• Home
  • Sumut
  • Dikomfirmasi Terkait Standar Akreditasi Puskesmas,Kabid Pelayanan Dinkes Paluta Jawab Suami Saya Juga wartawan
Jumat, 11 Januari 2019 | 18:00:18

Dikomfirmasi Terkait Standar Akreditasi Puskesmas,Kabid Pelayanan Dinkes Paluta Jawab Suami Saya Juga wartawan

Foto/Ist
Dikomfirmasi Terkait Standar Akreditasi Puskesmas,Kabid Pelayanan Dinkes Paluta Jawab Suami Saya Juga wartawan
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PALUTA///Manajemen puskesmas menjadi sangat penting ketika persiapan akreditasi, bagaimana tidak tanpa manajemen dan persiapannya.

Maka bisa saja Puskesmas tidak akan lolos atau parahnya lagi tidak jadi dinilai karena masalah manajemen.

Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskemas maupun Di Rumah Sakit, Wartawan Aktualonline.Com mendatangi Kepala Bagian (Kabid) Pelayanan Dinas Kesehatan kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Dr Ellyka Yanthi diruangannya Rabu 9/1/2019 dengan Tujuan Komfirmasi Tentang adanya penilaian oleh fihak eksternal apakah sudah menggunakan standar yang ditetapkan, yaitu melalui mekanisme akreditasi.

Tujuan utama Media ini mempertanyakan akreditasi puskesmas  Atas pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko.

Tentu saja akreditasi ini bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. Maka untuk Tahun 2019 target Dinas Kesehatan agar semua Puskesmas sudah terakre ditasi.

Namun Kabit Pelayanan Dinas Kesehatan Ini menyuruh wartawan Untuk Mempelajarinya diGoogle.
Buka bapak saja google disitu sudah ada semua,baik Juklak dan juklisnya dan semua itu telah kami laksanakan secara baik dan benar ujar kabid ini.

Yang paling mengherankan pada pelayanan kabid ini. Suami saya juga seorang wartawan maka saya tau semua kinerja wartawan.

Apa hubungan sebenarnya ketika wartawan meminta penjelasan layanan kinerja dinas kesehatan dengan suami kabid ini sebagai wartawan.

Melihat hal ini Seorang Kepala bidang Pelayanan Dinkes ini Di Duga menyembunyikan sesuatu Atas Pelaksanaan akreditasi Puskesmas Dan Pelayanan bersetandar nasional terhadap masyarakat.

Program Akreditasi Puskesmas ini pemerintah Telah menyediakan dana miliaran rupiah untuk itu.

Apa maksud?, Apa tujuan ? dan bagaimana tenggang waktu akreditasi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) sementara kesiapan puskesmas Kelihatannya masih jauh dari harapan.
Celakanya, dana miliaran rupiah untuk program itu atau apakah sudah jelas juntrungan nya.

Akreditasi puskesmas jangan digenjot dengan cara-cara tidak benar. Pihak puskesmas khawatir tidak mampu meraih akreditasi. Implikasinya, kerja sama dengan BPJS Kesehatan bisa diputus.

Dengan memaknai program Kementerian Kesehatan. Kemenkes menargetkan 6.000-an puskesmas harus sudah terakreditasi di 2019. Tak terkecuali Kabupaten Paluta dan Sumut. Sayangnya kita belum tau sudah berapa yang terakreditasi dari semua puskesmas di Paluta.

Tahun ini, Dinas Kesehatan Pemda paluta berapa memasang target yang muluk puskesmas harus terakreditasi. Padahal, dari semua kondisi layanan, fasilitas dan akses masih jauh dari ideal.Penargetan tersebut tergolong ‘muluk’ bahkan terkesan dipaksa kan.

Melihat sejumlah tenaga medis di Puskesmas kontras dengan kondisi di lapangan, hampir 80 persen kondisi sarana dan prasarana kesehatan di puskesmas Paluta  belum memenuhi standar.

Namun, dana untuk program akreditasi ini di duga belum juga jelas di mana dan ke mana salurannya.

Padahal niat pemerintah dengan keinginan harapan dan program untuk meningkatkan program pelayanan kesehatan di Kabupaten Paluta agar lebih baik ke depan.

Sementara dana alokasi khusus nonfisik APBN, sesuai Permenkes No 71 Tahun 2016, untuk akreditasi puskesmas dianggarkan Rp1,6 miliar, sedangkan Bantuan Operasional tentu juga masih ada.

“Nyatanya dalam tingkat operasional birokrasi Apakah sudah berjalan dengan sesuai harapan.

Mungkin Masih banyak oknum birokrat di Dinas Kesehatan yang belum paham. Sebaliknya, mereka malah memanfaatkan situasi ini" Jangan ada dugaan ‘bermain api’. Sehingga situasi nantinya terjadi kegelisahan besar di tingkat kepala puskesmas dan para dokter staf pegawai puskesmas yang ujungnya berimbas pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Tak terima dengan Penjelasan yang tidak masuk akal ini, ketika dikonfirmasi tentang Program Akreditasi Puskesmas, bila pelaksanaannya sudah benar kami sangat ingin melihat langsung kelapangan melihat kenyataan yang sebenarnya namun kabid ini beralasan tidak bisa menentukan jadwal karena sibuk  Dan bila itu yang di perlukan biar kami yang mengundang ujarnya kabid ini.

Program Akreditasi Puskesmas jika nantinya tidak dijalankan dengan baik Tentu akan menjadi petaka. Pungutan liar marak dan tidak ada yang mengawasi, sebab intimidasi masih saja jadi senjata membungkam. “Tapi kebenaran tidak akan bisa ditutup-tutupi,”

kepada pegawai di puskesmas ini permasalahan serius. Seharusnya, sebelum akreditasi, dilakukan dulu sejumlah pembinaan bagi puskesmas-puskesmas yang ada.Tujuannya untuk mempersiapkan diri.

Pembinaan datangnya dari pemerintah karena puskesmas adalah milik pemerintah maka pemerintah bertanggungjawab penuh dalam persiapannya dan pelaksanaannya.

Jika ini adalah Tidak ada tindakan maka  oknum dengan menggunakan kekuasaannya sudah seharusnya diusut dan ditelusuri. Bahkan jika memang tidak siap, ya stop saja program akreditasi ini. Untuk apa akreditasi jika malah menyengsarakan pegawai, apalagi pasien yang tidak dapat layanan./// Sahnan Harahap

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Rabu, 19 Juni 2019 | 13:42:59
Wali Kota Ajak Umat Budha Jaga Kebhinekaan
Rabu, 19 Juni 2019 | 00:15:49
200 Satpol PP ‘Bersihkan’ PK5 di 4 Lokasi
Selasa, 18 Juni 2019 | 23:57:23
Polsek Medan Helvetia Ringkus Dua Pelaku Pemerasan
Selasa, 18 Juni 2019 | 23:36:11
Faperta UDA Angkatan 87 Gelar Reuni Perdana
BERIKAN KOMENTAR
Top