonesia,FORWARD Nyatakan Bergabung
Kamis, 13 Desember 2018 | 12:38:13
Perayaan Natal Kejatisu Hikmad dan Meriah
BERIKAN KOMENTAR
Top