• Home
  • Sumut
  • Dinas Sosial Paluta Gelar Sosialisasi Penyalahgunaan Napza Terhadap Anak Remaja
Jumat, 9 November 2018 | 00:10:35

Dinas Sosial Paluta Gelar Sosialisasi Penyalahgunaan Napza Terhadap Anak Remaja

aktualonline.com/Sahnan Harahap
Dinas Sosial Paluta Gelar Sosialisasi Penyalahgunaan Napza Terhadap Anak Remaja
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com PALUTA ///Narkoba merupakan salah satu tantangan terberat bagi generasi muda, sebab belakangan ini penyalahgunaan narkoba semakin merajalela.

Melihat hal itu, Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melalu Dinas Sosial (Dinsos) menggelar sosialisasi bahaya Narkotika Psikotroafika Zat Adiktif (Napza) di kalangan generasi muda, yang di gelar Di Bebarapa Kecamatan Yang ada Di Kabupaten Paluta yang Termasuk di Desa Hutaimbaru Kecamatan Dolok Sigoppulon Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (7/11/2018)

Sekitar ratusan anak remaja baik dari pelajar tingkat SMP dan SMA warga Kecamatan Dolok Sigoppulon menjadi peserta pada sosialisasi ini.

Ketua panitia Sosialisasi Penyalahgunaan Napza, Busro Harahap S.sos yang juga merupakan Plt Kepala dinas sosial Pemkab Paluta Melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Darman Hidayat Siregar SE M.SI menjelaskan, bahwa dinas sosial memiliki program serius untuk pemberantasan penyalahgunaan napza berupa menghadirkan kerja sama dalam rehabilitasi pecandu narkoba.

"Jadi kalau ada keluarga kita, atau orang-orang di sekitar kita yang mau di rehabilitasi, silahkan datang nanti kita akan bantu," tandas Darman.

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan wujud cinta dan kepedulian Pemda kepada para generasi muda yang ada, yang mana sebelum sosialisasi ini telah dilakukan program membentuk satgas anti narkoba berbasis masyarakat.

Sementara Amrul Habibi Siregar SH Dari Polsek Padang  menuturkan, kegiatan ini merupakan sesuatu yang diharapkan mampu membentengi para generasi muda dari tindakan penyalahgunaan gunaan narkoba, sebab bahan narkoba dan beberapa jenisnya itu hanya digunakan didalam kegiatan medis sehingga apa bila digunakan diluar medis itu dinamakan penyalahgunaan.

Harus dipahami mengapa generasi muda yang sering menjadi sasaran sosialisasi sebab sasaran gelap dari peredaran narkoba ini memang gencar menyerang anak-anak usia remaja, dari itu mulai dari sekarang sudah menjadi tanggu jawab kita untuk melindungi generasi muda dari maraknya penyalahgunaan narkoba. Perlu di Ketahui Penyalah Gunaan narkotika Telah Diatur Dalam UUD Pidana Yang Bisa Menjerat Kita Terhadap Hukum pidana Penjara , tutupnya.

Sementara Rudi Perdana Ismail.SKM dari Dinas kesehatan Kabupaten Paluta menjelas kan" Narkoba hingga kini masih menjadi salah satu masalah besar di masyarakat. Jika dulunya narkoba alami seperti opium, kokain dan ganja digunakan untuk kepentingan bahaya narkoba sangat tampak untuk tubuh. Berikut 10 bahaya narkoba yang paling mengerikan dan wajib kamu tahu.

1. Merusak sistem pernapasan

Asap dari narkoba seperti ganja terdiri dari berbagai macam bahan kimia beracun yang bisa mengiritasi saluran paru-paru. Jika sering menghirup asap dari narkoba, risikonya adalah menjadi sesak napas, batuk, bronchitis dan infeksi paru-paru lebih tinggi tingkat kronisnya. Asap tersebut mengandung karsinogen yang berpotensi meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.

2. Merusak sistem peredaran darah

Senyawa kimia berbahaya dalam narkoba dapat bergerak dari paru-paru ke aliran darah dan seluruh tubuh. Dalam beberapa menit saja, detak jantung akan naik drastis. Bahaya narkoba ini bisa menambah risiko terjadinya serangan jantung dengan signifikan. Selain itu, mereka yang menggunakan narkoba biasanya juga identik dengan mata merah. Ini dikarenakan pembuluh darah di mata melebar.

3. Menyebabkan gangguan sistem saraf pusat

Pada fase ini, pengguna tidak bisa berpikir dengan jernih karena terganggunya proses pencernaan informasi. Selain itu, pengguna akan sulit juga untuk membentuk atau mengingat sesuatu ketika sedang 'high'. Bahaya narkoba dalam mengganggu saraf juga bisa menyebabkan pengguna mengalami kejang, halusinasi hingga hilang kesadaran.

4. Menyebabkan disfungsi hati

Menggunakan narkoba jenis ganja juga bisa menyebabkan perasaan tersengat atau terbakar di mulut dan tenggorokan. Apalagi jika narkoba dikonsumsi melalui mulut, hati atau liver akan memprosesnya dengan cepat. Bahaya narkoba ini akan menyebabkan fungsi hati menjadi rusak jika narkoba dikonsumsi berlebihan. Risiko seperti disfungsi atau gagal fungsi hati bisa terjadi pada mereka yang menggunakan narkoba dalam jangka waktu panjang.

5. Merusak sistem imun dalam tubuh

Beberapa penelitian menyebutkan efek dari senyawa kimia berbahaya narkoba yang berbahaya untuk sistem imun tubuh. Dengan mengkonsumsi narkoba, pengguna akan lebih mudah sakit. Nggak jarang kalau para pengguna narkoba tubuhnya jadi makin kutilang, kurus tinggi langsing seperti kekurangan gizi.

6. Gangguan pada kulit

Untuk pengguna narkoba jenis suntik umumnya akan mengalami gangguan yang berhubungan dengan kulit. Yang paling sering terjadi adalah gangguan kulit layaknya infeksi pada kulit. Biasanya gangguan pada kulit terjadi pada mereka yang menggunakan narkoba dan bisa dilihat dari bekas lebam di tangan akibat suntikan dari narkoba tersebut.

7. Gangguan sistem reproduksi

Penggunaan narkoba ternyata juga berdampak buruk pada sistem reproduksi. Sama halnya seperti bahaya kebiasaan merokok, penggunaan narkoba yang berlebihan dan terus menerus bisa membuat pengguna berisiko mengalami penurunan hormon reproduksi dan juga fungsi seksual pada wanita atau pria.

8. Perubahan fungsi otak

Pengguna yang sudah kecanduan narkoba akan mengalami perubahan fungsi otak yang cukup membahayakan. Bahaya narkoba ini akan membuat beberapa bagian otak manusia menjadi rusak sehingga kinerjanya tidak lagi optimal. Sebuah eksperimen pernah dilakukan yaitu dengan percobaan narkoba jenis ekstasi pada binatang. Hasilnya, zat berbahaya pada ekstasi tersebut merusak sel yang ada di dalam otak.

9. Merusak mental

Penggunaan narkoba jangka panjang telah banyak dihubungkan dengan berbagai penyakit mental. Beberapa efek bahaya narkoba untuk mental di antaranya adalah merasakan halusinasi sementara, biasanya berupa sensasi atau gambaran yang terlihat nyata padahal tidak terjadi atau hanya khayalan saja.

10. Rasa paranoid

Akibat lain dari rasa paranoid yang muncul karena bahaya narkoba ini juga bisa membuat pengguna jadi tidak percaya dengan ucapan atau saran orang lain. Selain itu, bahaya narkoba seperti ganja juga bisa menyebabkan gangguan mental seperti misalnya depresi, gelisah dan meningkatkan keinginan untuk bunuh diri pada kalangan remaja.

Narkoba merupakan salah satu pembunuh terbesar di dunia.Maka kita sangat mengapre siasi Sosialisasi Nafza ini agar terhindar menjauhi bahaya narkoba. tutupnya.///S.Syaputra Harahap

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Kamis, 15 November 2018 | 17:12:59
Kejatisu Gelar In House Training
Rabu, 14 November 2018 | 13:11:10
Jajaran Poldasu Ungkap 15 Kasus Narkoba
Senin, 12 November 2018 | 14:00:39
Polres Pelabuhan Belawan Basmi Pekat dengan Ops K2YD
Senin, 12 November 2018 | 13:58:34
Dinas Kesehatan Paluta Peringati HKN Tahun 2018
BERIKAN KOMENTAR
Top