• Home
  • Sumut
  • ISNU Sebagai Kekuatan Masyarakat dan Negara
Senin, 15 Juli 2019 | 00:28:16

ISNU Sebagai Kekuatan Masyarakat dan Negara

BERITA TERKAIT:

aktualonline.com.MEDAN ||| Masyarakat Negara Indonesia harus dapat menerima terpilihnya Presiden Ir.Joko Widodo dan wakilnya KH.M'ruf Amin, memimpin Negara Republik Indonesia.

Maka dari itu Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (PW ISNU Sumut) Dr.H.Nispul Khoiri, M.Ag, dalam sambutan Musywarah Kerja Wilayah 1 (Mukerwil) ISNU Sumut dan dialog Kebangsaan Lintas Tokoh Masyarakat (Hotel Garuda Plaza, 13/07/2019) menegaskan" Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusu dan penetapan KPU kepada Presiden dan Wakil terpilih ( Ir. Joko Widodo - KH. Ma'ruf Amin), telah menegaskan secara final dan mengikat Indonesia telah memiliki pemimpin baru untuk lima tahun kedepan. Sudah seharusnyala masyarakat Indonesia bersyuhkur, berbangga diri serta mendukung penuh kabinet kerja Jokowi - Ma' ruf kedepan. Namun Kabinet kerja ini tidak akan berjalan secara maksimal, jika tidak didukung oleh seluruh komponen anak bangsa. Kerjasama dan sama - sama bekerja harus menjadi spirit penting bagi kabinet kerja kedepan" ujarnya.

 

Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag, yang juga dosen Pascasarjana  ini mengatakan" terdapat beberapa hal menjadi landasan kuat terbangunya Indonesia maju,  kuat dan sejahtera, yakni : pertama, keputusan NKRI menjadi harga mati, rekonsiliasi nasional sangat dibutuhkan bahkan dipandang strategis dalam menjaga dan mengawal NKRI. Pikiran dan sikap  kebangsaan para elemen masyarakat mutlak dibutuhkan, guna memperkuat NKRI itu sendiri. Kita tidak menginginkan lagi masyarakat terpolarisasi kepada 01 atau 02, tetapi Indonesia bersatu dan damai adalah diatas segalanya diwujudkan bersama dalam semangat  kebhinekaan.

 

Pancasila menjadi rasionalitas kita sebagai sebuah bangsa ditengah pluralitas multi agama, multi bahasa, multi budaya dan multi ras yang bernama Indonesia. Kedua, semangat keberagaman tinggi kemudian diimplementasikan dalam kehidupan nyata yang selama ini cukup melekat menjadi indentitas bangsa harus senantiasa terpelihara, sehingga menjadikan negara ini sebagai negara agamis, santun dan berbudaya. Realitas tidak saja menjadi simbol tetapi fakta nyata dimanapun dan sampai kapanpun.

 

Dengan demikian negri ini akan senantiasa dicurahkan limpahan rahmad dan keberkahan Sang Pencipta. Ketiga, terbangunya prekonomian kuat, menjadi mobilisator pembangunan dari berbagai sektor sehingga mempengaruhi tumbuhnya ekonomi masyarakat dan negara. Keempat, penegakan hukum yang bener - bener mencerminkan keadilan.

 

Hukum harus senantiasa tajam dan bener - bener diletakkan sebagai panglima dalam penegakan kebeneran dan keadilan. Kelima, kekuatan TNI dan Polri selalu menjaga dan mengawal negri adalah kekuatan penting yang harus semakin diperkuat dari berbagai aspek, disamping TNI & Polri senantiasa membangun kedekatan kepada masyarakat sehingga dicintai oleh masyarakat" tegasnya.

Menurut Ketua PW ISNU Sumut Dr. H. Nispul Khoiri, M.Ag, berbagai landasan diatas akan tercipta, jika didukung oleh seluruh komponen bangsa. Jika tidak pemerintahan kedepan akan berjalan sendiri - sendiri, dukungan itu menjadi mutlak sebagai kekuatan negara.

 

Atas dasar itu ISNU sebagai Banom NU menegaskan dukungan komponen bangsa secara menyeluruh menjadi syarat mutlak membawa negara ini lebih maju, kuat dan sejahtera kedepan. Dalam konteks NU, NU beserta Banom dan lembaga akan meletakan dirinya sebagai kekuatan pendukung penuh negara dalam memajukan,  memperkuat dan mensejahterakan Indonesia.

 

Kegiatan dialog kebangsaan, diselenggarakan oleh PW ISNU Sumut ini  sebagai bentuk kontribusi ISNU terhadap negara dengan tujuan mengajak para lintas tokoh ( Agama, Masyarakat, Pemuda, Akademisi dan lainya ) duduk bersama mencari solusi berbagai persoalan bangsa. ISNU Sumut sebagai organisasi intelektual akan senantiasa turut memberikan kontribusi besar mengakomodir berbagai kebutuhan dan problem dihadapi masyarakat, daerah dan negara menjadi prioritas. Dialog kebangsaan ini dihadiri oleh berbagai ormas, dosen, mahasiswa pasca dan seluruh PC ISNU Kab/Kota se Sumut dengan narasumber terdiri dari : H.Syamsul Arifin, SE ( Tokoh masyarakat), Dr. H. Maratua Simanjuntak (FKUB), Drs. Ance Selian (PKB), Dr.Muriyanto Amin (USU), Ir.Hosadi Apriza Putra (Pelindo) dan Prof. Dr. Faisar Ananda (UINSU). Kemudian setelah dialog dilanjutkan dengan Mukerwil berlangsung 2 hari di Hotel Garuda Plaza Medan" pungkasnya.||| Samsidar Saragih

 

 

 

 

 

Editor : Zul


BERITA LAINNYA
Minggu, 18 Agustus 2019 | 00:37:28
Beraksi di Bandar Khalipah,Begal Tewas Dihajar Massa
Jumat, 16 Agustus 2019 | 11:30:00
SPPA Bisa Jerat Jurnalis 5 Tahun Penjara
BERIKAN KOMENTAR
Top