• Home
  • Sumut
  • Pertandingan Futsal di Tembung Berujung Maut,Ibnu Tewas Dipukul Botol
Selasa, 9 Juli 2019 | 01:19:23

Pertandingan Futsal di Tembung Berujung Maut,Ibnu Tewas Dipukul Botol

Foto/Ist
Ibnu saat berada di Rumah Sakit Mitra Medika, Pasar 9 Tembung setelah menghembuskan nafas terakhir
BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.PS TUAN ||| Pertandingan futsal antara sejumlah pemuda Gang Bersama dengan Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung, Percut Seituan, berakhir ricuh hingga berujung perkelahian, Minggu (7/7/2019) sekitar jam 21.00 Wib. 

Ibnu Gunawan (23), pemuda warga Jalan Prima Pasar 7 Tengah, Tembung, tewas setelah kepalanya dipukul dengan botol dalam pertikaian tersebut. Menurut Bustami (25), salah seorang teman korban, keributan terjadi saat mereka tanding footsal di lapangan Pianggo, Pasar 7 Tengah, Tembung. 

Ditengah permainan, kedua kubu ricuh karena salah satu pemain dituding bermain kasar. Keributan berlanjut hingga ke luar arena. Masing-masing kubu akhirnya terlibat perkelahian hingga seorang pemain dari kelompok Jalan Prima bernama Angga dipukul lawannya dari Gang Bersama. Angga kemudian menelpon Ibnu dan mengatakan bahwa dia telah dipukul. Tak lama kemudian, Ibnu tiba lokasi. 

Namun kedatangannya disambut kawanan kubu lawan dengan memukul kepala bagian belakangnya menggunakan botol kaca. Akibatnya, Ibnu jatuh terkapar seketika itu juga. 

Teman-temannya dari Jalan Prima kemudian melarikan Ibnu ke Rumah Sakit Mitra Medika, Pasar 9 Tembung. Sayang, begitu tiba di rumah sakit, pemuda itu dinyatakan meninggal dunia. 

Personel Percut Sei Tuan yang mendapat informasi tiba di lokasi tak lama kemudian. Dari sana, petugas memboyong 7 terduga ke kantor polisi. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap ke 7 pemuda yang diamankan tersebut. 

Namun Senin (8/7) sore, beberapa diantaranya sudah dipulangkan, lantaran tidak terlibat dalam peristiwa itu. 

“Keluarga saya gak ikut perkelahian dan gak tau siapa yang bertikai. Tapi usai kejadian itu, anak kami diamankan. Dia memang berada di lapangan futsal. Karena gak terlibat. kami disuruh buat surat pernyataan,” kata wanita berhijab, salah satu keluarga dari pemuda yang sempat diamankan. 

Terkait hal itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Iptu MK Daulay mengaku belum ada ditetapkan sebagai tersangka. 

“Tadi malam memang ada kita amankan 7 atau 8 orang, tapi statusnya masih saksi atau dalam pemeriksaan. Kebetulan malam itu saya di rumah sakit dan keluarga korban sempat keberatan dilakukan outopsi serta visum. Mereka mengaku ikhlas.Nah, sekarang sudah diotopsi setelah mereka mau,” katanya. 

Selain itu, terang Daulay, beberapa orang yang diamankan juga ada kemungkinannya dengan laporan polisi terkait penganiayaan lain dalam peristiwa itu.

“Jadi, kalau gak salah ada 2 atau 3 LP (laporan polisi) dengan LP tewasnya korban.

Karena ada 2 orang lagi yang luka-luka akibat penganiayaan akibat kejadian itu dan mereka buat LP terpisah,” jelasnya.

Terkait jumlah pasti pelaku penganiayaan, Daulay mengaku belum bisa memastikan. “Belum tau kita, nanti kita gelar perkara dulu,” jelasnya.||| Samsidar Saragih



Editor : Zul



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top