• Home
  • Sumut
  • Kasek SDN No 101670 Aek Haruaya Dipanggil Kejari Paluta
Jumat, 12 Oktober 2018 | 01:29:55
•Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS !!!

Kasek SDN No 101670 Aek Haruaya Dipanggil Kejari Paluta

aktualonline.com/Sahnan Harahap
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PALUTA///Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Padang Lawas Utara,Sumatera Utara panggil kepala sekolah SDN No 101670 Aek Haruaya Desa Lantosan I Kecamatan Portibi Asriah Harahap atas kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2017 sampai 2018

Surat panggilan I sudak kita berikan dan kita juga sudah berikan tembusan Ke Dinas Pendidikan namun sampai saat Ini oknum Kepala Sekolahnya masih mangkir dan dalam waktu dekat kita akan luncurkan surat panggilan ke II kalau disitu juga dia tidak memenuhi panggilan sampai surat panggilan ke III Kejari akan jemput oknumnya secara paksa, ujar Kepala Seksi Intel Kejari Paluta Sutan Sinomba Siregar SH.melalui stafnya M.Raji Kepada Wartawan aktualonline.com di Kantor Kejari Paluta Kamis (11/10/2018).

Pemberian surat pemanggilan terhadap dugaan Korupsi Anggaran Dana BOS dilakukan Pemeriksaan pihak penyidik Untuk mendapatkan bukti-bukti yang kuat, termasuk pemeriksaan 7 Orang saksi lain.

Menurutnya, oknum Kepala Sekolah Asriah Harahap akan diamankan pihaknya bila terbukti terkait dugaan korupsi dana BOS selama dia menjabat Kepala Sekolah.

Menurut laporan yang kita terima Oknum kepala Sekolah ini Diduga telah melakukan penggelapan Dana BOS Senilai Ratusan Juta Rupiah Dengan Rincian 280 Orang Siswa Selama 3 Triwulan" Sejak Tahun 2017 Triwulan ke 4 dan Tahun 2018 Triwulan I dan II ,yang bersangkutan akan kita amankan bila nanti panggilan kita tidak dipenuhi.

"Iya kami masih gali keterangan dia. Dan untuk sementara waktu, Atas dugaan menyelewengkan dana BOS yang dikucurkan pemerintah pusat, provinsi hingga daerah untuk kepentingan pribadi," ungkap Raji.

Menurutnya, kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat beberapa pekan lalu. Saat itu penyidik mendapat informasi bahwa ada Penggelapan penggunaan anggaran dana BOS dengan laporan keuangan yang dimiliki sekolah. Berbekal laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dengan memanggil tersangka.

Bila diperiksa, penyidik menemukan bukti bahwa penggunaan anggaran yang dilakukan tersangka tidak bisa dipertanggung jawabkan.Bahkan dana itu digunakan untuk keperluan pribadi.

"Detailnya dana itu digunakan masih kita dalami," imbuhnya.

Jika Oknum Kepala Sekolah ini Terbukti melakukan Penggelapan Anggaran Dana BOS Dan di Tetapkan Sebagai Tersangka Akan dikenakan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 4 ayat 1 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditetapkan dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nmor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman di atas 20 tahun penjara.///S.Syaputra Hrp

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 13 Desember 2018 | 12:38:13
Perayaan Natal Kejatisu Hikmad dan Meriah
Selasa, 11 Desember 2018 | 14:48:59
Kejatisu Bagi-Bagi Stiker Anti Korupsi
Selasa, 11 Desember 2018 | 01:29:48
Polda Sumut Musnahkan 130 Kg Sabu dan 159 Butir Ektasi
Senin, 10 Desember 2018 | 23:15:03
Kapolres Pelabuhan Belawan Buka Agas Jaya Cup
Minggu, 9 Desember 2018 | 23:18:42
Wakil Wali Kota Tutup Christmas Season 2018-2019
BERIKAN KOMENTAR
Top