• Home
  • Sumut
  • Diterpa Berita Hoaks, KPU Medan dan Sumut Lapor Polisi
Selasa, 16 April 2019 | 23:42:12

Diterpa Berita Hoaks, KPU Medan dan Sumut Lapor Polisi

Foto/Ist
Ketua KPU Sumut Yulhasni bersama Komisioner KPU Medan dalam temu pers di Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan, Selasa (16/4).
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN ||| Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan dan Sumatera Utara kembali diterjang informasi hoaks. Kali ini masih seputar video yang sudah berkali-kali beredar tentang tudingan kericuhan di kantor KPU Medan karena surat suara sudah dicoblos. Jika sebelumnya beredar di Facebok kali ini di Youtube.

Video tersebut sebenarnya sudah viral sebelumnya dan membuat KPU Medan dan Sumut melaporkan penyebar video ke Polda Sumut, Februari lalu dan pelakunya sudah ditangkap. Hanya saja, waktu itu hoaks yang disebarkan bahwa surat suara yang dicoblos adalah milik capres/cawapres 01.

"Terkait beredarnya berita hoaks yang dialami KPU Medan kesekian kali, kalau kita review kembali pada bulan Februari 2019 lalu kita juga sudah mengalami berita hoaks yang mana situasinya di video itu kita digambarkan digerebek sekumpulan massa dan dituduh mencoblos surat suara salah satu calon. Dan ini kita kembali diterpa isu yang hampir sama, beredar juga video yang sama dengan video yang sebelumnya. Namun kali ini kita dituduh mencoblos 02. Jadi kedua pasangan calon, kita sudah dianggap mencoblos keduanya. 01 pada Februari dan sekarang calon 02," beber Ketua KPU Kota Medan Agussyah Ramadani Damanik dalam temu pers di Kantor KPU Medan, Jalan Kejaksaan, Selasa (16/4/2019).

Agus menegaskan video yang disebarkan kali ini masih sama dan itu tidak pernah terjadi di kantor KPU Medan. "Materi di video itu tidak berkaitan dengan Pilpres 2019. Karena ini terjadi pada Pilkada 2018 lalu di Tapanuli Utara. Sekali kali kami tegaskan itu tidak benar. Dan, pada hari ini kita akan melaporkan dan buat pengaduan ke kepolisian terkait dengan beredarnya kembali isu hoaks yang menimpa kita," tegasnya.

KPU Medan sendiri bukan hanya diterpa hoaks video, tapi juga rekaman yang sejak pagi heboh. Rekaman tersebut memuat percakapan dua orang, laki-laki dan perempuan. Dimana disebutkan sudah terjadi pencoblosan surat suara yang melibatkan kepala lingkungan di Sitirejo 3, Medan Amplas.

"Ini juga kami klarifikasi, kejadian itu tidak pernah terjadi dan sekarang ini justru surat suara atau logistik untuk Kecamatan Medan Amplas, Kelurahan Sitirejo 3 sekarang ini dalam proses pengepakan dan pendistribusian KPU Medan dari gudang aman terkendali. Tidak ada pencoblosan salah satu calon, atau surat suara dicoblos," ungkapnya.

Pun demikian, Agus mengatakan pihaknya tidak tahu siapa kali pertama yang menyebarkan video maupun rekaman tersebut. Mereka akan membiarkan pihak kepolisian yang memprosesnya.

"Rekaman beredar masih di WA, tapi kami belum mengetahui siapa penyebar pertama. Berencana melaporkan peristiwa ini ke Polresta Medan dan hari ini kita laporkan. Kita akan breafing sebentar apa yang perlu kita sampaikan sebagai alat bukti ke depan," tuturnya.

"Secara faktual kita harapkan kepolisian yang mengungkap, yang kita ketahui saja yang kita laporkan. Pihak penyidik yang akan mengembangkan ini," ucapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sumut, Yulhasni menambahkan alasan pihaknya harus cepat bereaksi atas hoaks ini lantaran tidak ingin proses Pemilu di Sumatera Utara terganggu.

"Kenapa kami perlu mengklarifikasi berita ini, kami memang harus menyempaikan segera tentang informasi bohong ini. Kami sudah minta KPU Medan untuk membuat laporan tentang informasi ini. Karena ini justu membuat proses pemilu kita jadi dipertanyakan publik. Yang kedua, kami pastikakan video yang beredar itu Pilkada Tapanuli Utara. Tepatnya tangal 28 Juni tepatnya pukul 02.00 dini, Seolah-olah terjadi pencoblosan di KPU Kota Medan," ungkapnya.

Informasi hoaks tersebut, kata Yulhasni sebagai bentuk melemahkan KPU sebagai penyelanggara.

"Kemudian kepercayaan publik kepada penyelengga akan turun karena kasus-kasus ini. Jadi biarlah masyarakat yang lebih tahu tentang video ini. Masyarakat yang cerdas sudah paham. Karena peristiwa sama tapi informasinya kemarin untuk coblos 01 sekarang untuk mencoblos 02. Saya juga meminta kepolisian untuk segera menangkap pelaku, ini menganggu stabilitas di Sumut," tukas dia.

Apalagi, diungkapkan Yulhasni, Sumut sejatinya tidak masuk dalam daerah rawan Pemilu. "Dari indeks kerawanan yang dikeluarkan Bawaslu RI, Sumut di peringkat ke 28 dibanding provinsi lain. Waktu video conference dengan Menkopolhumkam juga disebutkan bahwa Sumut aman jadi dalam konteks Pemilu berjalan dengan lancar, kalau ada hal seperti ini mengganggu sebenarnya. Kami minta kepolisian bertindak cepat dan KPU Kota Medan melaporkan akun-akun yang menshare kebohogan itu," pungkasnya.

Sementara di tempat yang sama Komisioner KPU Sumut Herdensi Adnin juga mengungkap soal pesan berantai yang beredar di WhatsApp terkait pemilih khusus yang disebutkan boleh memilih dimana saja.

"Saya kira itu juga berita hoaks, berdasarkan regulasi pemilih yang tidak terdaftar hanya bisa memilih di lokasi dimana identitas kependudukannya terdaftar. Agar kelompok yang sengaja provokasi masyrakat agar pemilu tidak kondusif. Kami menyadari masyarakat kita sudah pintar mana yang benar, mengingatkan saja bahwa soal memilih yang tidak terdaftar dalam DPT hanya bisa memilih di lokasi dimana identitas kependudukannya terdaftar," tukasnya.||| Samsidar Saragih

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Minggu, 18 Agustus 2019 | 00:37:28
Beraksi di Bandar Khalipah,Begal Tewas Dihajar Massa
Jumat, 16 Agustus 2019 | 11:30:00
SPPA Bisa Jerat Jurnalis 5 Tahun Penjara
BERIKAN KOMENTAR
Top