• Home
  • Sumut
  • Kutip Uang LKS dan Uang Baju,Kepsek SMP 20 Medan Terancam Dicopot
Selasa, 14 Agustus 2018 | 01:29:19

Kutip Uang LKS dan Uang Baju,Kepsek SMP 20 Medan Terancam Dicopot

BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN///Adanya pengutipan uang untuk lembar kerja siswa (LKS) Rp 110 Ribu,uang pembelian baju batik dan seragam serta atribut sekolah Rp 450 Ribu di SMP Negeri 20 Medan menjadi beban bagi wali murid.

 

Bahkan terkait dengan kutipan tersebut telah menjadi sorotan tajam Ketua Komisi B DPRD Medan,Rajudin Sagala.



Menanggapi masalah itu Ketua Komisi B DPRD Medan Rajudin Sagala meminta, Kepala Dinas Pendidikan Medan mencopot Kepala Sekolah yang terbukti membebankan pembayaran pada orangtua siswa di sekolah itu. "Kalau terbukti adanya pungutan-pungutan yang dikoordinir kepala sekolah, Kepala Dinas Pendidikan sebaiknya mencopot kepala sekolah itu," tegasnya saat dihubungi via ponselnya, Rabu lalu.


Rajudin Sagala menegaskan, tak boleh lagi ada kutipan dalam bentuk apapun karena semua udah ditanggung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). "Kegiatan sekolah telah ditanggung BOS dan pemerintah telah mengucurkan dana 20 persen dari APBN buat pendidikan, maka tak boleh ada lagi kutipan kepada siswa di sekolah," tegas anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.


Politisi yang dikenal vocal memperjuangkan aspirasi masyarakat ini mempersilahkan para orang siswa yang menjadi korban pengutipan dana di sekolah melaporkan masalah ini ke DPRD Medan dan dijanjikannya akan segera ditindaklanjutinya.


"Silahkan laporkan pada kami adanya kutipan uang di sekolah negeri itu, kami akan tindak lanjuti. Jika terbukti akan kami lanjutkan ke proses hukum," tegasnya.

Orangtua murid SMPN 20 Medan mengeluhkan adanya kutipan uang buku LKS senilai 110 ribu rupiah dan uang pembelian baju batik, baju olahraga plus logo atribut  yang dibebankan sekolah senilai 450 ribu rupiah.


Wali murid kelas 7 ini mengaku, saat menemui Kepala SMPN 20 Medan Halpan Siregar menetapkan pembayaran uang dana LKS 110 ribu rupiah dan uang baju plus atribut Rp 450 ribu dan dispensasinya hanya bisa dicicil bagi yang belum mampu membayar cash. "Halpan Siregar mengatakan paling bisa dicicil bagi yang tak mampu. Terpaksalah saya bayar," katanya.


Atas masalah itu, Wali murid mengaku akan segera melaporkan masalah itu ke penegak hokum, DPRD Medan dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan guna menindaklanjuti benar atau tidaknya secara aturan kutipan uang yang terjadi di SMPN 20 Medan itu.


"Saya akan melaporkan masalah ini ke polisi, DPRD Medan dan Kepala Dinas Pendidikan Medan. Apakah memang diperkenankan kutipan uang seperti itu, karena sekarang kan ada Peraturan Presiden No. 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar," tegasnya.


Kepala SMPN 20 Medan dihadapan wali murid, Rabu (1/8/2018) mengaku sekolah mereka menetapkan uang buku LKS dan uang baju batik serta baju olahraga karena untuk agar pakaian murid mereka seragam.


Kepala Dinas Pendidikan Medan yang dihubungi wartawan belum mendapat keterangan. Ponselnya yang dihubungi bernada sibuk begitu juga dengan Kepsek SMP 20 Halfan SPd, i ketika hendak dujumpai untuk dikonfirmasi dianya mengelak dan langsung masuk keruangan dan mengatakan kepada pegawainya " Bapak lagi sibuk Bang " dan dianya memang alergi dengan Wartawan hal ini dimulai sejak duanya menjabat Kepsek SMP 
39 Jalan Young Panah Hijau.///Ronald Silaban

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 12 November 2018 | 14:00:39
Polres Pelabuhan Belawan Basmi Pekat dengan Ops K2YD
Senin, 12 November 2018 | 13:58:34
Dinas Kesehatan Paluta Peringati HKN Tahun 2018
Senin, 12 November 2018 | 00:03:43
Panwaslucam Gusbar Gelar Sosialisasi
Minggu, 11 November 2018 | 23:52:58
Pemkab Paluta Peringatan Hari Pahlawan ke 73
BERIKAN KOMENTAR
Top