• Home
  • Sumut
  • Presiden Buka Rakernas Mabmi !!! Elemen Masyarakat Diingatkan Jaga Kerukunan
Selasa, 9 Oktober 2018 | 14:23:49

Presiden Buka Rakernas Mabmi !!! Elemen Masyarakat Diingatkan Jaga Kerukunan

Foto/Ist
Presiden Buka Rakernas Mabmi !!! Elemen Masyarakat Diingatkan Jaga Kerukunan
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN//Presiden Joko Widodo mengingatkan pentingnya semua unsur dan elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan serta kebudayaan lokal. Indonesia adalah bangsa yang besar dan Melayu merupakan salah satu suku terbesar di negeri ini.

 

" Dimana mana saya berbicara, saya selalu bilang bahwa kita negara besar. Jumlah penduduk kita sekarang sudah 263 juta, dengan 714 suku berbeda beda, 1.100 bahasa daerah yang kita miliki, dan suku Melayu merupakan salah satu suku terbesar di tanah air ini,"kata Jokowi dalam sambutannya ketika membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Adat Melayu Indonesia (MABMI) 2018, di Hotel Adi Mulia Medan, Minggu (7/10).

 

Pada kesempatan itu Presiden menyampaikan pantun, ' Hujan turun, pohon melanda. Patah satu, anak tangga. Meskipun kita berbeda-beda, hidup rukun haruslah dijaga. Sungguh sejuk air kelapa, kelapa muda tersisa tiga. Meskipun kita beraneka rupa, persatuan harus dijaga.

 

Menurutnya, perbedaan-perbedaan adlah sunatullah dan merupaka  anugerah dari Alllah SWT. "Bapak- ibu akan dapat merasakan jika sudah pergi ke 514 kabupaten/kota yang kita miliki. Atau ke 34 provinsi di Indonesia yang kita miliki, baru terasa bahwa kita adalah negara besar. Sekarang penduduk kita 263 juta dan tinggal di 17 ribu pulau, ini sering kita lupakan, sering kita engak sadar. Untuk itu perlu terus ini saya ingatkan, jangan sampai perbedaan memecah -belah persatuan diantara kita,"ungkapnya.    

 

Presiden juga menegaskan aset terbesar bangsa adalah persatuan. Jangan sampai ketika ada pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, elemen bangsa justru terpecah. " Mari kita jadikan bahwa perbedaan menjadi kekuatan kita, kekuatan bangsa. Ini ( pesan persatuan) akan saya titip terus," katanya.

 

Terakhir Presiden berharap MABMI mampu menjadi simpul persatuan dan kesatuan bangsa du tengah masyarakat. Juga dapat menjadi roda penggerak kerukunana antarsesama elemen bangsa dalam rangka bingkai NKRI.

 

Ketua Umum MABMI, Dato' Seri  Syamsul  Aripfin menjelaskan, tujuan mengundang presiden supaya mempertajam Rakernas MABMI sekaligus meminta dukungan pemerin tah atas organisasi kebudayaan di negeri ini.

 

" Bukan dukungan materil melainkan moral. Jangan campur adukan antara kebudayaan dan politik. Budaya itu sakral. Suatu organisasi kalau mulai besar tentu banyak masalah yang menerpa. Sama seperti pohon yang tinggi akan semakin kencang ditiup angin," katanya.                  

 

Syamsul sependapat bahwa untuk meredam perpecahan menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa, tidak hanya MABMI, bahkan menurutnya, semua elemen masyarakat ataupun paguyuban wajib hukumnya menaungi dan melindungi keutuhan NKRI. " Melalui kebudayaan kita kuat dan negara menjadi hebat. Semua pihak wajib menangkal perpecahan dan menjaga persatuan. Dan kebebasan dalam budaya Indonesia itu ada, tetapi ada batasan dan norma-norma," ujarnya.

 

Rakernas MABMI 2018 mengambil tema "Dengan semangat Reformasi MABMI Menyatukan Visi, Misi dan Persepsi untuk Mendukung Suksesnya Pileg dan Pilpres 2019'.

 

Hadir dalam acara rakernas, seluruh pengurus dan kader MABMI se- Indonesia, menteri Kabinet Indonesia Kerja, Sultan Deli Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam, Walikota Medan Dzulmi  Eldin, mantan Sekdaprovsu RE Nainggolan, tokoh-tokoh adat, pemuda dan tokoh masyarakat.///Samsidar Saragih

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 17 Oktober 2018 | 23:20:13
Kapolrestabes Sambut Jamaah Haji Kota Medan
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:28:18
PKS Rombak Susunan Pengurus Wilayah Sumatera Utara
BERIKAN KOMENTAR
Top