• Home
  • Sumut
  • Petugas TNGL Gagalkan Penjualan 2 Kulit Harimau di Langkat
Sabtu, 6 Juli 2019 | 00:03:22

Petugas TNGL Gagalkan Penjualan 2 Kulit Harimau di Langkat

Foto/Ist
Petugas TNGL Gagalkan Penjualan 2 Kulit Harimau di Langkat
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN ||| Petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) meringkus seorang petani di Langkat karena menjual kulit harimau. Dari pelaku, petugas menyita dua lembar kulit harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Penangkapan dilakukan pada  Senin (1/7/2019) malam di Simpang Sogong, Marike, Kurambaru Langkat, Sumut. Sedangkan warga yang berhasil diringkus berinisil P (27). 

 

"Pelaku diringkus usai petugas melakukan penyamaran sebagai pembeli,"ucap Haluanto Ginting, Kepala Seksi Wilayah I Balai Gakkum LHK Sumut-Aceh, Jumat (4/7). 

 

Dari tangan P, disita 2 lembar kulit harimau berukuran besar, 1 lembar kulit harimau ukuran kecil, 1 tengkorak yang diduga jenis harimau sumatera, sebilah belati dan 1 unit handphone.

 

"Diserahkan kepada kami pada Selasa (2/7)," kata Haluanto Ginting.

 

Haluanto mengatakan kulit harimau itu diakui P sebagai warisan keluarga dan sudah ada sejak dia kecil. Pria yang berprofesi sebagai petani ini menguasai kulit harimau itu sejak 2013.

 

"Tersangka mengaku kulit harimau itu dari kakeknya. Jadi dia bongkar-bongkar rumah, kemudian dapat barang ini. Saya rasa tersangka tahu (harimau satwa dilindungi)," sebut Haluan.

 

Haluanto menduga kulit harimau itu diduga berasal dari harimau yang dijerat di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Dugaan itu didasarkan pada lokasi kediaman keluarga tersangka yang berdekatan dengan taman nasional itu.

 

Dari pemeriksaan diketahui bahwa  P selama ini menjual potongan kulit harimau dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Dua lembar kulit harimau besar itu rencananya dijual seharga Rp 57 juta. Dia berharap mendapatkan uang itu untuk memperbaiki kuburan orang tuanya dan modal membeli ternak.

 

Dalam kasus ini, P dijerat dengan Pasal 21 junto Pasal 40 UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dia terancam hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

 

"Kita sudah menitipkan tersangka dan barang bukti ke Polda Sumut," tegas Haluan. "Bagi masyarakat yang masih memiliki atau menyimpan satwa atau bagian tubuh satwa dilindungi agar menyerahkan kepada pihak berwajib. Tolong supaya jangan terulang lagi hal yang seperti ini," tukas Haluan lagi.||| Zul/mtc

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top