• Home
  • Sumut
  • Dinkes Sumut Gelar Sosialisasi Surveilens Vektor Malaria,DBD dan Vilariasis di Kabupaten Paluta
Kamis, 15 November 2018 | 17:01:15

Dinkes Sumut Gelar Sosialisasi Surveilens Vektor Malaria,DBD dan Vilariasis di Kabupaten Paluta

aktualonline.com/Sahnan Harahap
Dinkes Sumut Gelar Sosialisasi Surveilens Vektor Malaria,DBD dan Vilariasis di Kabupaten Paluta

aktualonline.com.PALUTA/// Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara Gelar Sosialisasi Surveilens vektor Malaria DBD dan vilariasis Di Kabupaten padang Lawas Utara (Paluta) yang dihadiri beberapa utusan dari Dinas Kesehatan Bidang P2P Paluta yang diadakan di Hotel Mitra Indah Gunung Tua Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Rabu (14/11/2018).

Melalui Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Paluta Rudi Perdana Ismail Batu Bara S.Km Yang Di Dampingi Kasi P2P Ardi Syahbana Harahap S.Km  Dalam Sambutannya Sangat mengapresiasikan Di Gelarnya Survelens Vektor ini Kususnya Upaya Pengendalian Vektor merupakan penyakit yang menular melalui hewan perantara (vektor) penyakit. Contohnya, antara lain malaria, Demam Berdarah Dengue, Cikungunya, pes, dan lain-laian. Penyakit tersebut hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Upaya pengendalian vektor telah dilakukan baik oleh Pemerintah dan masyarakat.

Hal Ini Segenap Masyarakat kabupaten Paluta Melalui Dinas Kesehatan  Menyambut Baik Upaya penanggulangan Penyakit Tersebut karena masalah ini Termasuk Persoalan Serius di Masyarakat Palauta ujarnya.

Saimah S.Km Dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumut dalam penyampaiannya mengata kan banyak cara pengendalian vektor Malaria, DBD Dan vileriasis yang telah dilakukan, antara lain dengan cara fisika, kimiawi (insektisida), modifikasi lingkungan dan lain-lain.

Lanjut Saimah pada umumnya upaya pengendalian vektor yang dilakukan masyarakat adalah dengan menggunakan bahan kimia/insektisida berupa obat anti nyamuk baik dalam bentuk, obat anti nyamuk bakar, obat anti nyamuk elektrik obat anti nyamuk semprot (aerosol) dan repelen.

Saima juga menuturkan cara pengendalian dengan insektisida ini disukai oleh masyarakat karena hasilnya dapat dirasakan secara langsung dan nyata walaupun sifatnya hanya sementara. Padahal penggunaan bahan insektisida secara terus menerus dan tidak sesuai aturan dapat menimbulkan penurunan kerentanan (peningkatan resistensi) nyamuk terhadap insektisida.

Disamping itu, pada dasarnya semua insektisida adalah racun, maka penggunaannya harus penuh dengan kehati-hatian dengan mempertimbangkan aspek keamanan bagi kesehatan masyarakat, petugas serta lingkungannya. Upaya pengendalian vektor juga harus mempertimbangkan aspek-aspek efektifitas dan efisiensi serta bioekologi vektor dan dinamika penularan penyakit di masing-masing wilayah. Berdasarkan pertimbangan tersebut dan agar penggunaan insektisida memperoleh manfaat yang maksimal, maka penggunaan insektisida dalam pengendalian vektor harus mengacu pada pedoman teknis pengendalian vektor terpadu.

Dengan tujuan:tersosialisasinya pedoman teknis pengendalian vektor terpadu kepada stakeholder terkait Khusus :Mengetahui jenis insektisida yang digunakan dalam progranm pengendalian vector Mengetahui teknis penggunaan insektisida dalam pengendalian vektor terpadu Meengetahui langkah-langkah pengendalian vektor secara terpadu mengetahui komponen pengendalian vektor secara terpadu ruang lingkup.

Setiap metode pengendalian (baik fisik, biologi dan kimia), masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Sehingga apabila dilakukan secara terpadu dapat saling menutupi kekurangannya dapat mengurangi penggunaan insektisida yang berlebihan yang banyak menimbulkan residu lingkungan dan resistensi vektor, dengan cara memadukan metode lainnyaTentu melibatkan peran serta aktif masyarakat untuk ikut dalam pengendalaian vektor Dalam upaya pengendalian vektor penyakit perlu dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan komponen ketersediaan evidence based, melibatkan partisipasi aktif masyarakat, penggunaan insektisida perlu dilakukan secara rasional, membutuhkan dukungan peraturan perundangan, dilakukan secara ekonomis dan berkelanjutanTutupnya.///S.Syaputra Harahap

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Senin, 17 Desember 2018 | 15:54:42
Kapolda Sumut Siap Bantu Perayaan Natal PWI 2018
Senin, 17 Desember 2018 | 14:48:06
Kapolda Ajak Goweser Ciptakan Pemilu Damai
Sabtu, 15 Desember 2018 | 00:42:52
Satlantas Polrestabes Medan Bakar 80.495 SIM Kadaluarsa
Sabtu, 15 Desember 2018 | 00:36:52
Satlantas Polrestabes Medan Bakar 80.495 SIM Kadaluarsa
BERIKAN KOMENTAR
Top