• Home
  • Sumut
  • Dikonfirmasi Soal Pembangunan dan Penggunaan Dana Desa, Kades Parmeraan Emosi
Minggu, 16 September 2018 | 02:12:04

Dikonfirmasi Soal Pembangunan dan Penggunaan Dana Desa, Kades Parmeraan Emosi

aktualonline.com/Sahnan Harahap
Kntor Desa Parmeraan

aktualonline.com.PALUTA///Sikap oknum Kepala Desa Parmeraan,Kecamatan Hulu Sihapas,Kabupaten Padang Lawas Utara yang berang dan emosi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan dan LSM soal pembangunan desa dan penggunaan dana desa semakin membuka tabir bahwa di Desa Parmeraan disinyalir terdapat sejumlah penyimpangan anggaran desa yang dilakukan sang oknum kepala desa tersebut.

 

Peristiwa tidak simpati sebagai penyandang abdi Negara yang ditunjukkan Kades Parmeraan itu dialami jurnalis media online TobasPos.co, potret Indonesiaku.com, aktualonline.com, dam mediabukti Pers serta LSM LPP-TIPIKOR RI pada Sabtu (15/9/2018).

 

Bahkan saat itu oknum Kades Pameraan dengan angkuh dan sombongnya membeberkan bahwa salah seorang oknum Polisi dari Polres Tapsel dan Camat Hulusihapas menginstruksikan kepada dirinya agar jangan meladeni yang namanya wartawan dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) jika mendatangi Desa khususnya di Kecamatan Hulusihapas

 

"Saya kepala desa kalian siapa,jangan kalian persulit saya ,Aku tak pernah ladeni wartawan karena hanya buat masalah dan tunggu biar aku telpon camat saya ujar kades Parmerahan," ujar salah seorang wartawan menirkan ucapan sang Kades Parmeraan.

Bahkan saat itu Kades Parmeraan sempat mengeluarkan kata-kata menantang kepada jurnalis yang datang ke kawasannya dengan melemparkan kalimat bahwa dirinya tidak takut kepada wartawan dan perkara apapun jadi, ujarnya.

Melihat situasi Kades Parmeraan yang semakin tinggi dan emosi wartawan Media Bukti coba menenangkan situasi dengan mengatakan agar pak kades jangan marah-marah dan kalau memang ada masalah bapak kan punya kantor, mari kita ke kantor bapak saja, kata wartawan Media Bukti Pers tersebut seraya mengatakan mengapa Pak kades Parmeraan mengajak wartawan berperkara.

Saat ditanya siapa oknum Polisi yang telah memerintahkan dirinya agar tidak melayani wartawan dan LSM, Kades Parmeraan berkilah bahwa dirinya tidak mengetahui siapa oknum polisi tersebut karena dirinya hanya diberi nomor kontak telepon seluler dan mengetahui bahwa oknum Polisi itu bertugas di Polres Tapsel bermarga Siregar.

Sikap tidak simpati yang ditunjukkan Kades Parmeraan dengan menghalangi tugas jurnalistik dan membawa-bawa nama Camat Kecamatan Hulusihapas Sugeng dan oknum Polisi Polres Tapsel bermarga Siregar yang menginstruksikan agar tidak melayani wartawan dan LSM semakin menguatkan indikasi adanya dugaan permainan penyimpangan anggaran di Desa Parmeraan yang takut terbongkar kepermukaan.

Sementara Camat Hulusihapas saat dihubungi wartawan terkait dengan hal tersebut tak mau mengakui perihal tersebut.

Atas sikap Kades Parmeraan yang menghalangi jurnalis mendapatkan informasi menguatkan dugaan adanya permainan cantik yang dilakukan oknum polisi,camat dan kades.

Secara pribadi kami sudah memaafkan, tapi secara provesi kami akan laporkan permasalahan ini, sesuai amanah UU nomor 40 tahun 1999 Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm undang-undang pers", ujar Ketua LPP-TIPIKOR Rl Akhiruddin Siregar ///Sahnan Harahap

 

 

 

Editor :Zul


BERITA LAINNYA
Selasa, 11 Desember 2018 | 14:48:59
Kejatisu Bagi-Bagi Stiker Anti Korupsi
Selasa, 11 Desember 2018 | 01:29:48
Polda Sumut Musnahkan 130 Kg Sabu dan 159 Butir Ektasi
Senin, 10 Desember 2018 | 23:15:03
Kapolres Pelabuhan Belawan Buka Agas Jaya Cup
Minggu, 9 Desember 2018 | 23:18:42
Wakil Wali Kota Tutup Christmas Season 2018-2019
Minggu, 9 Desember 2018 | 01:11:41
Kopi Arabika Samosir Peroleh Sertifikat IG
BERIKAN KOMENTAR
Top