• Home
  • Sumut
  • Penggunaan Anggaran BOS di SDN 101670 Aek Haruaya Dituding Tak Sesuai Juknis
Selasa, 9 Oktober 2018 | 14:13:40

Penggunaan Anggaran BOS di SDN 101670 Aek Haruaya Dituding Tak Sesuai Juknis

• Wali Murid Curiga Oknum Disdik Paluta “Bermain”
aktualonline.com/Sahnan Harahap
Penggunaan Anggaran BOS di SDN 101670 Aek Haruaya Dituding Tak Sesuai Juknis
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PALUTA///Penggunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 101670 Aek Haruaya Desa Lantosan,Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menjadi sorotan sejumlah kalangan orangtua/walu murid.

 

Pasalnya pihak sekolah yang dipimpin Kepseknya Asriah Harahap ini dalam menggunakan anggaran dinilai tidak transparan dan bahkan dicurigai dalam pelaksanaannya tidak sesuai petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan alias menyimpang dalam penggunaan anggarannya.

 

Sejumlah orangtua murid pada Kamis pekan kemarin kepada Koresponden aktualonline. Com menuturkan kekecewaan mereka kepada pihak Kepala Sekolah Asriah Harahap yang dinilai selama ini agaknya tidak peduli dengan lingkungan sekolahnya.

 

 

Kondisi inilah yang tentunya menimbulkan keberatan berbagai pihak di lingkungan sekolah dan masyarakat luas, karena dana bos terindikasi dialokasikan tidak sesuai dengan petunjuk tekhis dan peraturan Menteri Pendidikan RI No.51 Tahun 2011.

 

Sejumlah sumber yang berasal dari para wali siswa mengatakan, sejak sekolah tersebut dipimpin Asriah Harahap, sejumlah guru dan orang tua sangat resah.Bahkan sudah lama orang tua murid ingin mempertanyakkan kebijakan pihak sekolah terhadap penggunaan dana BOS di SDN itu. Hanya saja tak ada satupun orang tua murid yang berani memperotes kebijakan sekolah. Karena khawatir anak-anak mereka yang akan terkena dampaknya.

 

Meski mereka keberatan,namun tak berani melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Berdasarkan laporan yang diterima ini menyebutkan,pengelolaan dana BOS di lingkungan sekolah SDN 101670, satu tahun ini rawan dikorupsi dan nyaris seluruh komponen pengelolaan dan penggunaan dana BOS terindikasi korupsi.

 

Buktinya hingga saat ini tidak ada perawatan rutin terhadap sarana sekolah seperti lantai, meja belajar, Alat Tulis (ATK) seperti spidol.alat kebersihan, Buku Belajar,Pasilitas Olahraga dan pengeras Suara(mix) sekolah.

 

Terus terang penggunaan dana BOS yang begitu banyak dihabiskan tanpa ada suatu perubahan di sekolah. Wajar orang tua murid curiga dan kita menduga LPJ yang di buat sarat dengan mark-up dan anggarannya beraroma Korupsi,ungkap sumber aktualonline. com

Tak hanya itu saja, sambung sumber,terhitung telah 1 Tahun sekolah ini dipimpin As.boru Harahap  banyak permasalahan  yang timbul. Kasus Dugaan dana BOS ini yang paling memalukan Tidak tersedianya Toilet sekolah membuat para guru sangat kewalahan bila ingin buang air harus mencari tempat yang sunyi atau numpang ke toilet rumah warga dan anak murid kadang membuang hadasnya di belakang sekolah dan disamping sekolah telah menimbulkan aroma yang tidak sedap akibat air buangan anak murid ujar beberapa nara sumber.

 

Yang dulunya sebelum dia menjabat kepala sekolah toilet sekolah ini selalu terawat,Namun sangat disayangkan, atas dugaan kasus penyelewengan yang terjadi di sekolah itu tidak ada pihak atau elemen masyarakat yang terpanggil untuk melaporkannya ke pihak penegak hukum ujar beberapa guru tenaga pendidik.

 

Tolong Pak cari solusi terbaik dan mohon supaya sekolah kami ini mendapat perhatian yang serius dari Dinas pendidikan ujar beberapa guru kepada wartawan.

 

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan penyimpangan dana BOS tersebut,Kepala SDN 101670, Aek Haruaya selalu mengelak dan menghilang.

 

Beberapa guru SDN No 101670 ini membuat surat permohonan yang harus disampaikan kepada dinas terkait agar sekolah tempat mereka di tugaskan ini mendapat perhatian dan bantuan.

 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paluta melalui Sekretaris Eva Sartika Siregar ketika dikomfirmasi Kamis (6/9/2018),setelah membaca permohonan beberapa guru kelas Langsung memerintahkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Jomson Siregar segera mensurve ke lapangan atas kebenaran apa yang disampaikan para guru melalui wartawan aktualonline.com dan segera menindak lanjutinya dalam waktu 3 hari.

 

Sebagai mana yang telah diterbitkan aktualonline.com dan dimuat koran mingguan INDONESIAKU beberapa hari lalu.

 

Ini yang menjadi pertanyaan dan dugaan jangan-jangan ada dugaan oknum dari Dinas Pendidikan Paluta yang menjadi Sutradara atas dugaan penyelewengan penggunaan dana Bos ini.

 

Sementara Kabid Dikdas Jomson Siregar Sudah di hubungi Beberapa Kali melalu tlp dan pesan whatsapp (WA) Sehubungan dengan Hasil Tindakan Terhadap  Kepala Sekolah SDN No 101670  Atas Dugaan Korupsi Dana Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS) Yang di lakukan Kepala Sekolah Asriah Harahap tidak pernah ada balasan.

 

Tidak responnya pihak Dinas Pendidikan Paluta dalam menanggapi hal ini menimbulkan tandatanya besar dikalangan orangtua murid dan bahkan menduga adanya oknum di Dinas Pendidikan Paluta turut terlibat "bermain" dalam anggaran dana BOS tersebut.

 

Dalam kasus Dugaan korupsi Dana Bos SDN No 101670 diperkirakan ratusan juta rupiah maka kami mempertanyakan kenapa sampai sejauh ini belum ada tindakan konkrit yang tegas dari Pihak Dinas Pendidikan Paluta dalam hal ini dengan sendirinya keada an sekolah belum pernah diperiksa sebagai mana harapan para guru dan orangtua murid.

 

Karena tidak pernah ada tindakan hukum atas dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang itu, bisa jadi dimasa mendatang perbuatan itu akan diulang kembali, karena mungkin ada anggapan bahwa hukum bisa dibeli.

 

Masyarakat menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan agar Secepatnya ada pengadaan alat peraga pendidikan di SDN ini Entah karena dinas pendidikan yang menganggap boleh korupsi dan melanggar hukum apakah dari dinas pendidikan atau  Asriah Harahap yang menjadi penyedia barangnya.

 

Tentunya aneh, masyarakat menilai apa yang dilakukan oleh dinas pendidikan dari peristiwa dugaan Korupsi Dana BOS Dan pemalsuan Dokumen Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).

 

Sementara salah seorang Wali Murid kepada aktualonline.com mengatakan
penyelewengan Dana BOS ini kuat dugaan bahwa Dinas Pendidikan Paluta dan oknum pejabat yang berada dibawah kendali Asriah Harahap dan sama saja. Kita melapor ke pihak pelaku tentu sama saja dengan omong kosong, maka perbuatan melanggar hukum selalu diulang-ulang tanpa ragu dengan sengaja melanggar hukum. Buktinya sampai saat ini pihak Dinas Pendidikan hanyak adem-adem saja ujar Warga sekali Gus Orang Tua murid di Desa Lantosan I Senin (8/10/2018).

 

Lanjut Warga agar semua dugaan itu akan bisa dibuktikan jika serius menangani kasus korupsi Dana BOS yang sudah terjadi sejak Asriah Harahap menjabat tahun 2017 sampai tahun 2018 ini dengan jumlah siswa 280 orang jika tidak ada tindak lanjut dari kasus korupsi dan pemalsuan LPJ pada pengadaan alat peraga pendidikan ini, menguatkan indikasi bahwa kasus ini dibiarkan berlarut-larut agar menjadi kadaluwarsa dan barang bukti bisa dihilangkan semua,tutupnya.///Sahnan Harahap

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 17 Oktober 2018 | 23:20:13
Kapolrestabes Sambut Jamaah Haji Kota Medan
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:28:18
PKS Rombak Susunan Pengurus Wilayah Sumatera Utara
BERIKAN KOMENTAR
Top